- iklan -

JAKARTA, ITN – Kepercayaan dunia internasional terhadap potensi ekonomi kreatif Indonesia kian menguat. Hal ini tercermin dari penunjukan Indonesia sebagai penyelenggara Year of Creativity 2027 atas permintaan World Creativity Organization (WCO).

Sebagai langkah awal mempersiapkan agenda tersebut, Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya berdiskusi dengan delegasi WCO di Jakarta, Senin (26/10), untuk membahas rencana penyelenggaraan dan peluang kolaborasi ke depan.

-iklan-

“Kami sangat mengapresiasi langkah WCO yang mengundang Indonesia untuk mempertimbangkan peran sebagai tuan rumah Year of Creativity 2027. Kami memandang kreativitas bukan hanya sekadar ekspresi seni, melainkan instrumen strategis yang mendorong inovasi, menciptakan peluang usaha baru, memperkuat daya saing bangsa di kancah internasional, serta menggerakkan pembangunan ekonomi, inklusi sosial, keberlanjutan, dan kemajuan manusia,” ujar Menteri Ekraf.

Indonesia Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Year of Creativity 2027
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya berdiskusi dengan delegasi WCO di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Selama audiensi, delegasi WCO memaparkan gambaran umum Year of Creativity, format kegiatan, serta mekanisme seleksi negara penyelenggara. Indonesia juga menggali pembelajaran dari Brasil yang menjadi tuan rumah Year of Creativity 2026 sebagai referensi dalam mempersiapkan program serupa pada 2027.

Diskusi tersebut turut membahas potensi manfaat program bagi ekosistem ekonomi kreatif nasional, khususnya dalam membuka peluang bagi talenta muda dan pelaku usaha kreatif Indonesia untuk memperluas jangkauan ke pasar global.

Menteri Ekraf menilai, peluang ini perlu dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif Indonesia sekaligus menghasilkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

“Inisiatif ini berpeluang besar menjadi panggung utama untuk memperkenalkan ekosistem kreatif Indonesia ke tingkat dunia. Harapan kami, partisipasi ini tidak berhenti pada gelaran acara saja, tetapi memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan, memperluas jejaring kerja sama antarnegara, serta memperkokoh fondasi industri kreatif kita dalam jangka panjang,” jelas Menteri Ekraf.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Ekraf bersama pihak terkait akan membentuk tim kajian internal untuk menelaah usulan penyelenggaraan Year of Creativity 2027. Kajian tersebut mencakup kesiapan infrastruktur, peluang kemitraan strategis, serta keselarasan program dengan prioritas ekonomi nasional. Hasilnya akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah sebelum mengambil keputusan resmi mengenai partisipasi Indonesia.

Dialog ini menjadi langkah awal untuk menjajaki peluang kolaborasi Indonesia dengan komunitas ekonomi kreatif global. Jika terealisasi, program tersebut diharapkan dapat memperluas pengakuan internasional terhadap talenta, produk, dan karya kreatif Indonesia sekaligus membuka akses ke jejaring dan pasar global.

WCO merupakan organisasi internasional yang berfokus pada promosi kreativitas sebagai pendorong transformasi ekonomi, inovasi, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan. Digagas dan diwakili oleh Co-Founder & Vice President Edna dos Santos-Duisenberg, organisasi ini memulai gerakannya pada Desember 2025 dengan menetapkan Brasil sebagai tuan rumah Year of Creativity 2026. WCO mengembangkan platform kolaborasi global dan mekanisme pengajuan negara tuan rumah (host country bidding) untuk penyelenggaraan tahunan.

Baca juga: https://indonesiatripnews.com/berita/puncak-hekrafnas-2026-kementerian-ekraf-perkenalkan-identitas-bersama-karya-kreatif-nasional/

Edna dos Santos-Duisenberg menyampaikan optimisme terhadap potensi ekonomi kreatif Indonesia dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan menjelang 2027.

“Kami melihat Indonesia memiliki ekosistem kreatif yang sangat dinamis serta berdaya saing tinggi. Kami berharap diskusi awal ini dapat membuka jalan bagi kerja sama yang erat dan berkelanjutan untuk mengangkat potensi kreativitas Indonesia ke panggung internasional pada tahun 2027 mendatang,” pungkas Edna.

Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut, Staf Khusus Bidang Manajemen Internal dan Efektivitas Organisasi Yanuar Pranuradhi; Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah; Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarif Hidayat; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Gemintang Kejora Mallarangeng.

- iklan -