JAKARTA, ITN- Saladstop! yang merupakan gerai makanan dengan spesialisasi di makanan sehat ini se Asia dan Eropa, baru saja membuka gerai terbaru di Jakarta Utara, tepatnya di Pantai Indah Kapuk. Gerai Saladstop yang terletak di PIK Avenue, Penjaringan ini baru beroperasi pada 14 Februari dan merupakan gerai terbesar, karena terdapat 42 kursi untuk menampung konsumen.

Gerai terbaru Saldstop! juga bernuansa baru, karena tampak lebih cerah dan asri. Sejak tahun 2009, Saladstop berhasil memiliki 65 gerai di sembilan negara. Rencananya di tahun 2020 ini, Saladstop Indonesia akan membuka 25 outlet. Saat ini, Saladstop baru memiliki 14 gerai di Jakarta dan Surabaya.

“Saladstop! juga akan fokus melebarkan sayap ke luar Jakarta seperti Surabaya dan Bali. Kemudian pada bulan Mei mendatang, Saladstop akan mengeluarkan konsep baru yang lebih lengkap,” ujar Marketing Manager Saladstop!, Rendy Lukita pada acara diskusi dan peresmian gerai baru Saladstop! di PIK Avenue, Jakarta Utara, Kamis (27/2/2020).

Sesuai namanya menurut Rendy, Saladstop! konsisten menyajikan salad segar. Lewat slogan Eat Wide Awake dan Trust Food Again, Saladstop! mengajak para konsumennya untuk lebih peduli dengan produk yang digunakan khususnya makanan. Maka dari itu, Saladstop! selalu berusaha untuk menyajikan informasi nutrisi dari setiap bahan makanan yang digunakan dan produk yang ditawarkan dengan seakurat mungkin. Dengan fitur kalkulator nutrisi di situs saladstop.co.id.

Co-Owner dan Director Saladstop! Katherine Desbaillet-Braha mengatakan, sejak pertama memulai bisnis ini, dirinya telah mengembangkan usaha dengan mengintegrasikan aspek sustainability ke dalam strategi jangka panjang, dengan berusaha berkontribusi secara positif dalam menjawab tantangan global paling mendesak.

“Saladstop! ingin memberikan edukasi kepada konsumen bahwa kita harus tahu dan sadar dari mana asal makanan kita, bagaimana diproduksinya ataupun bagaimana cara makanan tersebut diproses. Bukan hanya itu, Saladstop! juga mengedukasi masyarakat di Singapura, untuk mengurangi masalah sampah plastik misalnya, melalui program Borrow Tree,” ungkap Katherine.

Lebih lanjut ia menjelaskan apa yang ingin di sampaikan dari program Borrow Tree adalah Saladstop! ingin mengajak para konsumen untuk terbiasa menggunakan ulang tas belanja saat berkunjung ke Saladstop! agar mengurangi sampah kantong plastik.

“Kalau di Singapura, kantong belanja sudah kita kenakan biaya. Tapi, para pengunjung bisa meminjam tas belanja yang ada di Borrow Tree dan bisa mengembalikannya saat berkunjung ke gerai Saladstop,” katanya.

Sementara Public Campaign Specialist WWF-Indonesia, Margareth Meutia pada kesempatan yang sama menambahkan, “Kami sangat mengapresiasi upaya SaladStop! dalam menjalankan praktik usaha yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Hingga tahun 2019, WWF-Indonesia menjalankan berbagai kampanye serupa yaitu, ‘Beli Yang Baik’ untuk mendorong perubahan gaya konsumsi menjadi lebih bertanggung jawab dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan, ‘Pangan Bijak Nusantara’ yang mempromosikan ketahanan pangan lokal, program edukasi pendidikan pembangunan yang berkelanjutan untuk kaum muda, pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan ekowisata yang berkelanjutan untuk masyarakat adat, serta produksi perikanan dan rotan yang bertanggung jawab”.

“Sedangkan pada tahun 2020, kami terus menjalankan serangkaian kampanye dan program pemberdayaan terkait produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Kami pun dengan senang hati menjalin kerja sama dengan semua pihak guna mengarusutamakan dan mengawal pentingnya isu ini,” tutup Margareth.

Walaupun saat ini belum menjadi mitra kerja SaladStop!, namun WWF-Indonesia mendukung penuh praktik usaha yang dijalankan SaladStop! dan optimis dapat bersinergi di kemudian hari. (evi)