JAKARTA, ITN- Mengawali awal tahun 2021, DBS CIO melihat adanya perkembangan positif di tahun 2021. Perkembangan vaksin yang baik memberikan harapan bahwa ekonomi global dapat kembali pulih.

Chief Investment Officer, DBS Bank Hou Wey Fook mengatakan, hal ini terlihat dengan adanya pemulihan dalam pendapatan korporasi di tahun 2021 yang disebabkan oleh berkurangnya kebijakan penutupan wilayah serta adanya pembukaan wilayah secara perlahan. Di saat yang bersamaan, kebijakan stimulus dari pengeluaran fiskal dan suku bunga riil yang negatif dapat mendukung pemulihan perekonomian.

Pasar modal juga mulai berangsur pulih seiring dengan saham bernilai rendah mulai bertumbuh, seperti industri pariwisata, serta perbankan dan saham energi. Hal terpenting ialah rotasi ini menghasilkan “perluasan” pasar, dimana tidak hanya dikuasai oleh Big Tech saja.

“Masyarakat tetap berinvestasi dengan Barbell Strategy, dimana berfokus pada dua hal, yakni pertumbuhan nilai aset dan pendapatan. Portofolio Barbell telah mencatat pertumbuhan sebesar 17%, lebih tinggi 6% dari index sebelumnya yang terdiri dari 50% saham global dan 50% obligasi global, per 10 Desember 2020,” ujarnya pada sesi online interview bersama Chief Investment Officer, DBS Bank Hou Wey Fook, Senin (4/1/2021).

Dalam sisi pertumbuhan, DBS CIO menyarankan untuk membeli dari perusahaan I.D.E.A – Inovator, Pembaharu (Disruptor), Pembuka Kesempatan (Enabler), dan Penyadur (Adapter). Perusahaan ini akan beradaptasi dengan cepat menuju ekonomi digital. DBS CIO juga menambahkan “Vaccine Winners“, perusahaan yang sangat terdampak oleh pandemi. Dari sisi pendapatan, tetap menggunakan obligasi BBB/BB dan saham deviden seperti Singapore REITs.

Menurutnya, perkembangan vaksin yang membuahkan hasil positif telah memberikan harapan bagi perekonomian global untuk kembali ke normal, dimana banyaknya negara sudah mulai membuka kembali wilayahnya.

Pasar modal telah memasuki zona sehat dimana saham bernilai rendah mulai bertumbuh. Tetap berinvestasi dengan portofolio Barbell yang meliputi pertumbuhan nilai di sisi yang satu dan pendapatan di sisi yang lain.

Pertumbuhan positif terjadi di perusahaan  Inovator, Pembaharu (Disruptor), Pembuka Kesempatan (Enabler), dan Penyadur (Adapter). Di sisi yang sama, pertumbuhan positif juga terjadi pada “Vaccine Winners“, yang meliputi perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, properti Asia, perbankan global, dan saham energi.

Langkah Bank Sentral AS memasukkan obligasi korporasi ke dalam perangkat kebijakan pelonggaran kuantitatif (quantitative easing, QE) mengindikasikan obligasi korporasi sebagai aset yang menghasilkan pendapatan “aman”. Titik manis dalam hal rasio imbal hasil/tingkat gagal bayar (yield/default rate ratio) adalah kredit berperingkat BBB/BB di Asia dan Eropa. Periode portofolio dipertahankan rata-rata selama 5 tahun.