- iklan -

JAKARTA, ITN – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mendukung penyelenggaraan Pameran Tunggal Lukisan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di VOZA Tower, Surabaya. Menampilkan 100 karya lukisan, pameran ini merefleksikan perjalanan artistik Presiden ke-6 RI tersebut sekaligus memperkuat ekosistem subsektor seni rupa sebagai salah satu pilar industri kreatif nasional.

Rangkaian acara yang berlangsung hingga akhir September ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi publik terhadap seni lukis, tetapi juga menggerakkan partisipasi pemangku kepentingan ekraf melalui opening ceremony, peluncuran buku monograf, private exhibition tour, hingga gala dinner.

-iklan-

100 Lukisan SBY, Refleksi Kehidupan yang Perkuat Ekosistem Kreatif

“Bagi saya, seni bukan hanya tentang keindahan, tetapi juga tentang ekspresi, refleksi, dan cara untuk menyampaikan nilai-nilai kehidupan. Melalui lukisan, saya menemukan ruang untuk menuangkan pengalaman, rasa, dan pemaknaan terhadap perjalanan hidup. Saya berharap karya-karya ini dapat memberikan inspirasi serta memperkaya apresiasi masyarakat terhadap seni dan budaya Indonesia,” ujar SBY saat pembukaan pameran, Selasa (15/9).

Seni rupa memegang peranan strategis dalam ekosistem ekonomi kreatif karena mampu mentransformasi gagasan dan ekspresi budaya menjadi karya bernilai tambah ekonomi. Pameran karya seni rupa ini merupakan hasil kolaborasi antara Akademisi, Bisnis, Pemerintah, Komunitas, dan Media dalam rangka memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional sebagai New Engine of Growth. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan seni rupa Indonesia serta memperluas kontribusi subsektor seni rupa terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menguatkan rantai nilai subsektor seni rupa dari hulu ke hilir.

“Seni rupa menunjukkan bagaimana kreativitas dapat diterjemahkan menjadi karya yang memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi. Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem kreatif yang mendukung para pelaku seni untuk berkarya, berkolaborasi, dan memperluas apresiasi masyarakat terhadap karya kreatif Indonesia,” ujar Menekraf.

Pameran Tunggal Lukisan SBY dibuka untuk umum mulai 16 hingga 29 September 2026. Melalui dukungan terhadap inisiatif ini, Kementerian Ekraf menegaskan komitmennya untuk memfasilitasi perupa nasional, memperluas akses pasar seni rupa, serta memperkuat sinergi antara nilai kebudayaan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

- iklan -