JAKARTA, ITN– ZURICH Indonesia (Zurich) mencatat performa yang gemilang dalam kinerja sepanjang tahun 2018. Meski didera tantangan gejolak ekonomi, seperti melemahnya nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan, serta perlambatan pertumbuhan sektor asuransi, Zurich Indonesia berhasil mencatat kemajuan penting dalam pencapaian keuangan dan skala bisnis di Indonesia.

“Pada tahun 2018, Pendapatan Premi (GWP) bisnis Asuransi Jiwa kami tumbuh 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri asuransi jiwa pada tahun 2018 sebesar -5%. Selain itu, Asuransi Umum kami tumbuh 18% dalam GWP dari tahun sebelumnya, disaat industri asuransi umum hanya bertumbuh sebesar 9%. Selama 3 tahun kebelakang, bisnis Asuransi Jiwa dan Asuransi Umum kami tumbuh di atas industri,” ujar Chief Finance Officer PT Zurich Insurance Indonesia, Hilman Simanjuntrak pada acara “Ngabuburit Bersama Zurich” di Jakarta, Selasa (28/5/19).

Ia mengatakan, “Bisnis Asuransi Jiwa secara khusus mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun 2018. Dari tahun ketahun Agen kami bertumbuh dari 4,677 hingga 5,630, dimana 1,058 nya merupakan agen aktif”.

Kiri ke kanan, Aswan Jaya Head of Planning and Performance Management Zurich Topas Life, Chris Bendl CEO, dan Hilman Simanjuntak. (foto. evi)

“Selain itu, kami juga berhasil mencetak 138 agen Million Dollar Round Table (MDRT). Dengan pencapaian ini Agency Zurich pun berhasil masuk menjadi Top 10 di industri asuransi jiwa. Pada tahun 2018, kami juga memulai inisiatif Agen One Zurich, yang menawarkan produk asuransi jiwa dan umum,” ujarnya lebih lanjut.

Dengan pencapaian pertumbuhan bisnis yang baik pada tahun lalu, Zurich Indonesia optimis bisnis asuransi akan bertumbuh dengan optimal pada tahun ini. Zurich Indonesia melihat potensi yang luar biasa pada market Indonesia, dan berkomitmen untuk senantiasa mengembangkan strategi yang lebih kuat demi memberikan pelayanan yang terbaik untuk Nasabah.

Sementara CEO Zurich Topas Life & Country Manager Zurich Indonesia, Chris Bendl menjelaskan, “Pada tahun 2018 bisnis asuransi umum dan asuransi jiwa kami membentuk sinergi untuk mewujudkan proposisi nilai One Zurich – Growth with Purpose bagi Nasabah, mitra bisnis dan pemegang saham”.

“Dengan pendekatan ini, kami bergerak sebagai satu perusahaan dengan satu fokus, yaitu untuk memberikan nilai tambah kepada Nasabah. Kami membuat Nasabah kami menjadi fokus utama dari seluruh bisnis kami,” ungkap Chris Bendl.

Kedepannya Zurich terus berkomitmen untuk mengembangkan pasar Indonesia. Pada tahun 2018, Zurich mengumumkan rencana akuisisi 80% saham Asuransi Adira yang merupakan transaksi terbesar di jenisnya. Transaksi ini sedang menunggu persetujuan dari OJK.

“Transaksi ini adalah yang terbesar di Indonesia dan merupakan langkah penting bagi perkembangan perusahaan, termasuk untuk membawa Zurich Indonesia menuju profitabilitas.” tutup Chris. (evi)