- iklan -

JAKARTA, ITN – Salah satu brand kosmetik lokal Indonesia, Luxcrime bersama dengan Rumah Kemanusiaan Cakra Abhipraya Responsif mengadakan pelatihan dan pemberdayaan bagi para perempuan di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur (29/03/22).

Bertajuk  “The True Beauty – Wanita Bangkit untuk Nusa Tenggara Timur”, program kerjasama saat ini menjadi salah satu kegiatan tahunan Luxcrime dalam merayakan International Women’s Day.

-iklan-

Percaya akan semua perempuan cantik dan sempurna hatinya, Founder Luxcrime, Ahmad Nurul Fajri mengatakan Luxcrime hadir kini di Lembata untuk lebih mengenal kecantikan paras perempuan NTT dan meningkatkan peluang perempuan Indonesia khususnya di NTT dapat memperoleh kesetaraan #BreaktheBias .

“Kami percaya semua perempuan cantik dan sempurna hatinya, kami hadir di Lembata untuk perempuan-perempuan NTT agar bisa lebih mengenal kecantikan wajah yang mereka miliki dan menghadirkan kepercayaan diri untuk menatap masa depan. Pelatihan dan kegiatan untuk meningkatkan peluang perempuan di Indonesia terutama di NTT dalam memperoleh kesetaraan #BreaktheBias, mematahkan stigma negatif, diskriminasi, dan perundungan,” ujar Fajri.

Lebih lanjut Fajri menambahkan, hal tersebut nantinya akan dapat membuktikan bahwa seorang perempuan bisa memimpin, belajar bertanggung jawab, menjadi pribadi yang kuat, bisa tampil cantik luar-dalam dan percaya diri serta dapat mengkomunikasikan keinginannya.

“Selain itu, penting perempuan untuk mengomunikasikan kemauan kita seperti mengutarakan keinginan dalam hal karir, ingin berkarya sebagai ibu rumah tangga di rumah atau ingin mengikuti kursus, belajar lagi, dan apakah mau mempunyai anak atau tidak,” tambahnya.

Adapun peserta yang mengikuti program ini adalah perempuan Lembata atau khusus bagi korban bencana alam, pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga di Nusa Tenggara Timur.

Melihat minimnya pendidikan, rendahnya lapangan kerja, kekurangan air bersih, dan masalah perekonomian keluarga di NTT menjadi faktor utama munculnya kasus kekerasan pada perempuan dan anak. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) NTT, juga menyebut terdapat 648 kasus kekerasan dalam rumah tangga sejak tahun 2020.

Kasus tersebut dapat membuat para perempuan dan anak merasa tidak aman, hilangnya rasa percaya diri, serta muncul perasaan takut untuk bersuara atas haknya. Mendukung pemberdayaan Wanita di NTT, Luxcrime membawa visi dan misi untuk turu berpartisipasi memberikan motivasi, dan meningkatkan kepercayaan diri mereka. Kolaborasi The True Beauty Bangkitkan Perempuan Lembata Tampil Percaya Diri

Melalui program pelatihan ini, menjadi salah satu upaya Luxcrime dalam pemberdayaan perempuan Lembata agar bisa menjadi wanita hebat dan menciptakan generasi cerdas nan terampil.

Mengapresiasi gagasan dan niat baik Luxcrime, Founder Cakra Abhipraya Responsif, Putro Anugrahlindu menegaskan harapannya semoga program ini bukan menjadi program pertama dan terakhir, karena masih banyak Wanita dipenjuru Indonesia yang perlu didukung.

“Kami sangat mengapresiasi terkait gagasan dan niat baik Luxcrime untuk berkolaborasi bersama Cakra karena kami percaya semua perempuan cantik dan sempurna hatinya. semoga pemberdayaan perempuan yang dikemas dalam pelatihan makeup ini, bukan program pertama dan terakhir,” tegas Putro.

Mengajak serta salah satu content creator Indonesia, Sania Leonardo dalam kerjasama ini, Luxcrime dan Cakra Abhipraya Responsif mengadakan dua kali sesi kelas make-up dan program motivasi bagi para peserta.

Terlaksananya kegiatan kerjasama ini, Sania berharap dapat menjadi media untuk sama-sama belajar bagaimana uniknya setiap perempuan.

“Tak hanya itu, saya juga berharap kita sama sama berjuang untuk hak kesetaraan wanita. Mengurangi stigma negatif untuk para perempuan khususnya di wilayah Indonesia Timur dengan permasalahan yang ada.” Ungkap Sania.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilakukan mulai dari pemberian buku-buku bacaan untuk anak-anak di Lembata, mengadakan kelas pelatihan untuk remaja dan dewasa, edukasi dan games untuk anak, serta Festival Sapa Ceria Anak Lembata dan perjalanan mengeksplor pulau Lembata, NTT.

Bentuk latihan yang diberikan juga bertujuan untuk mengembangkan soft skill dengan pengembangan karakter, sedangkan pelatihan hard skill diharapkan dapat mengembangkan keahlian mereka menggunakan make-up. Setelah melakukan pelatihan makeup, para peserta pun akan memperlihatkan keterampilannya.

- iklan -