JAKARTA, ITN- Pemilihan dan penggunaan popok bayi boleh dibilang merupakan salah satu topik yang akan selalu hangat untuk dibahas oleh orangtua. Kain atau popok sekali pakai? Bahan apa yang terbaik? Kapan harus diganti? Mengapa timbul ruam popok? Dan masih banyak lagi untuk menjawabnya.
Menjawab semua hal tersebut, Genki Moko Moko meluncurkan inovasi terbaru, yakni Genki Moko Moko Ichimatsu, popok dengan teknologi Jepang yang dirancang untuk mendukung bayi tetap aktif bergerak sejak dini. Produk ini hadir bukan hanya sebagai kebutuhan harian, tetapi sebagai bagian dari ekosistem stimulasi tumbuh kembang anak.
Dengan struktur pola persegi berulang hingga lapisan terdalam, produk ini dirancang untuk memberikan daya serap lebih cepat sekaligus menjaga kulit bayi tetap kering dan bebas iritasi.
“Keunggulan Genki Moko Moko Ichimatsu terletak pada penggabungan pola persegi Moko Ichimatsu dengan bantalan popok berbahan virgin pulp dan maxi gel dari Jepang,” ujar Direktur PT Oji Indo Makmur Perkasa, Didi Rahardja.

Menurutnya kombinasi tersebut membuat popok menyerap cairan hingga tiga kali lipat lebih cepat, menyebarkannya secara merata serta menghadirkan tiga kali sirkulasi udara lebih optimal. Hasilnya, popok tetap kering lebih lama, membantu mencegah iritasi, dan menjaga kenyamanan kulit bayi sepanjang hari.
Menurut panduan WHO, anak usia dini membutuhkan aktivitas fisik harian untuk mendukung perkembangan motorik dan kognitif. Oleh karena itu, Dokter Spesialis Anak dr. Herbowo Soetomenggolo menjelaskan bahwa gerakan sederhana seperti tengkurap atau meraih mainan dapat membantu memperkuat otot, koordinasi, dan perkembangan otak.
“Seribu hari pertama kehidupan (1.000 HPK) merupakan masa krusial bagi anak, dalam kurun waktu ini sejak kehamilan hingga usia anak 2 tahun, setiap Gerakan sederhana seperti tengkurap, berguling, atau meraih mainan menjadi bagian dari proses belajar anak untuk mengenal tubuh dan lingkungannya,” ujar dr Herbowo saat temu media yang digelar Genki Moko Moko di Habitate Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Aktivitas-aktivitas ini membantu menguatkan otot, melatih koordinasi, dan mendukung perkembangan otak. Menurut Herbowo pentingnya untuk memaksimalkan setiap kesempatan ini melalui kegiatan yang mengajak anak aktif bergerak setiap hari di masa periode emas tersebut.
Herbowo menjelaskan, memasuki usia 1-2 tahun anak perlu setidaknya melakukan 180 menit aktivitas fisik setiap hari dengan intensitas apa pun, sementara pada usia 3-4 tahun, anak tetap butuh minimal 180 menit aktivitas fisik per hari, dengan sedikitnya 60 menit berupa aktivitas berintensitas sedang hingga tinggi.
Sementara pada kesempatan yang sama, Content Creator Sabrina Anggraini membagikan pengalaman pribadinya sebagai ibu baru. Ia menyadari ketidaknyamanan popok dapat membuat anak mudah rewel dan sulit aktif.

“Popok dicari, harus dan penting, karena anak beraktivitas gak pas pakai popok itu jadi rewel, jadi mama kayak detektif, cari tahu kenapa anak gak nyanab,” ujarnya.
Menurutnya mengganti popok setiap dua hingga tiga jam menjadi kebiasaan penting untuk menjaga kenyamanan anak sepanjang hari. Pengalaman ini memperlihatkan bahwa keputusan sederhana dalam parenting bisa berdampak besar pada aktivitas anak.
Rangkaian acara Moko Ichimatsu Playtime juga akan digelar di berbagai kota sebagai upaya memperkenalkan budaya bayi aktif kepada para orangtua di Indonesia. Pendekatan ini menunjukkan bahwa produk baru tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan hadir sebagai bagian dari edukasi parenting yang lebih luas.
Peluncuran Genki Moko Moko Ichimatsu menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh hal besar, tetapi juga oleh keputusan sehari-hari yang tampak sederhana. Kenyamanan, kebebasan bergerak, dan rasa aman adalah fondasi yang memungkinkan bayi belajar mengenal dunia. (evi)











































