JAKARTA, ITN– Tidak hanya wedangan (minuman hangat di malam hari), Semarang terkenal dengan lumpia yang menjadi makanan khas Kota Semarang.

Cita rasa lumpia ini merupakan perpaduan rasa Tionghoa dan Indonesia, karena memang penemu lumpia adalah seorang masyarakat keturunan Tionghoa yang menikah dengan penduduk asli Semarang.

Tak hanya itu, bandeng presto, tahu petis, wingko babat, dan masih banyak lainnya mewarnai ragam kuliner kota tersebut.

Saat ini Kota Semarang terus berbenah dan berupaya menyiapkan berbagai insfrastruktur pendukung pariwisata agar wisatawan yang berkunjung merasa nyaman berkunjung di Kota Semarang.

Berbagai kegiatan wisata kuliner, wisata belanja dilakukan diantaranya kegiatan Angkringan Piggir Kali, Waroeng Semawis, Pasar Senggol, Pasar Imlek Semawis, Semarang Agro Expo, Semarang Great Sale, Lawang Sewu Open Kitchen, dan lain sebagainya.

Banyaknya kuliner di Semarang menjadikan kota ini meraih Juara 1 Trisakti Tourism Award 2019 pada Kategori Kuliner dan Belanja dilanjutkan Kota Surakarta sebagai Juara 2 dan Kota Medan sebagai Juara 3.

Trisakti Tourism Award merupakan penghargaan yang ditujukan kepada daerah sehingga bisa memotivasi dalam membangun pariwisata lebih baik lagi.

Award ini diikuti 60 peserta da terpilih 14 daerah di Tanah Air yang berhasil meraih penghargaan Trisakti Tourism Award 2019.

“Prosesnya dilakukan sejak tahun 2018 yang melibatkan tim kerja, pelaku pariwisata, asosiasi, akademisi, public relation dan membangun semangat selama satu tahun lebih hingga penilaian yang dilakukan oleh juri-juri handal,” ujar pendiri serta Penggagas Trisakti Tourism Award Wiryanti Sukamdani dalam sambutannya pada malam penghargaan Trisakti Tourism Award 2019 di Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta, Minggu (22/12/19).

Dalam melakukan penilaian, juri-juri yang terlibat yakni Ketuanya Sapta Nirwandar yang juga pernah menjabat Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2011-2014, serta memiliki anggota dalam melakukan penilaian di mana Praktisi Ekowisata David Makes, Praktisi Perjalanan Wisata Budi Tirtawisata, Praktisi Kebudayaan Ayu Dyah Pasha, Praktisi Wisata Kuliner Siti Radarwati, dan Praktisi Pemasaran Hermawan Kartajaya.

Pihaknya sangat optimis terhadap pariwisata, pasalnya pariwisata merupakan angin segar buat indonesia. Pariwisata tidak pernah berhenti, tidak pernah habis bila dibandingkan dengan sektor lainnya seperti migas.

“Melalui Trisakti Tourism Award menjadikan daerah semakin semangat dalam membangun pariwisata apalagi pariwisata harus menjadi motor devisa dalam membangkitkan perekonomian Indonesia,” lanjutnya.

Di sisi lain Presiden Indonesia ke-5 Megawati melihat bahwa penghargaan ini memiliki arti penting buat masyarakat Indonesia apalagi kata Trisakti diambil dari Bung Karno.

“Masyarakat Indonesia sebenarnya naluri bergotong royong bukan seperti orang barat, untuk melaksanakannya maka panduannya Bung Karno.Trisakti pelaksanaannya gotong royong, berdaulat dibidang politik dan tanpa berdaulat maka bisa dijajah lagi, berpolitik bebas aktif, bangunlah peradaban dunia itu,” paparnya.

Lebih lanjut Megawati mengatakan, “Berdiri di atas kaki sendiri di ekonomi, Indonesia kaya sekali oleh karenanya dijajah selama 350 tahun. Indonesia memiliki jalur rempah, oleh karenanya Menteri Pariwisata Pak Wishnutama harus membangkitkan kembali apa yang menjadi pariwisata Indonesia dan itu luar biasa  keindahan Indonesia”.

Sementara itu, Praktisi Pariwisata Indonesia Sapta sekaligus salah satu juri Trisakti Tourism Awards mengatakan Trisakti Tourism Award adalah penghargaan ditujukan kepada daerah, otomatis melalui ajang ini kian tergerak membangun pariwisata.

“Penilaian melalui video potensi wisata dalam satu kategori yang dipilih, survey langsung dan data sekunder. Ada 60 daerah yang mengajukan destinasi mana yang layak untuk ditampilkan. Bisa dibayangkan dari total 514 kabupaten di Indonesia, jika masing-masing mengajukannya maka potensi pariwisata Indonesia luar biasa,” ungkapnya.

Berikut, daerah di Indonesia yang meraih penghargaan Trisakti Tourism Awards 2019:

A. Kategori Wisata Bahari adalah:
Pemenang 1 : Kabupaten Raja Ampat
Pemenang 2 : Kabupaten Sumbawa
Pemenang 3 : Kabupaten Belitung

B. Kategori Ekowisata adalah:
Pemenang 1 : Kabupaten Banyuwangi
Pemenang 2 : Kabupaten Kulon Progo
Pemenang 3 : Kota Batu

C. Kategori Wisata Warisan Budaya adalah:
Pemenang 1 : Kabupaten Tabanan
Pemenang 2 : Kabupaten Sumba Barat Daya
Pemenang 3 : Kota Payakumbuh

D. Kategori Wisata Kuliner dan Belanja adalah:
Pemenang 1 : Kota Semarang
Pemenang 2 : Kota Surakarta
Pemenang 3 : Kota Medan

Penerima Special Recognition dari Dewan Juri adalah:
1. Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro)
2. Provinsi Sumatera Selatan. (evi)