- iklan -

TEMANGGUNG, ITN- Berwisata ke Temanggung, Jawa Tengah tidak hanya menikmati keindahan destinasi wisata alamnya yang indah dan sejuk.

Indonesiatripnews.com mencoba merasakan kuliner legendaris di Temanggung yang sayang untuk dilewatkan, yakni Waroeng Jadoel.

-iklan-

Baca: https://indonesiatripnews.com/perjalanan-wisata/menikmati-golden-sunrise-di-taman-wisata-alam-posong/

Waroeng Jadoel yang terletak di depan Plaza Telkom tepatnya  di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 102, Jampirejo Tengah, Kabupaten Temanggung ini merupakan warung makan tertua di Jawa Tengah dan sudah beroperasi sejak tahun 1800-an.

Merasakan Masakan Legendaris di Waroeng Jadoel Temanggung
Suasana makan di Waroeng Jadoel. (Foto, evi)

“Warung buka 24 jam dan tidak pernah tutup meskipun tanggal merah atau hari minggu, kecuali saat lebaran. Saya lahir, tinggal, dan besar di sini dan warung ini sudah generasi ketiga yang meneruskannya,” ujar Siti Sukastiyah saat ditemui indonesiatripnews.com belum lama ini.

Menurut Siti yang berusia 77 tahun ini, sejak ibunya masih berjualan, Waroeng Jadoel tidak pernah mengubah bentuk maupun menu makanannya. “Dulu waktu masih ibu saya yang berjualan, warung ini tak hanya masyarakat pribumi saja yang makan di sini tapi juga pernah disinggahi residen Kedu dan kalangan Belanda serta Jepang,” ungkapnya.

Dulu tidak ada nama di warungnya, namun seiring berjalannya waktu menurut Siti masyarakat sekitar menyebut Jadoel, karena saking tuanya dan tak pernah mengubah keberadaan warung serta citarasa masakannya.

Sekilas Waroeng Jadoel ini terlihat tampak biasa saja, karena tidak terlalu besar tempatnya, nanum warung tersebut menjadi saksi perkembangan Kota Temanggung dari zaman dahulu hingga sekarang.

Merasakan Masakan Legendaris di Waroeng Jadoel Temanggung
Ketan Serundeng, salah satu jajanan tradisiona; yang disajikan di Waroeng Jadoel. (foto. evi)

Tak hanya itu, karena keberadaan Waroeng Jadoel yang menjadi saksi bisu sejarah tampak terlihat terpasang penghargaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Temanggung akan dedikasi kebudayaan sebagai pelaku kuliner.

Waroeng Jadoel didirikan oleh Dulah Rujiani yang kemudian dilanjutkan Siti Sukastiyah dan dilanjutkan kembali oleh Yulianto Murtono. Terhitung sudah ada tiga generasi yang mengelola Waroeng Jadoel tersebut.

Merasakan Masakan Legendaris di Waroeng Jadoel Temanggung
Jajanan dalam toples tabung kaca yang memberikan kesan nuansa tempo dulu. (Foto. evi)

Dari pantauan yang terlihat saat singgah ke warung tersebut tampak terlihat bangunan dari luar sangat sederhana dengan pintu dan jendela depan dari kayu dengan warna putih dan biru. Terdapat juga bangku panjang dengan dua sangkar burung yang digantung di depan warung tersebut.

Tidak hanya tampak jadul bangunan tersebut, jajanan yang diletakan di toples-toples tabung kaca tradisional juga terlihat memberikan nuansa khas tempo dulu.

Merasakan Masakan Legendaris di Waroeng Jadoel Temanggung
Menu pilihan Indonesiatripnews.com

“Setiap hari warung bisa menghabiskan 40 kilogram nasi, bahan sayur dan daging lainnya sekitar 5 hingga 10 kilogram,” ungkapnya.

Makanan yang disajikan di warung ini ala rumahan dan sederhana, seperti tempe/tahun bacem, tongkol cabe hijau, tongkol santan, mangut lele, berbagai menu sayur, krecek, opor ayam kampung, telor, brongkos, dan aneka lauk lainnya.

Berbagai aneka jajanan tradisional pun tampak terlihat disajikan mulai dari tape goreng, klepon, ketan serundeng, rondo royal, bola-bola singkong, onde-onde, tahu bakso, tahu isi sayuran, bakwan goreng, tempe goreng, getuk, pisang rebus, pisang goreng, dan lain sebagainya.

Nasi krecek, telor bulat, balado terong, peyek kacang, pisang rebus, dan segelas teh Tambi menjadi pilihan menu makan siang indonesiatripnews.com. Selain teh Tambi, teh gula aren dan wedang tape juga menjadi minuman favorit pengunjung.

Harga makanan yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp2.000 hingga Rp15.000. Biasanya satu orang yang makan di warung ini kurang lebih menghabiskan Rp20.000, itu pun sudah dengan minum dan lauk. (evi)

- iklan -