- iklan -

BALI, ITN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Baparekraf), Sandiaga Uno mengapresiasi Toilet Untuk Negeri (TUN) sebagai program yang menghadirkan sarana pendukung pariwisata.

Adapun salah satu program pendukung pariwisata yakni sanitasi di destinasi wisata dalam upaya mendukung terwujudnya pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Saat peresmian pilot project Toilet Untuk Negeri di Pantai Berawa, Badung, Bali, Menparerkaf Sandiaga mengatakan tujuan program tersebut.

-iklan-

“Berawa ini menghadirkan toilet yang ramah lingkungan bersih, dan membuka lapangan kerja, karena di sini ada anggota masyarakat yang terlibat dalam program toilet untuk negeri ini. Dan kita harapkan Canggu yang kita persiapkan sebagai destinasi terbaik untuk digital nomad akan semakin memiliki kualitas dan berkelanjutan,” ujar Sandiaga.

Program yang diinisiasi LIXIL Water Technology Indonesia bersama sejumlah pihak lainnya ini hadir untuk pertama kalinya di Pantai Berawa, Badung, Bali, sebagai langkah awal untuk membangun 1.000 toilet di berbagai destinasi wisata di tanah air.

Menparekraf menjelaskan, program TUN ini nantinya bisa dijalankan di destinasi wisata lainnya termasuk desa-desa wisata.

Menparekraf Apresiasi Toilet Untuk Negeri diberbagai Destinasi Wisata Tanah Air“Toiletnya nyaman dan mudah-mudah bisa dijaga, targetnya 1.000 toilet di destinasi-destinasi wisata yang bekerja sama dengan Toilet Untuk Negeri. Kita melihat destinasi unggulan seperti Bali dan 5 destinasi pariwisata super prioritas hingga desa-desa wisata yang menjadi salah satu penilaian suatu destinasi itu adalah toiletnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Menparekraf Sandiaga juga menambahkan kesan salah satu delegasi World Tourism Day yang beberapa waktu lalu diajak berkunjung ke desa wisata Penglipuran.

“Kemarin di Penglipuran salah satu delegasi sangat kagum karena ada desa yang memiliki toilet yang bersih seperti itu, ini menunjukkan keluhuran kearifan lokal kita dalam menjaga kebersihan,” tambahnya.

Dalam pemaparannya, Menparekraf Sandiaga juga mengungkapkan Pilot project TUN memiliki nilai strategis dalam konteks peningkatan kualitas pengelolaan toilet umum di daya tarik wisata.

“Sebagai best practice pengelolaan toilet di daya tarik wisata sekaligus menciptakan peluang lapangan usaha baru serta upaya peningkatan kualitas pelayanan wisatawan,” ungkap Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Menparekraf Sandiaga didampingi Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baparekraf Harwan Ekoncahyo; Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekeraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani; serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Tjokorda Bagus Pemayun.

- iklan -