JAKARTA, ITN- BRAND hijab dan pakaian internasional asal Lebanon, Bokitta, turut meramaikan “Jakarta Ramadan 1440 H” di Plaza Indonesia, Jakarta, 7 – 14 Mei 2019.

Para muslimah kini bisa menambah koleksi jilbab dengan kesan berbeda dari jilbab pada umumnya. Hijab square atau pasmina saat dipakai kita harus menggunakan peniti dan jarum pentul, tapi tidak dengan jilbab Bokitta, hijab ala Timur Tengah ini lebih simple, tinggal pakai tanpa jarum pentul dan penjepit.

Desainnya yang inovatif dan telah dipatenkan, menjadikan Bokitta hijab atau jilbab pertama yang dapat dikenakan secara instan yang masih terlihat seperti selendang tradisional yang dibungkus tanpa menggunakan peniti ataupun jarum.

Desain eksklusif dilindungi oleh paten yang diajukan di Indonesia seperti di semua negara lain di mana sekarang tersedia. “Bokitta adalah pencipta jilbab kontemporer tanpa jarum atau peniti yang pertama di dunia untuk wanita abad 21 yang moderen mandiri dan percaya diri,” ujar Chairman, Mubde Absi saat jumpa pers “Jakarta Ramadan 1440 H” di Plaza Indonesia, Jakarta, Rabu (8/5/19).

Bokitta, yang didirikan di ibukota budaya Timur Tengah, Beirut, Lebanon pada tahun 2009 akan menjadi bagian dari perluasan mereknya di seluruh Indonesia sebagai bagian dari aspirasinya untuk jangkauan global.

Menurutnya beberapa bulan dan tahun mendatang, perusahaan akan memperkenalkan merek Bokitta di seluruh Indonesia agar bisa memenuhi kebutuhan perempuan abad ke-21 di Tanah Air dengan kesadaran akan identitas mereka sendiri dan keinginan mereka yang semakin besar akan pilihan pribadi.

Selain butik dan pusat perbelanjaan di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Brunei, Singapura dan juga di Timur Tengah, saat ini Bokitta hadir di empat Centro Department store di seluruh Indonesia.

Pelanggan internasional Bokitta yang mengenakan berbagai cetakan artistik buatan tangan, yang mencerminkan dan mengekspresikan emosi dan kepribadian mereka, telah menjadi bagian dari keluarga Bokitta internasional yang berkembang yang menyebut diri mereka “Bokitta Lovers”.

“Banyak dari syal kami adalah storyboard berbahan kain yang membuatnya menjadi cetakan edisi terbatas yang juga khas dan memiliki nilai pendidikan,” ungkap Mubde Absi.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Terbuat dari berbagai macam serat alami dan buatan manusia berkualitas tinggi, termasuk sutra, katun, sifon, dan poliester yang semuanya terjangkau oleh perempuan pekerja”.

Portofolio desain syal Bokitta yang berubah secara musiman terinspirasi oleh kisah-kisah orang dan tempat-tempat dari berbagai belahan dunia, yang menggambarkan budaya, tradisi, legenda, flora dan fauna nasional dan lokal.

Setiap kuartal musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin, tim kreatif perusahaan menghasilkan desain baru yang menggabungkan warna pantone dalam mode musiman yang cocok dengan koleksi rumah mode dunia dari haute couture hingga high street. (sishi)