SAMOSIR, ITN- Tari Tortor dari para naposo bulung (muda-mudi) yang hadir dari berbagai kabupaten di Sumatera Utara meriahkan Festival Gondang Naposo yang berlangsung di Pantai Indah Situngkir Samosir, Sumareta Utara selama dua hari (17-18/4/22).

Gondang Naposo adalah sebuah tradisi yang pelaksanaannya berkaitan dengan muda-mudi. Pelaksanaan Gondang Naposo ini dibuat karena ada kegelisahan hati para orangtua yang memiliki anak siap menikah namun belum menemukan jodoh.

Gondang dimaksudkan sebagai acara yang bersifat ritual, sedangkan Naposo diartikan sebagai muda-mudi yang berlum berkeluarga.

Gondang Naposo Tradisi Etnis Muda Mudi BatakPelaksanaan festival ini diikuti 16 grup yang bertanding. Pada hari pertama, delapan grup tampil dengan menyuguhkan Tortor yang sangat keren, dibarengi persembahan tarian dari berbagai suku di Sumatera Utara oleh Sanggar Sihoda.

Para penonton yang hadir pun sangat terhibur menyaksikan pertunjukan yang di tampilkan para kontestan, bahkan ada juga penonton yang hadir berasal dari daerah lain.

Dalam acara ini panitia membagikan banyak lucky draw yang diberikan kepada peserta dan penonton dengan hadiah-hadiah yang menarik, berupa kerajinan tangan karya UMKM Samosir dan karya warga binaan Rumah Tahanan (rutan) Samosir.

Penayangan perdana film ‘Anak Danau The Series’ oleh Rumah Karya Indonesia serta aksi dari komunitas Stand Up Paddle (SUP) oleh Stand Up Paddle Toba (SUP_toba) juga dilaksanakan di event ini sebagai perkenalan untuk wisata olah raga yang sangat menarik dilakukan di perairan Danau Toba.

Mengawali kegiatan, dilaksanakan Tonggo Raja, seperti layaknya dilaksanakan pada setiap penyelenggaraan acara adat dalam budaya Batak, yang dihadiri kepala desa dan tokoh adat di Kenegerian Parbaba yang mencakup 5 desa, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST, Kepala OPD se-Kabupaten Samosir, panitia, dan para naposo (muda-mudi).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetti Naibaho, S.Sos menyampaikan bahwa Festival Gondang Naposo merupakan event pembuka dalam rangakaian Calendar of Events Horas Samosir Fiesta Tahun 2022.

Kegiatan ini melibatkan peserta dari Samosir dan Sumatera Utara, yang juga melibatkan UMKM asal Samosir yang menjual berbagai produk kriya dan fashion bertema Batak.

Dalam arahannya, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST menyampaikan bahwa Horas Samosir Fiesta merupakan salah satu upaya untuk melestarikan budaya Batak, sekaligus sebagai langkah untuk menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Samosir.

“Pembangunan kepariwisataan tak terlepas dari unsur 3A, yaitu Aksesibilitas, Amenitas, dan Atraksi. Dan, Festival Gondang Naposo yang kita laksanakan saat ini merupakan atraksi yang disuguhkan kepada wisatawan untuk mendapatkan pengalaman berkesan ketika berkunjung ke Samosir,” ujar Bupati Samosir.

Menurutnya upaya pelestarian budaya Batak yang sekaligus dijadikan sebagai sebuah atraksi wisata harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan, karena Samosir adalah Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang harus mampu mempersiapkan diri menjadi daerah tujuan wisata berskala nasional dan internasional.

Gondang Naposo Tradisi Etnis Muda Mudi Batak“Sesuai arahan Pak Menteri bahwa pariwisata harus bangkit, kita harus tindaklanjuti arahan tersebut. Selamat atas pelaksanaan Festival Gondang Naposo, dan saya terus tekankan agar pelaksanaan event ini harus menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Pelaksanaan event Festival Gondang Naposo memang berjalan dengan mengedepankan protokol kesehatan. Di pintu masuk, sudah dipasang barcode aplikasi PeduliLindungi untuk memastikan peserta dan pengunjung yang hadir sudah divaksin minimal dosis ke-2.

Pada event ini, juga dilaksanakan layanan vaksin bagi pengunjung yang bekerja sama dengan Polres Samosir dan Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir. (tom-KITers Sumut)