BANDA ACEH, ITN– PEMERINTAH Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Festival Kuliner atau Aceh Culinary Festival di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh selama tiga hari (5-7 Juli). Even ini akan diikuti ratusan pelaku industri kuliner dari seluruh Aceh.

Berbagai makanan khas daerah Aceh tampak ditampilkan di anjungan masing-masing saat festival berlangsung.

Dikatakan, tidak hanya mengajak pengunjung untuk menyantap makanan, Aceh Culinary Festival juga menggelar berbagai acara menarik. Sejumlah nama besar dalam industri kuliner Indonesia mengisi acara dengan berbagai sesi. Diataranya, Ahli Kuliner Nusantara, William Wongso akan mengisi sesi masterclass. Demikian juga dengan Gastronomist Mandif Warokka, Chef Saeful Syaifuddin dan Chef Kurnia Aritonang dari Indonesian Chef Association. Michellin Star Chef Gai Lai Mitwichan dari Thailand dan Malaysian Homecooking Instructure, Nazlina Hussin dari Penang juga akan mengisi sesi masterclass. Serta ada juga kelas memasak yang akan menambah pengetahuan pengunjung tentang berbagai teknik memasak dari para ahli.

Sementara yang tertarik dengan foodstyling dapat mengikuti workshop foodstyling bersama Mr Puji Purnama, ahli penataan makanan yang karya-karyanya bisa dilihat di film kuliner Aruna dan Lidahnya. Disamping itu hadir juga fotografer Roy Genggam yang akan ikut membagikan jurus-jurus terbaiknya saat memotret makanan dalam sesi workshop food photography.

Tidak hanya makanan, ahli racik minuman turut serta membagikan ilmunya dalam festival tersebut. Yaitu Juara Indonesia Brewers Cup, Harisson Chandra akan menampilkan teknik coffee brewing terbaiknya untuk pengunjung. Sementara Arey Baker akan memperkenalkan profesinya sebagai mixologist bagi yang tertarik dengan berbagai racikan minuman.

Untuk kalangan muda penyuka food vlogging, panitia sudah menyiapkan Arie dan Miko dari Froyonion yang siap berbagi tips untuk membuat konten kuliner yang keren. Dan untuk pegiat food writing, ada Ade Putri Paramadita yang akan menunjukkan kepiawaiannya bercerita dan menulis tentang makanan dalam workshop food writing and storytelling.

Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi dan Media Don Kardono mengatakan, “Kuliner Aceh ini patut dicoba. Kalau saya harus menyebut lima top of mind culinary Aceh, saya hafal”.

Pertama, menurut Don, Ayam Tangkap yang sangat legendaris sekali. “Ayamnya dipotong kecil-kecil, digoreng sampai garing, bersama beberapa helai sayur dan bumbu. Hasilnya kering, asin, dan gurih”, ujarnya.

Lalu Kedua ada Mie Aceh yang sebenarnya sudah banyak tersedia di kota-kota besar di Indonesia. Mie Aceh sudah merebak ke mana-mana karena cocok dengan lidah banyak orang. “Pedas dan warna kemerahan membuat mie jenis ini sangat mudah masuk ke kota-kota di tanah air. Bagi penggemar mie dengan nuansa sea food bisa mencoba menu ini,” ungkapnya lebih lanjut.

Selanjutnya ketiga ada Gule Kambing. Menurut Don, inilah yang bikin penasaran para penghobi gule. Seni gule kambing dari Aceh adalah beberapa tulang yang ikut dimasak. Don menyarankan travelers yang ingin mencoba gule kambing ini apalagi yang sensitif dengan daging kambing untuk minum air mentimun sebagai penetralisir. Menurutnya, rasa kuliner gule kambing menjadi kekuatan kuliner Aceh.

“Lalu apa lagi? Ada Gule Plik U, Martabak Aceh, Roti Canai, Ikan Kayu, Sate Matang, Bubur Kanji Rumbi, Daging Masak Putih, dan yang tidak bisa ditinggalkan saat ke Aceh adalah kopi gayo,” ujar Don.

Don mengatakan event Aceh Culinary Festival (ACF) 2019 adalah sebuah ajang berkumpulnya beragam kuliner Aceh dalam satu kesempatan. Don juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan festival kuliner ini lalu mengupload keseruannya di media sosial.

“Yuk ramaikan Aceh Culinary Festival 2019 di Banda Aceh. Jangan lupa posting di media sosial. Upload foto dan video kalian di Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Jangan lupa juga review di Google Local Guide kalian dan semua destinasi kuliner yang asyik di sana,” ungkap Don.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan kuliner adalah produk kultural dari destinasi pariwisata yang paling dicari oleh travelers. Dengan digital mereka mudah mencari dan ke mana harus menemukan lokasi kuliner yang enak.

“Anak anak milenial saat ini selalu mencari review, membaca testimoni orang secara langsung di digital, dan itulah yang mereka percayai,” ungkap Arief.

Berbicara mengenai kuliner, kata Arief, Aceh memang salah satu jawaranya. Kekuatan bumbu rempahnya selalu membuat pemburu kelezatan tak ingin berhenti menikmatinya. Belum lagi kekuatan kopinya yang telah mendunia.

Aceh Culinary Festival (ACF) tahun 2019 kali ini mengusung tema ‘The Authentic Food Experience’ dan menjamin bakal memanjakan wisatawan yang datang. Pasalnya ACF 2019 akan menyajikan 1.000 jenis makanan dan minuman.

Festival yang diselenggarakan selama tiga hari ini nantinya akan diisi berbagai acara menarik seputar kuliner seperti The Food Market yang tersebar dalam enam zona utama. Zona tersebut yakni Zona Rumoh Makan Aceh, Aceh Food Market, Nusantara Food Market, The World Gourmet, Fusion Food, dan Food Innovation. Selain itu, ada berbagai kelas menarik seputar kuliner yang turut mengisi kegiatan Culinary Camp. Mulai dari 50 sesi demo masak, workshop, dan diskusi mengenai kuliner. (*/aldi)