JAKARTA, ITN- PULUHAN ribu kartu pos tampak terlihat di Lapangan Parkir Sarinah Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/18).

Kartu pos tersebut merupakan hasil dari kegiatan Lomba Mewarnai Kartu Pos di 100 Sekolah Dasar peserta Energy Rangers School Campaign 2018.

Energy Rangers Indonesia (ERI) 2018” merupakan puncak acara dari Energy Rangers School Campaign 2018 yang dilaksanakan di 100 Sekolah Dasar (SD) di 15 kota besar di Indonesia guna mengedukasi 43.466 anak. Antara lain di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Denpasar, Surabaya, Medan, Bandung, Palembang, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Pontianak, dan Cirebon. Program ini bertujuan memberikan edukasi tentang dunia olahraga Indonesia sekaligus mengajak anak-anak untuk memberikan semangat bagi Tim Nasional Indonesia yang akan berlaga di Asian Games dan Asian Para Games 2018.

Pemecahan Rekor MURI Menulis Kartu Pos oleh Siswa Sekolah Dasar Terbanyak disaksikan Menpora Imam Nahrawi dalam kegiatan Energy Rangers Indonesia 2018. Agust

Kartu pos yang telah diwarnai dan ditulis tersebut selanjutnya mendapatkan Rekor Muri “Menulis Kartu Pos Terbanyak oleh Anak Sekolah Dasar”, dan tercatat sebanyak 34.768 buah kartu pos pada Rekor Muri tersebut.

“Program ini sebagai bentuk dukungan dari anak-anak Indonesia kepada para atlet Indonesia yang akan berjuang di ajang Asian Games dan Asian Para Games 2018,” ujar Managing Director Majalah CIA, Stefanie Augustin.

Program yang diselenggarakan Majalah CIA ini turut didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia beserta sejumlah badan usaha, antara lain PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Anak Sehat Sido Muncul, lndomilk, Sarinah, Pindy Susu, Wong Coco, KFC, Justice, dan Wilio.

Pada kesempatan tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi turut hadir untuk ikut memeriahkan parade/defile bersama 600 anak yang mengenakan kostum 45 negara peserta Asian Games 2018.

Menurut Menpora, acara seperti “Energy Rangers Indonesia 2018” yang melibatkan anak-anak hebat seperti ini sangat penting dilakukan. Karena pada saatnya nanti anak-anaklah yang akan membandingkan apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat terkait Asian Games dari pelaksanaan sampai hasilnya. (evi)