- iklan -

ACEH TAMIANG, ITN – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) hadir mempercepat pemulihan dan kebangkitan ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui program Ekraf Peduli ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’.

Langkah strategis ini dilaksanakan guna menindaklanjuti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 2026 tentang Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di bawah koordinasi Kementerian Dalam Negeri selaku Ketua Pelaksana.

-iklan-

Dukungan ini merupakan wujud nyata hadirnya negara melalui penyelenggaraan program Ekraf Peduli ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ berupa ‘Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi’ di Aula Sekretariat Daerah Aceh Tamiang, pada Jumat (11/9). Penyelenggaraan acara memanfaatkan berbagai ruang publik untuk aktivasi kreatif, termasuk kawasan yang sempat terdampak banjir. Program ini dirancang berkelanjutan dan akan dievaluasi secara berkala untuk direplikasi di wilayah terdampak lainnya.

Kementerian Ekraf Cetak Barista Kompeten Bangkitkan Ekraf Aceh Tamiang
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya didampingi Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, hadiri dalam penyelenggaraan program Ekraf Peduli ‘Pulih Bersama, Bangkit Berdaya’ berupa ‘Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi’ di Aula Sekretariat Daerah Aceh Tamiang, pada Jumat (11/9/2026).

“Rangkaian kegiatan hari ini dari semua kementerian dan lembaga diberikan tugas oleh Presiden untuk membantu rehab-rekon pascabencana. Di Aceh sendiri, terdapat 103 penugasan yang dilakukan sampai akhir tahun di seluruh kabupaten/kota di Aceh, serta wilayah di luar Aceh seperti yaitu Sumut dan Sumbar. Kami ingin memastikan para pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tamiang mendapatkan peningkatan kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan untuk memulihkan mata pencaharian serta memperkuat daya saing usaha mereka,” ujar Menekraf, Teuku Riefky Harsya, saat melakukan peninjauan langsung di lokasi acara.

Program ini berfokus pada pelatihan dan uji kompetensi skema barista guna merespons pesatnya transformasi warung kopi tradisional menjadi kedai kopi modern di wilayah perbatasan Aceh–Sumatera Utara. Melalui standardisasi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), para pemuda lokal disiapkan untuk memenuhi kualifikasi industri hospitality serta menyerap tenaga kerja daerah pada subsektor kuliner.

“Sertifikasi barista itu sangat penting karena kompetensi adalah bagian dari kualitas dan profesionalisme. Tugas kita bukan sekadar membuat kopi, melainkan memberikan pelayanan terbaik agar pelanggan merasa nyaman. Milikilah cita-cita setinggi mungkin dan jangan biarkan diri terbelenggu. Mari bangkit penuh semangat! Peluang di luar sana terbuka sangat luas, asalkan kita mau terus memperbarui dan meningkatkan kompetensi,” kata Teuku Riefky.

Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) ini diawali dengan pendaftaran 112 peserta yang mengikuti rekrutmen, pembuatan akun digital, hingga penyampaian materi teori dan praktik pembuatan kopi. Berdasarkan hasil evaluasi, sebanyak 86 peserta terpilih melanjutkan ke tahap uji kompetensi. Tahapan tersebut meliputi asesmen mandiri, wawancara, dan uji praktik di hadapan tim penguji dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PARSI yang terdiri atas Widhy Andriyadi, Tjatur Rebowo, Sayidul Anwar, dan Joko Prayitno.

“Ruang pemerintah silakan digunakan untuk kegiatan kreatif, karena ekosistem kreatif sangat baik untuk kita, dengan anak muda sebagai pendongkraknya. Saya minta tolong agar proses sertifikasi ini dijalankan dengan baik supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. dan terima kasih kepada Kementerian Ekraf atas penyelenggaraan kegiatan yang bermanfaat ini!” kata Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi.

Peserta yang dinyatakan kompeten dalam uji asesmen akan menerima Sertifikat Kompetensi Resmi berlisensi BNSP. Melalui pencetakan SDM terampil bernilai standar nasional ini, Kementerian Ekraf optimistis daya saing industri kuliner daerah dapat meningkat secara signifikan sekaligus memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif lokal.

“Mengikuti sertifikasi ini sangat bermanfaat dan penting untuk mendapatkan ilmu tambahan sekaligus pengakuan kompetensi resmi dari negara. Selain itu, kegiatan ini memberikan lisensi yang menciptakan standarisasi industri serta meningkatkan kepercayaan diri pelaku kopi dalam menyajikan produk terbaik bagi pelanggan,” ujar Peserta, Muhamad Yogi Pramadhan.

Baca juga: https://indonesiatripnews.com/berita/menekraf-dubes-lbbp-ri-untuk-as-bahas-kolaborasi-industri-film-hollywood-hingga-wcce/

Dalam kegiatan ini turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Suibun Anwar; Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon; Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Syuibun Anwar; Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Farij.

Sementara itu, Menekraf didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Digital, Neil El Himam; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga, Rian Firmansyah; Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Alam, Adi Mukhtar Rivai; dan Direktur Fasilitasi Infrastruktur, Fahmy Akmal; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Media dan Opini Publik, Hasbil Mustaqim Lubis.

- iklan -