JAKARTA, ITN, Pada Sabtu (7/3/2026) terdengar suara alunan ayat suci Al-Qur’an dari Masjid Mabes TNI AD di Jalan Veteran, Jakarta saat Indonesiatripnews.com menghadiri acara “Teladan Mengaji & Berbagi” yang digelar Teladan Thalabul Ilmi Lintas Angkatan bersama Ikatan Keluarga Alumni Teladan (IKAT).
Dari pantauan yang terlihat ratusan peserta alumni lintas Angkatan Bersama IKAT dan peserta dari penerima santunan anak yatim memenuhi masjid dan melakukan Khataman Al-Qur’an bersama.
“Teladan Mengaji & Berbagi”, sebuah gerakan kebersamaan alumni lintas angkatan yang memadukan kegiatan keagamaan, edukasi, dan kepedulian sosial dalam rangka menyemarakkan Bulan Suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai ini diisi dengan solat ashar berjamaah, mendengarkan tausiyah dan pesan Ramadhan dari Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, sambutan dari Garibaldi (Boy) Thohir, Ketua Ikatan Keluarga Alumni Teladan, dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 250 anak yatim, sebagai kegiatan utama Ramadhan.
“Di masjid yang agung dan indah ini dalam rangka pengajian dan berbagi sesama anak yatim dan kebetulan hari ini memasuki hari ke-17 Nuzurul Qur’an untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada panitia dan kehadiran sahabat saya Bapak Menteri Prof Dr Abdul Mu’ti, jarang bertemu tetapi hati selalu dekat. Syukur alhamdulillah kami dari pengurus IKAT SMAN 3 Setiabudi Jakarta atas perkembangannya menggelar acara hari ini yang tujuan utamanya silaturahim diantara alumni dan berbagi sesama dengan anak yatim di bulan mulia Ramadhan ini. Dengan pengajian ini, diharapkan Allah bisa memberikan hidup kepada kita semua.,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Alumni Teladan, Boy Thohir dalam sambutannya saat membuka acara.
Pada kesempatan yang sama Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sebelum menyampaikan tausiyah dan pesan Ramadhannya memulainya dengan sebuah pantun, “Burung Murai Burung Terkukur terbang rendah di atas sana, kalau kita pantai bersyukur insyaAllah hidup kita akan berkah”.
“Momen kali ini selain sebagai wujud silaturahim juga sebagai tanda syukur kita kehadirat Allah, karena alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan, kesempatan, dan umur panjang. Biasamya mohon maaf kalau bertemu alumni selain berita suka ada berita duka cita,” ujarnya Mendikdasmen Abdul Mu’ti lulusan SMA tahun 1986 ini.

Mendikdasmen mengatakan, “Pendidikan agama melalui pemahaman Al-Qur’an dinilai harus menjadi kunci penting dalam membentuk generasi yang bertakwa dan berakhlak mulia”.
Menurutnya, pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, bukan sekedar bacaan semata. Karena umat Islam perlu memahami bahwa Al-Qur’an merupakan kitab suci yang diturunkan Allah sebagai petunjuk, rahmat, dan cahaya bagi manusia.
“Ketika membaca Al-Qur’an perhatikan langkah-langkah yang harus diperhatikan agar umat Islam mendapatkan petunjuk dari Al-Qur’an, yakni diantaranya membaca dengan hati yang bersih, menjaga kesucian diri, serta memulai bacaan dengan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan,” ungkapnya.
Membaca Al-Qur’an menurutnya juga dianjurkan dengan memahami makna melalui terjemahan maupun tafsir agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara mendalam.
“Makna dalam membaca Al-Qur’an, ada dua fungsi dengan membaca Al-Qur’an yang pertama Al-Qur’an itu berisi peringatan-peringatan untuk kita yang membacanya supaya senantiasa berada di jalan yang benar, dan makna yang kedua dengan membaca Al-Qur’an itu kita menjadi orang yang punya ingatan yang kuat, tidak cepat pikun. Karena itu sering membaca Al-Qur’an, apalagi menghafal Al-Qur’an itu menjadi stimulasi terkini, otaknya senantiasa aktif. Banyak-banyaklah membaca Al-Qur’an agar alzheimernya lebih lambat,” katanya.
Setelah memahami isi Al-Qur’an, langkah berikutnya adalah melakukan muhasabah atau introspeksi diri. Setiap perintah yang terdapat dalam Al-Qur’an perlu diamalkan dan setiap larangan harus dihindari. “Sehingga, nilai-nilai Al-Qur’an dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti juga menjelaskan tujuan utama ibadah puasa sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Ciri-ciri orang bertakwa antara lain beriman kepada Allah, rajin melaksanakan salat, serta gemar bersedekah dan membantu sesama.
“Orang bertakwa juga digambarkan sebagai mereka yang bersedia menginfakkan harta yang dicintainya kepada orang lain, terutama kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan. Sikap berbagi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang diajarkan dalam Islam,” ungkapnya lebih lanjut.
Selain sedekah, menurutnya, pendidikan juga disebut sebagai cara penting untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinan. Memberikan akses pendidikan yang baik diyakini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

“Melalui penguatan pendidikan agama dan nilai-nilai Al-Qur’an, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan generasi Indonesia yang unggul menuju tahun 2045,” papar Prof. Abdul Mu’ti.
Pada kesempatan yang sama, Zulfikar Latief selaku Ketua Thalabul Ilmi dan Ketua Panitia Teladan Mengaji & Berbagi yang didampingi Meyzi Moechsin selaku Ketua Bidang Sosial & Edukasi IKA Teladan menambahkan, “Kami berharap melalui kegiatan yang diikuti Alumni SMAN 3 Jakarta ini selain bersilaturahmi dapat menambah ukhuwah Islamiyah dan berbuat kebaikan serta kepedulian sosial di bulan Ramadhan, dapat menjadi gerakan kebersamaan yang berkelanjutan serta memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat”.














































