- iklan -

JAKARTA, ITN – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima kunjungan sejumlah Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Kamis, 17 April 2025. Adapun anggota DPD yang hadir yaitu Senator Aceh, Azhari Cage; Senator Jawa Barat, Alfiansyah Bustami Komeng; Senator DKI Jakarta, Achmad Azran; Senator Lampung, Bustomi Zainudin; Senator Maluku, Bisri As Shiddiq; dan Senator Papua Selatan, Adib Fuad.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky mengapresiasi kehadiran DPD RI yang diharapkan mampu memperkuat sektor ekonomi kreatif di Indonesia dengan mendorong pembentukan Dinas Ekonomi Kreatif dari berbagai daerah sesuai dengan kapasitas masing-masing wilayah.

-iklan-
Menteri Ekraf Teuku Riefky Bertemu Senator DPD RI, Tegaskan Pentingnya Ekraf Tumbuh dari Daerah
Menekraf memaparkan “7 Subsektor Ekraf Prioritas” yang diharapkan mampu menjadi pedoman untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif dari berbagai daerah di Indonesia saat menerima kunjungan dari sejumlah Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta (17/4/25).

“Tentu harapannya, teman-teman dari DPD RI bisa memberdayakan daerahnya masing-masing dan berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah setempat. Kami sangat berharap bahwa dalam pembentukan Struktur Organisasi dan Tata Kelola (SOTK) pada kepemimpinan kepala daerah saat ini bisa membentuk atau menempatkan nomenklatur ekonomi kreatif, baik pada dinas yang sudah ada atau bahkan menjadi dinas sendiri,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Berdasarkan data yang diolah Kementerian Ekraf, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tingkat 1, baru 8 dari 38 provinsi yang memiliki nomenklatur ekraf. Sementara OPD tingkat II, ada 13 dari 416 kabupaten dan 5 dari 98 kota yang menerapkan nomenklatur ekraf. Oleh karena itu, Menteri Ekraf Teuku Riefky mendorong daerah membentuk kelembagaan Dinas Ekraf.

“Kami sudah lakukan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Ekraf-Mendagri terkait Pedoman dan Pembentukan nomenklatur Dinas Ekraf di daerah. Kami butuh bantuan kawan-kawan DPD untuk menyosialisasikan lebih lanjut terkait OPD nomenklatur ekraf. Ini sebagai bentuk sinergi yang membangun ekonomi kreatif dari daerah,” jelas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Lebih lanjut, Menteri Ekraf Teuku Riefky menjelaskan berbagai IP lokal yang telah berkolaborasi dengan Kemenekraf. Setiap kebijakan ataupun dukungan yang telah dilakukan kepada IP lokal tentu akan berdampak membentuk pengembangan ekonomi lokal atau multiplier effect.

“Kita harus lakukan orkestrasi bersama untuk selaraskan IP lokal dengan potensi berbagai daerah. Kolaborasi yang diharapkan ke depan bersama DPD RI yaitu dukungan arus utama ekraf di daerah, dukungan penguatan kelembagaan ekraf di daerah, dan dukungan kerja sama kajian ekraf daerah. Kami siap mendampingi untuk itu semua,” tegas Menteri Ekraf Teuku Riefky.

Senator DPD RI, Azhari Cage, menilai hal-hal yang disampaikan dalam paparan Menteri Ekraf, mampu membangkitkan pemahaman terhadap urgensi ekraf bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Luar biasa potensi ekonomi kreatif yang sudah dipaparkan Pak Menteri tadi. Ini membuka cakrawala kami berpikir dan bisa mendorong kami berbuat yang lebih baik untuk implementasi dari masing-masing daerah,” imbuh Azhari Cage.

Senator Jawa Barat yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI), Alfiansyah Komeng, menambahkan pentingnya menggiatkan kembali ruang-ruang kreatif untuk subsektor seni pertunjukan dari daerah.

“Waktu saya kecil, setiap kabupaten atau kota ada gedung kesenian yang memberi kita tontonan gratis tiap akhir pekan. Saya berharap Kementerian Ekonomi Kreatif bisa menghidupkan lagi gedung-gedung kesenian di daerah,” ungkap Komeng.

Selain itu, senator dari Indonesia bagian timur, Bisri As Siddiq, juga punya aspirasi sesuai apa yang dialami dari daerahnya.

“Ekonomi kreatif adalah masa depan Indonesia yang harus kita kerjakan. Kita bisa ciptakan kompetisi untuk merancang kreativitas agar tiap daerah bisa memperkenalkan produk lokalnya seperti Maluku yang punya Tenun Tanimbar. Selanjutnya, kita bisa buat kampanye budaya melalui festival film sejarah dan ajang apresiasi musik lokal,” tambah Bisri As Siddiq.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf Teuku Riefky turut didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Staf Khusus Menteri dari Tim Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Syaf, Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan Radi Manggala, serta Direktur Fasilitasi Infrastruktur Fahmy Akmal.

- iklan -