- iklan -

JAKARTA, ITN- Pelatihan UMKM dapat menjadikan pelaku dan usahanya lebih kompetitif, produktif, inovatif, dan berdaya saing melalui peningkatakan keterampilan manajemen, pemasaran, keuangan, dan adaptasi teknologi.

Pelatihan juga membantu UMKM dalam menciptakan produk berkualitas, memperluas jaringan bisnis, dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

-iklan-
Memajukan UMKM di Indonesia tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga bantuan dari pihak swasta.
Peran UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal, yakni memberikan peluang kerja bagi masyarakat kurang mampu, memudahkan akses masyarakat kecil untuk terlibat dalam ekonomi, dan memberikan kesempatan kepada daerah tertinggal untuk tumbuh.
Wanitaindonesia.co Gelar Pelatihan UMKM Bertema Strategi UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi
Sebanyak 100 pegiat UMKM mengikut seminar pelatihan UMKM bertema “Strategi UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi” Bisnis di Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta Selatan, Sabtu (6/9/2025).

WanitaIndonesia.co kembali menggelar pelatihan UMKM. Sebanyak 100 pegiat UMKM mengikut seminar pelatihan UMKM bertema “Strategi UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi” Bisnis di Hotel Grandhika Iskandarsyah Jakarta Selatan, Sabtu (6/9/2025).

“Ini merupakan pelatihan kedua yang merupakan komitmen Wanita Indonesia untuk memajukan UMKM di wilayah Jabotabek, yang memang bisa kami jangkau,” ujar Komisaris Wanita Indonesia, Fathul Jamil membuka seminar.

Lebih lanjut Fathul Jamil mengatakan, “Tentunya, kami konsisten mengadakan pelatihan ini karena ingin menaikan level UMKM agar lebih maju di dunia digital dan bermanfaat bagi masyarakat”.

“Saya sangat apresiasi kepada panitia seminar ini. Sebab, saat kita melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM tidak bisa berpangkutangan kepada pemerintah. Banyak sektor yang harus membantu untuk memajukan sektor UMKM,” ujar Asisten Deputi Ekosistem Bisnis Wirausaha Kemenerian UMKM Christina Agustin dalam kesempatan tersebut.
Kementerian UMKM menurutnya tidak lagi menyebut kata “pelaku” UMKM, kata pelaku dianggapkan negatif misalnya pelaku perampokan, pelaku penembakan, pelaku pembegalan, dsb.
Wanitaindonesia.co Gelar Pelatihan UMKM Bertema Strategi UMKM Naik Kelas Lewat Digitalisasi“Kata Pelaku diganti dengan kata pengusaha untuk mengubah mindset dan mengubah menjadi kebanggan bagi kita, bahwa menjadi UMKM itu bangga. Betul-betul menjadi pengusaha. Mulai hari ini mengganti kata pelaku menjadi pengusaha,” ujarnya.

Menjawab salah satu pertanyaan peserta, Ahmad Syukur yang menanyakan bagaimana cara memasarkan usahanya hingga bisa go international. Chirstina mengatakan, “Untuk terhubung dengan internasional, kami selalu memberikan pendampingan selama enam bulan hingga mereka go global. Waktu itu ada UMKM yang menjual lidi, limbah dari kelapa sawit, kami lakukan pendampingan, sampai bisa ekspor lidinya”.

Hadir nara sumber lain, yakni Dosen Digital Marketing Kampus Bisnis Umar Usman Harseto, dan Founder The Bloom House Daniel Budiman yang merupakan pengusaha UMKM di Pasar Tanah Abang yang mengubah strategi jualannya melalui marketplace.

Bahkan, Daniel sukses menjadi best seller Shopee di tahun 2020 karena keberhasilannya menjual produk lokal melalui online.

Dosen Digital Marketing Kampus Bisnis Umar Usman Harseto membahas perkembangan teknologi yang bisa mengubah orang menjadi kaya mendadak. “Yang memanfaatkan teknologi ada banyak di tiktok.

Seminar ini terselenggara atas dukungan sponsor antara lainBogasari, FIF Group, Dompet Dhuafa, Kokola, Kacang Dua Kelinci, Teh Pucuk, Umar Usman Buiness School, Crystalin, Tuku, Telkomsel, Great Edunesia, Pepsodent, Swiss Bell Cikarang, The Jungle, Rivera, dan Frisian Flag, Watch Club dan Go! Wet Waterpark Grand Wisata. (evi)

- iklan -