JAKARTA, ITN- Tujuh desainer muda ISWI Fashion Academy akan membawa harum nama Indonesia di kancah internasional pada ajang Thailand Fashion Week 2023 pada 29-30 November 2022.

Ketujuh desainer muda itu antara lain Syarifah Nadhila S, Natania Laurens, Nadia Veronica, Fidela Azalia H, Mayna Isniati, Julia Alfarzca S. Kakiay, dan Prajna Ayu Majedah. Mereka mengisi dua slot runway yang masing-masing berkolaborasi dengan brand lokal yaitu Ida Wachyuni dan Rumah Ampiek.

ISWI Fashion Academy merupakan sekolah tinggi mode Indonesia yang sebelumnya dikenal dengan nama Asride ISWI sejak tahun 2018.

“Keterlibatan anak-anak ISWI Fashion Academy di Thailand Fashion Week 2022 menjadi kesempatan bagi mereka untuk tahu dan melek dunia fashion internasional. Ini sekalian menguji mental mereka di dunia fashion bertaraf dunia,” ujar Direktur ISWI Fashion Academy, Nani Sunarni di The Neighbourhood, Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).

Tujuh Desainer Muda ISWI Akan Tampil di Ajang Thailand Fashion Week 2023
Karya mahasiswa asal Jakarta Indonesia dari ISWI Fashion Academy akan tampil dalam ajang Thailand Fashion Week Spring-Summer 2023.

Sementara dosen yang juga profesional desainer, Lenny Agustin mengatakan, “Anak-anak ini harus menjajal dunia fashion show internasional agar mereka juga punya bayangan bagaimana pasar dunia dan dengan begitu, karya yang dibuat menjadi lebih berkualitas tanpa meninggalkan identitas brand dan juga DNA Indonesia-nya”.

Dari dua slot yang diambil di Thailand Fashion Week 2023, masing-masing koleksi sangat kuat identitasnya. Pada kolaborasi ISWI Fashion Academi X Ida Wachyuni, koleksi yang dihadirkan bernuansa hitam dengan keindahan Burung Enggang dari Kalimantan Tengah sebagai statement utamanya.

Pada koleksi kolaborasi kedua yaitu ISWI Fashion Academy X Rumah Ampiek, koleksi menonjolkan keindahan tanaman Mangrove yang melintang di hampir seluruh wilayah Balikpapan, Kalimantan Timur. Tanaman mangrove ini tersaji dalam motif batik printing yang ada di permukaan material semi sutra. Kesan mewah jadi sorotan utamanya.

“Kami bertujuh itu mendesain dari nol sampai jadi produk fashion. Namun, ide dasar dari dua kolaborator kami yaitu Ida Wachyuni dan Rumah Apiek,” ujar salah seorang desainer muda, Prajna Ayu Majedah.

Menurutnya dalam proses penciptaan koleksi kolaborasi, hal paling menantang adalah saat harus membuat bentuk Burung Enggang dari Kalimantan Tengah yang menjadi ikon koleksi tersebut.

Pembuatan embroidery burungnya itu handmade alias dibuat oleh tangan. Beberapa potongan item lainnya pun dikerjakan dengan tangan langsung.

Ida Wachyuni mengatakan, “Koleksi Burung Enggang itu sendiri punya makna di baliknya. Burung Enggang diibaratkan sebagai harapan bahwa budaya Indonesia dapat dilihat dan dinikmati di tingkat Internasional”

“Koleksi ini terinspirasi dari filosofi Burung Enggang asal pedalaman Kalimantan Tengah yang bermakna sebagai satu tanda kedekatan masyarakat Indonesia dengan alam sekitarnya,” ungkapnya.

Tujuh Desainer Muda ISWI Akan Tampil di Ajang Thailand Fashion Week 2023
Koleksi ini terinspirasi dari filosofi Burung Enggang asal pedalaman Kalimantan Tengah.

Ada satu desain koleksi yang memperlihatkan embroidery seperti sayap burung merangkul dari belakang. Ini artinya seperti Ida Wachyuni merangkul generasi muda dan mendukung mereka dalam membuat karya. Gaya klasik-elegan ditonjolkan dalam koleksi kolaborasi ini. Tapi yang menariknya, identitas Indonesia tetap ditonjolkan lewat embroidery burung dan permainan aksesori sayap burung.

Total satu bulan persiapan tujuh mahasiswi ISWI Fashion Academy untuk menyajikan koleksi young and edgy dengan sentuhan keindahan Indonesia. Ada 20 looks yang dihadirkan di 2 slot Thailand Fashion Week 2023.

Untuk koleksi kedua yang merupakan hasil kolaborasi ISWI Fashion Academy X Rumah Ampiek, para desainer muda ini lebih berkreasi dengan material yang sudah disediakan pihak kolaborator dalam hal ini oleh Owner Rumah Ampiek, Emi Alaydrus.

Rumah Ampiek membawakan Batik Balikpapan. “Kami menyediakan material untuk para mahasiswi ISWI untuk kemudian dikreasikan sesuai dengan ide muda mereka. Kami hanya memberikan tema utama, namun pengembangan dilakukan oleh para mahasiswi”.

“Hasil akhirnya, saya amat bangga dengan buah tangan para mahasiswi ini. Mereka berhasil merealisasikan ide yang ada di kepala saya, bahkan melebihi ekspektasi saya. Luar biasa,” ungkapnya.

Koleksi ini bertemakan gemulai yang terinspirasi dari sirip dan ekor ikan cupang, bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Ekor ikan cupang yang seperti melangsai terbawa arus air menjadikannya inspirasi koleksi Rumah Ampiek.

Dengan desain yang simple dengan detail plisket tetapi menggunakan bahan bermotif batik Balikpapan menjadikan desain ini terlihat kuat dan berani. (evi)