JAKARTA, Indonesiatripnews.com: Sebanyak tiga karya inovasi terbaik berhasil mendapatkan penghargaan Black Innovation dari BlackXperience.com selaku penggagas kompetisi inovasi ini.

Kehadiran karya-karya inovasi terbaik Black Innovation diharapkan dapat menjadi aset kreativitas bangsa dan mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

BlackXperience.com melihat bahwa sebagai bangsa yang kreatif, Indonesia kaya akan ide atau gagasan yang sangat kompetitif dan layak menjadi aset kreatif bangsa.

“Ajang Black Innovation mendorong secara konsisten hadirnya karya-karya inovasi yang memiliki nilai dalam kehidupan dan dapat bermanfaat bagi masyarakat”, ujar Herris Satya dari Perwakilan BlackXperience di Jakarta, Rabu (2/3).

Ajang kompetisi Black Innovation 2015 yang diinisiasi oleh BlackXperience.com dan tahun ini memasuki era digital. BlackXperience.com berhasil menjaring ratusan karya inovasi yang mendaftarkan karya inovasinya melalui medium digital. Proses kompetisi berlangsung cukup panjang dari 28 September 2015 hingga 1 Desember 2015.

Di final, 20 karya para innovator bersaing untuk terpilih melalui proses presentasi idenya secara langsung di hadapan para juri. Dari proses final penjurian tersebut terpilihlah 3 karya inovasi pemenang Black Innovation 2015 yang dapat disimak oleh semua orang melalui microsite blackinnovation.blackxperience.com dalam bentuk Museum 360, yaitu 3D digital exhibition.

Salah satu karya inovasi terbaik pemenang Black Innovation 2015 memunculkan ide inovasi berupa setrika anti bolong karya Khaidir Furqoni dari Jakarta. Selain itu terdapat pula karya pemenang asal Yogyakarta, Yulianto Hiu, yang memunculkan inovasi gantungan tas.

Karya inovasi lainnya yang berhasil meraih penghargaan Black Innovation adalah inovasi mufe (tempat perkakas) dari Algi Ramdhan dari Bogor. Selain karya inovasinya yang muncul di Museum 360, ketiga innovator tersebut masing-masing mendapatkan hadiah uang sebesar Rp 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah).

Kepala Sub Direktorat Pasar Ritel Luar Negeri Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI, Noviza Temenggung menambahkan, “Kehadiran ide-ide kreatif berbasis inovasi ini nantinya akan didukung oleh Bekraf. Anak-anak muda yang memiliki ide, bisa jadi dipromosikan Bekraf kepada industri yang sesuai dengan bidang mereka”.

“Tugas kami disini menjembatani antara pelaku kreatif dengan pasar, terlebih dengan terbukanya pasar di Indonesia otomatis Bekraf dan pelaku industri harus bergandengan tangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bekraf Republik Indonesia, Triawan Munaf menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan kompetisi inovasi “Black Innovation” sebagai bagian dari pengembangan kreativitas inovasi anak muda Indonesia.

“Di era digital ini, market dunia ada di depan mata kita, ada di tangan kita. Ruang-ruang di internet itu tidak mengenal batas, sehingga dibutuhkan konten-konten yang semakin banyak, kreasi, dan inovasi baru, serta materi-materi dari pelosok daerah yang tadinya tidak tereksplorasi jadi sangat dibutuhkan untuk mengisi ruang-ruang kosong tersebut,” ujar Triawan Munaf saat dimintai komentarnya.

Triawan menambahkan tantangan di industri kreatif ini sangat menarik, dan diperlukan inovasi yang terus menerus karena percepatan yang sangat luar biasa. Jadi, dengan adanya kompetisi inovasi akan sangat membantu sekalil.

Namun, Triawan menegaskan, bahwa pemerintah tidak bisa sepenuhnya menangani iklim kompetisi di industri kreatif. Dibutuhkan peran swasta dan lembaga lain yang mau terlibat bahkan menjadi inisiator, dan itu memang karakteristik orang-orang kreatif. Program Black Innovation menjadi salah satu wujud nyatanya.