JAKARTA, ITN- BANK DBS kembali merilis sekuel SPARKS. Lewat film serial mini, bank asal Singapura ini melakukan kampanye mengatasi masalah sampah, polusi dan lingkungan lewat film serial mini.

Mini seri yang tayang di kanal digital itu merupakan bentuk komitmen Bank DBS dalam meningkatkan agenda pembangunan berkelanjutan. Sekuel SPARKS kali ini menyajikan tema “Everyday Heroes for a Better World” (Pahlawan dalam Kehidupan Sehari-hari untuk Menjadikan Dunia Lebih Baik) dan diilhami dari kisah nyata.

SPARKS musim terbaru ini menyajikan tiga episode yang mengisahkan sekelompok bankir DBS dinamis, yang bekerja sama dengan beberapa komunitas guna mengatasi beberapa masalah sosial dan lingkungan paling mendesak saat ini, termasuk polusi plastik, limbah makanan, dan kesenjangan sosial.

Ketiga episode tersebut diilhami oleh kisah tiga wirausaha sosial yang didukung oleh DBS Foundation, yakni Evoware (Indonesia), Bettr Barista (Singapura), dan Eco-Greenergy (Hongkong). DBS Foundation didirikan lima tahun lalu dengan tujuan untuk membantu para wirausaha sosial dan kini telah menaungi lebih dari 300 wirausaha sosial di Asia.

“Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan yang mengakar kuat di jantung Singapura dan Asia, kami percaya bahwa Bank DBS memiliki peran penting dalam menciptakan serta mendukung pembangunan berkelanjutan bagi kepentingan masyarakat luas untuk masa depan yang melampaui perbankan,” kata Head of DBS Group Strategic Marketing & Communications and Board Member of DBS Foundation, Karen Ngui, dalam siaran persnya, Sabtu (13/7/18).

Menurut Karen, Bank DBS selama bertahun-tahun telah berfokus untuk memajukan agenda pembangunan berkelanjutan melalui praktik perbankan dan bisnis yang bertanggung jawab serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial.

Pada 2018, Bank DBS memberikan pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan sebesar lebih dari 2,4 miliar dolar Singapura. Baru-baru ini, Bank DBS menandatangani peminjaman dana terkait program pembangunan berkelanjutan pertama di Singapura untuk usaha kecil dan menengah (UKM) dengan Chew’s Agriculture, sebuah produsen telur terkemuka di Singapura.

Bank DBS menayangkan musim kedua SPARKS, sebuah serial mini yang telah berhasil menyabet penghargaan. Sebelumnya, mini seri SPARKS telah hadir sejak ditayangkan 2016, dimana ke-10 episode SPARKS musim pertama telah ditonton oleh lebih dari 250 juta kali dan menghasilkan lebih dari 24 juta keterlibatan digital di seluruh kawasan. Selain itu, SPARKS musim pertama juga meraih sejumlah penghargaan pemasaran global, seperti “Gold Award in Digital Marketing” di ajang “Global Efma-Accenture 2017 Distribution & Marketing Innovation Awards” dan Silver Award pada penghargaan bergengsi “Shorty Awards 2018”. Baru-baru ini, Bank DBS memenangkan penghargaan kategori Video Marketing, Corporate Division di “Conference Board’s Excellence di Marketing and Communications Awards 2019”.

Sparks musim kedua diramaikan oleh sejumlah pemain, seperti, Adrian Pang, Tan Kheng Hua, Jae Liew, Aanchal Wadhwani, Arifin Putra, Chen Yi Xin, Chew Kin Wah, Darryl Yong, Jamie Xia, Terrance Tan and Thomas Pang.

Melalui Sparks musim kedua, DBS berharap dapat memulai dialog dan mendorong perubahan di seputar tantangan utama, seperti Polusi plastik, kesenjangan, serta limbah makanan. (sishi)