- iklan -

 JAKARTA, ITN- Digitalisasi sangat penting bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi. Melalui digitalisasi, UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas merek, dan mengoptimalkan proses bisnis.

“Perkembangan teknologi dan internet mengubah cara belanja masyarakat, konsumen kini lebih sering menggunakan HP untuk belanja dan cari info. Banyak UMKM, belum memanfaatkan digital secara optimal. UMKM tidak boleh tertinggal, pelaku usaha harus berani melakukan digitalisasi untuk mendapatkan cuan lebih besar,” ujar Fariz Dhana dari bisnisbekasi.id pada acara Pelatihan UMKM Langkah Mudah Berjualan Online untuk Pemula di Era Digital” yang digelar Wanitaindonesia.co di Swiss-Belresidences Kalibata, Jakarta, Minggu (1/6/2025).

-iklan-

Menurutnya dengan digitalisasi dapat membantu UMKM menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan omzet. “Yang awalnya pembelinya hanya masyarakat sekitar dengan digitalisasi bisa menjangkau lebih luas hingga ke luar kota atau provinsi ,” ungkapnya.

“Dengan Go Digital, UMKM bisa bersaing lebih kuat dan berkembang lebih cepat, dan mengapa harus go digital? Karena konsumen lebih suka belanja lewat HP dari bangun tidur hingga mau tidur lagi, bahkan lampu sudah dimatikan belanja dulu masukan ke keranjang cek outnya nanti, dan besoknya baru di payment,” paparnya.

Teknologi Digital Kunci Bagi UMKM Memporeh Pasar yang Berharga
Foto bersama dengan nara sumber, kiri ke kanan Fathul Jamil (Komisaris PT Wanita Gemilang), Renaldy (Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil, Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI), Fariz Dhana (Chief Education Officer Bisnisbekasi.id) Cariban (Manager Digital Touch Point/Adsqoo), Imam Alfaruq (Wakil Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa), dan Budi Winarno (tim wanitainsonesia.co).

Persaingan bisnis makin ketat, menurutnya yang belum online akan kalah bersaing dengan yang sudah online duluan. Kemungkinan yang sudah melakukan penjualan secara online sudah mencapai kesuksesan.

Fariz menjelaskan, “Untuk dapat melalui hambatan dan tantangan sebelum memulai jualan secara online  kita harus mengenali nilai produk yang akan dijual di online apakah produk kita merupakan kebutuhan atau apakah produk kita menjadi suatu solusi bagi customer”.

“Produk kebutuhan ini tentunya ada banyak orang atau mungkin seller itu tidak terlalu berpromosi atau butuh promosi digital, misalnya seperti produk sembako, sabun mandi. Sedangkan solusi menjawab permasalahan yang ada bagi masyarakat seperti di konsumen, contohnya kursi kita rusak nah konsumen mencari solusi apakah harus beli baru,” ujarnya.

Namun menurutnya ada produk-produk yang bisa masuk di keduanya misalnya produk skin care, skin care bisa jadi produk kebutuhan, solusinya ketika ada orang-orang yang tidak biasa pakai skin care tetapi untuk orang yang berjerawat itu menjadi solusi. Intinya  ada alasan kenapa pembeli harus membeli produk kita, itu yang menjadi selling pointnya, dan menjadi nilai jual serta harus dibeli.

“Setelah itu menentukan target, misalnya produk kita ditujukan kepada wanita atau anak-anak dan di rata-rata usia berapa, karena masing-masing buyer personal ini tentunya berbeda-beda cara marketing dan penyampaiannya,” jelasnya.

Teknologi Digital Kunci Bagi UMKM Memporeh Pasar yang Berharga
Peserta pelatihan “UMKM Langkah Mudah Berjualan Online untuk Pemula di Era Digital” foto bersama di akhir acara. (foto. dok. indonesiatripnews.com)

Lebih lanjut Fariz menyampaikan kepada peserta pelatihan apakah umroh itu bisa ditawarkan untuk usia gen z, dan bagaimana cara marketingnya?. Beberapa peserta pelatihan mencoba menjawab dengan berbagai penyampaian yang berbeda.

“Kita harus tahu kebiasaan Gen Z itu maunya bagaimana, dan rata-rata tidak mau diatur, dalam hal diminta kerja misalnya saat kita minta dibuatkan kopi, ia akan menjawab ngapain buat kopi kan tinggal pesan saja nanti kopinya juga datang. Nah kalau menawarkan umroh untuk mereka bisa ditawarkan dengan cara memberikan paket-paket wisata atau umroh backpakeran, jadi jangan menonjolkan umrohnya tapi lebih ke tambahan wisata atau jalan-jalannya,” ungkapnya.

Fariz mengatakan, setelah mengetahui keinginan pembelinya seperti apa, disarankan membuat marketing dengan konten, mengemas secara baik dan mengedukasi agar yang tadinya tidak ingin membeli jadi ingin membeli.

Platform Digital

UMKM memiliki berbagai pilihan platform digital untuk membantu memasarkan produk dan mengembangkan bisnis, namun menurut Fariz harus tepat pemilihannya. Berikut pilihannya:

  • WhatsApp; fitur chat langsung, broadcast, status group, katalog gunakan di WA Bisnis. Kelebihan mudah digunakan, pelanggan sudah familiar, cocok untuk pelanggan tetap. Kekurangannya sulit menjangkau pelanggan baru secara organik.
  • Facebook; fitur group jual beli, marketplus, fanpage, dan live. Kelebihannya ada komunitas aktif, bisa jual ke banyak orang tanpa iklan. Kekurangannya mulai ditinggalkan anak muda, banyak yang menipu.
  • Instagram; fitur post foto/video, story, reals, link ke WA/toko. Kelebihannya produk tampil estetik, cocok produk visual. Kekurangannya butuh konten bagus dan kosisten.
  • Google Bisnisku (Google Maps); fitur tampil di pencarian dan maps, foto, jam buka, dan ulasan. Kelebihannya cocok layanan lokal, gratis, dan mudah dipakai. Kekurangannya tidak bisa untuk produk kirim jarak jauh.
  • Website; fitur profil bisnis, katalog, blog, pembayaran, dan integrasi medsos. Kelebihannya kontrol penuh tampilan, branding kuat, dan SEO organik. Kekurangannya butuh biaya dan pengetahuan teknis dan butuh waktu bangun trafik.
  • Shopee; fitur upload produk, gratis ongkir, voucher, naikkan produk, dan live. Kelebihannya banyak pembeli siap beli, promo gratis ongkir, dan jangkauan nasional.
  • Tiktok; fitur video pendek, music tren, efek, Tiktok Shop, dan live. Kelebihannya bisa viral cepat, sedangkan kekurangannya perlu belajar video editing.

Pada kesempatan tersebut Fariz Dhana mengajak dan menerangkan langkah-langkah kepada peserta yang belum memiliki platform digital untuk bergabung menjual produk melalui platform Shopee.

Selain pembicara Fariz Dhana (Chief Education Officer Bisnisbekasi.id), nara sumber Wanitaindonesia.co juga menghadirkan nara sumber Renaldy (Asisten Deputi Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil,Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM RI), Cariban (Manager Digital Touch Point/Adsqoo), dan Imam Alfaruq (Wakil Ketua Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa). evi

- iklan -