JAKARTA, ITN- SETELAH proses penulisan selama satu tahun dan menunggu selama empat tahun Jacobus Dwihartanto, meluncurkan buku “Priscilla, My Beautiful Fighter”, sebuah buku inspiratif mengenai kisah nyata dan pengalaman hidup.

Kisah yang tertulis dalam buku yang memiliki 308 halaman ini ingin memberikan inspirasi kepada para pembaca bahwa tak ada hal yang sulit bila kita memiliki iman dan pengharapan, karena pada akhirnya segala sesuatu akan indah pada waktunya.

Jacobus Dwihartanto penulis yang juga ayah dari Priscilla (Maria Priscilla Dwihartanto) mengisahkan perjalanan keseharian semasa hidup Priscilla mulai dari dilahirkan, masa kanak-kanak, masa di sekolah dasar (SD) sampai dengan masa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Santa Ursula.

Jacobus Dwihartanto penulis yang juga ayah dari Priscilla.

Priscilla atau biasa dipanggil “Pece” yang lahir pada 14 Mei 1997 tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik, periang, dan aktif di segala bidang seperti olahraga, kesenian (musik dan modern dance), dan fashion, serta mengikuti berbagai perlombaan. Namun di masa kehidupan remajanya harus menerima kenyataan pahit di vonis penyakit yang menakutkan untuk semua orang, yakni “Kanker Otak”. Berlangsung selama 17 bulan hingga akhirnya dipanggil oleh Sang Maha Kuasa.

“Saat anak saya divonis kanker, rasanya seperti ada petir besar menyambar hidup saya dan istri. Kala itu hanya ada dua pilihan di mana berbicara jujur atau berbohong hingga akhirnya kami sepakat untuk memberitahu kepada anak saya, dan kami berjanji berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkannya,” ujar Jacobus Dwihartanto disela acara peluncuran buku “Priscilla, My Beautiful Fighter” di Wyl’s Kitchen at Veranda Hotel, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/18).

Penyakit yang dialami putrinya menurut Jacobus tergolong langka, pasalnya untuk seusia putrinya penyakitnya tersebut hanya tiga persen bahkan lebih banyak diidap oleh orang dewasa.

Suasana jumpa pers peluncuran buku “Priscilla, My Beautiful Fighter” di Wyl’s Kitchen at Veranda Hotel, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Selasa(16/10/18).

Menurutnya buku dengan dasar berwarna biru dan gambar kupu-kupu ini diibaratkan keberadaan anaknya seperti proses sebelum menjadi kupu-kupu. Proses dari kepompong hingga berbentuk kupu-kupu merupakan momentum yang indah.

Buku ini berisikan tiga bagian cerita. Bagian pertama Hello, Priscilla. Bagian kedua; Love Priscilla. Bagian ketiga; God Bless You, Priscilla. Pada bagian kedua bab 10 merupakan bagian yang mengharukan, betapa kuatnya seorang ayah yang dengan kesabaran dan ketabahannya harus mengikhlaskan kepergian putri cantiknya.

…”Kamu indah sekali, Pris. Kehidupanmu indah sekali. Terima kasih ya. Sayang, karena kamu mau menjadi putri Papi. Karena kamu menjadi inspirasi Papi. Ya, Nak. Sekarang beristirahat yang tenang ya. Ya, Nak. Sudah selesai. Papi cinta kamu”. (-diambil dari halaman 280).

Setelah menjalani sepuluh kali operasi, saat itu pun tiba. Denyut nadi dan jantung Priscilla mulai tak tampak di monitor, meski tubuhnya masih bernafas pelan dan berat. Tak ada lagi gelombang otak yang ditangkap dari kepala Priscilla. Jacobus hanya mampu mengangguk pelan ketika dokter menanyakan apakah alat bantu pernafasan hendak dilepas dari tubuh Priscilla.

Jacobus Dwihartanto (kanan) luncurkan kisah nyata perjalanan keseharian semasa hidup Priscilla lewat buku “Priscilla, My Beautiful Fighter”.

Jacobus mengatakan, “Buku ini endingnya sangat sedih, tetapi bila dibaca berulang kali maka intinya bahwa manusia hidup harus selalu berjuang, saat menderita sakit Maria Priscilla Dwihartanto tetap belajar. Nikmati buku ini, jangan pernah putus asa karena hidup harus selalu berjuang”.

“Saya berharap para orangtua dapat mengambil peran penting dalam perjuangan penyembuhan anak-anak mereka, jangan ada kata menyerah dan semoga buku ini dapat dinikmati oleh para pecinta buku dan semakin memperlengkap khazanah buku Tanah Air,” ujarnya lebih lanjut.

Seluruh royalti dari penjualan buku yang diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama dengan harga Rp125.000 ini disumbangkan melalui Yayasan Maria Priscilla Dwihartanto yang memfokuskan pelayanan di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Di bidang kesehatan, saat ini sedang dibangun sebuah rumah sakit dengan nama Priscilla Medical Center (PMC) yang direncanakan akan mulai beroperasi pada pertengahan 2019,” tutup Jacobus. (Yeffi Rahmawati)