BOGOR, ITN- Bunyi lonceng khas kereta api terdengar keras, Kamis (14/4/2022). Jarum jam menunjukkan angka 14.34 WIB. Suara peluit terdengar nyaring. KA Pangrango tujuan Sukabumi bergerak meninggalkan Stasiun Paledang, Bogor.

Baca:Sambut Liburan Masa Lebaran Tahun 2022 Wisata di Museum Lawang sewu dan Museum KA Ambarawa Tetap Menerapkan Protokol Kesehatan

Baru empat hari ini KA Bogor- Sukabumi dan sebaliknya beroperasi kembali. Banyak penumpang yang merasa bersyukur kereta api itu beroperasi kembali. Karena jalur Cigombong-Sukabumi sudah beberapa bulan ini macet pol.

Jarak Jakarta-Sukabumi yang biasanya bisa ditempuh 3 jam, kini harus 6 sampai 7 jam.
Selain capek dan jenuh, perjalanan menggunakan mobil memboroskan bahan bakar. Karena itu banyak masyarakat yang beralih ke moda transportasi kereta api. Dijamin tidak macet.

Ngabuburit Naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi
Bangunan lama tanpa atap di area stasiun memberikan kesan antik.

Booking tiketnya via online tanpa ribet. Beli langsung di loketpun sangat baik pelayanannya. Selain on time pemberangkatannya, perjalanan Bogor-Sukabumi dan sebaliknya bisa ditempuh dalam waktu dua jam.

Pemandangan selama dalam perjalanan sangatlah indah. Sayang jika dilewatkan.
Dengan biaya Rp80.000/orang untuk kelas eksekutif dan Rp45.000/orang untuk kelas ekonomi, masyarakat serasa dimanjakan naik KA Pangrango yang kini sebagian besar jalurnya sudah dobel track.

Gerbong-gerbong eksekutif yang mampu menampung sekitar 50 orang terlihat memenuhi bangku-bangku yang berwarna tosca dan abu-abu itu.

Pendingin ruangan yang disetel sedang membuat perjalanan sangatlah nyaman. Apalagi di bulan Puasa Ramadan ini, masyarakat bisa ngabuburit dengan KA Pangrango yang sehari melayani tiga kali perjalanan, pagi, siang, dan malam.

Stasiun Paledang di Bogor, meski masih terasa sederhana; tapi sudah mampu memberikan kenyamanan calon penumpangnya.

Ngabuburit Naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi
Bagian belakang bangunan tua terdapat rest room dan musholla yang bersih, bagus, dan nyaman.

Bangunan lama tanpa atap di area stasiun tampaknya sengaja tidak dipugar, sehingga menumbuhkan kesan keantikannya. Di belakang bangunan tua itu terdapat rest room dan musholla yang bersih, bagus, dan nyaman. Kebersihan benar-benar terjaga.

Di Stasiun Paledang terdapat dua mesin untuk mencetak tiket, dua loket penjualan langsung tiket, loket pengembalian tiket, satu anjungan tunai mandiri (ATM), dan tempat untuk menyusui bayi.

Sekitar 60 bangku besi disiapkan di stasiun yang juga dilengkapi listrik untuk mengisi baterai handphone. (ori)