JAKARTA, ITN – Budaya fika asal Swedia kini semakin dekat dengan masyarakat Indonesia melalui berbagai pengalaman yang dihadirkan IKEA Indonesia di gerai-gerainya.
Fika sendiri merupakan tradisi khas Swedia yang identik dengan momen beristirahat sejenak sambil menikmati kopi, kudapan manis, serta berbincang santai bersama orang terdekat.
Lebih dari sekadar coffee break, fika dipahami sebagai bagian dari gaya hidup yang menekankan keseimbangan, relaksasi, dan koneksi sosial di tengah aktivitas sehari-hari.

Sebagai perusahaan ritel asal Swedia, IKEA menghadirkan konsep fika melalui area khusus seperti IKEA Café dan Fika Corner yang dirancang dengan nuansa Skandinavia yang hangat, minimalis, dan nyaman.
Pengunjung dapat menikmati kopi hangat ditemani pastry khas seperti cinnamon bun atau kanelbulle, salah satu kudapan ikonik dalam budaya fika.
Suasana tersebut juga diperkuat dengan konsep ruang berkumpul yang santai di Swedish Restaurant, menjadikan area makan IKEA bukan hanya tempat menikmati hidangan, tetapi juga ruang interaksi sosial bersama keluarga maupun rekan kerja.
Komitmen IKEA dalam menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari kembali ditunjukkan melalui program “Brew Takeover: with Mikael Jasin” yang digelar di IKEA Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman coffee bar langsung di dalam toko dengan pendekatan yang sederhana dan relevan untuk diterapkan di rumah. Pengunjung dapat menyaksikan proses live brewing oleh Mikael Jasin sekaligus mencoba berbagai menu kopi seperti Kopi Susu Biskuit dan Mocha Dubai Pistachio.

Commercial Food Manager IKEA Indonesia, Ariane Vinsontia, menjelaskan bahwa IKEA ingin menunjukkan bahwa menikmati kopi enak di rumah tidak harus menjadi sesuatu yang rumit.
Menurutnya, visi IKEA untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik juga diwujudkan melalui pengalaman sederhana seperti menikmati secangkir kopi dengan rasa yang konsisten dan mudah dibuat sendiri di rumah.
Melalui kegiatan ini, IKEA memperlihatkan bagaimana kombinasi bahan, teknik penyeduhan, dan penggunaan peralatan rumah tangga yang tepat dapat membantu masyarakat menikmati kopi dengan cara yang lebih personal.
Dalam sesi tersebut, Mikael Jasin yang dikenal sebagai World Barista Champion 2024 turut memperlihatkan proses penyeduhan kopi menggunakan berbagai peralatan kopi yang seluruhnya tersedia di IKEA.
Mikael menjelaskan bahwa pengalaman menikmati kopi tidak hanya ditentukan oleh teknik penyeduhan, tetapi juga oleh pemilihan bahan yang digunakan.
Salah satu bahan yang diperkenalkan dalam sesi tersebut adalah Arummi Cashew Milk, susu berbahan dasar kacang mete pertama yang diproduksi di Indonesia dan dikembangkan sebagai alternatif susu non-dairy untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut Mikael, karakter Arummi Cashew Milk yang creamy dengan sentuhan rasa nutty dan sedikit umami mampu berpadu dengan kopi tanpa menghilangkan karakter asli kopi itu sendiri.
Kombinasi tersebut menciptakan profil rasa baru yang tetap familiar bagi penikmat kopi. Selain memberikan dimensi rasa yang berbeda, susu berbahan dasar kacang mete ini juga dinilai lebih ramah bagi konsumen dengan intoleransi laktosa.
Produk tersebut aman dikonsumsi oleh anak usia dua tahun ke atas maupun ibu hamil sehingga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati minuman berbasis susu tanpa kandungan laktosa.

Dalam kegiatan tersebut, IKEA juga memperkenalkan penggunaan coffee grounds asal Sidikalang, Sumatera Utara, yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi berkualitas di Indonesia.
Indonesia sendiri saat ini menjadi salah satu produsen kopi terbesar di dunia. Pemilihan kopi dari Sidikalang dilakukan karena karakter rasanya yang kuat dan cocok dipadukan dengan konsep kopi rumahan yang ingin dihadirkan IKEA.
Pada sesi edukasi kopi, pengunjung juga diperkenalkan pada perbedaan karakter biji kopi robusta dan arabika. Robusta diketahui memiliki kandungan kafein lebih tinggi dengan rasa yang cenderung tidak asam, sementara arabika memiliki tingkat keasaman lebih tinggi dengan karakter rasa yang lebih ringan dan kompleks.
Selain menghadirkan pengalaman menikmati kopi, IKEA juga menekankan aspek keberlanjutan dalam proses produksi kopinya.
Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, Ahmad Alhamid, menjelaskan bahwa seluruh produk kopi IKEA telah memiliki sertifikasi Rainforest Alliance. Sertifikasi tersebut memastikan bahwa proses sourcing kopi dilakukan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan pekerja, serta kualitas hasil panen kopi yang dihasilkan.
Ahmad menambahkan bahwa praktik budidaya kopi yang digunakan turut memperhatikan keseimbangan ekosistem di sekitar area perkebunan. Tanaman kopi dibudidayakan dengan menjaga keberadaan tanaman asli di sekelilingnya sehingga kondisi lingkungan tetap terjaga dan homogen. Pendekatan tersebut dinilai penting agar kualitas tanah, keberlanjutan tanaman, serta kesejahteraan petani dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Melalui kolaborasi bersama Arummi Cashew Milk dan pendekatan pengalaman langsung seperti “Brew Takeover”, IKEA Indonesia tidak hanya memperkenalkan budaya fika kepada masyarakat, tetapi juga mengajak pengunjung untuk melihat kembali bahwa menikmati kopi di rumah dapat menjadi bagian dari rutinitas sederhana yang lebih personal, nyaman, dan bermakna.











































