JAKARTA, ITN– PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), perusahaan daur ulang limbah PET terkemuka di Indonesia berhasil mempertahankan kinerja yang baik selama kuartal pertama tahun 2026 dengan penjualan sebesar Rp177 miliar, naik 36% dari periode yang sama tahun lalu.
Hasil tersebut dijabarkan dalam laporan keuangan Q1-2026 mereka yang baru-baru ini diterbitkan.
“Pada awalnya persereon menargetkan pertumbuhan kinerja keuangan hingga 10 persen, namun meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik geopolitik antara lain Iran dan Amerika Serikat serta penguatan dollar AS membuat perusahaan menyesuaikan target menjadi lebih moderat, jadi agak sedikit kita turunkan targetnya” ujar Direktur INOV, Lee Yong Hwa pada acara Public Expose PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur INOV Suhendra Setiadi menjelaskan ada berbagai langkah yang disiapkan perusahaan untuk meningkatkan kinerja di tahun 2026, antara lain memperluas portofolio usaha dengan menambah dua lini bisnis baru, yaitu produksi resin/chips daur ulang serta perakitan peralatan industri mesin tekstil.
Langkah strategis ini menurut Suhendra Setiadi diambil untuk mendiversifikasi pendapatan INOV dan memperluas portofolio bisnis INOV. Dengan adanya dua lini bisnis baru ini, INOV berharap dapat memperkuat posisi bisnis sekaligus mencapai kestabilan usaha perusahaan melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki.
Selanjutnya, INOV juga meremajakan mesin-mesin lama yang boros energi dan berkapasitas rendah. “Dengan peremajaan ini, proses kerja pabrik menjadi lebih optimal dan efisien,” ujar Suhendra.
Langkah lain yang akan diambil INOV untuk optimalisasi adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi. Sumber energi yang digunakan INOV meliputi listrik, gas, cangkang sawit, cangkang kemiri, dan serpihan kayu.
“Dengan strategi ini, sesuai target kinerja perusahaan untuk tahun berjalan, INOV optimis dapat mempertahankan kinerja positifnya sepanjang tahun 2026. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi operasional guna mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan di masa depan,” jelas Suhendra.
Sebagai informasi, INOV mampu mempertahankan kinerja yang baik selama kuartal pertama tahun 2026 dengan penjualan sebesar Rp177 miliar, naik 36% dari periode yang sama tahun lalu.
Penjualan INOV kuartal ini dihasilkan oleh Re-PSF dengan kontribusi sebesar 53%, Non-Woven 20% dan Homeware and Others sebesar 27%. “Kami bersyukur bisa mempertahankan kinerja penjualan kami, dan sekaligus tetap berperan dengan baik dalam bisnis ini,” ujar Direktur Utama INOV, JaeHyuk Choi.
Pada hari ini Rabu (10/6/2026), INOV telah melaksanakan RUPS Tahunan dimana hasil rapat antara lain adalah menyetujui Laporan Tahunan/Keuangan Perseroan tahun buku 2025 dan menyetujui permohonan pengunduran diri Lee Sang Chae selaku Direktur.
Susunan Komisaris serta Direktur INOV:
Komisaris Utama, Bapak Jung Hyo Choi
Komisaris Independen, Bapak Widhyawan Prawiraatmadja
Direktur Utama, Bapak Jae Hyuk Choi
Direktur, Bapak Wonhyuk Choi
Direktur, Bapak Victor Seng Hyeok Choi
Direktur, Bapak Suhendra Setiadi
Direktur, Bapak Lee Yong Hwa









































