- iklan -

JAKARTA, ITN- Kemajuan zaman ternyata tak membunuh tradisi mendongeng. Dongeng justru makin digemari sebagai alat perekat antara orangtua dan anak. Terlebih di saat pandemi Covid-19 dimana ayah dan bunda memiliki banyak waktu di rumah bersama buah hati.

“Mendongeng salah satu kegiatan yang penting untuk kita lakukan kepada buah hati, karena dongeng memiliki manfaat baik untuk tumbuh kembang anak, terutama untuk mempekuat ikatan orangtua ke anak yang tak akan pernah tergantikan,” ujar pendongeng dan pendiri Komunitas Ayo Dongeng Indonesia, Ariyo Zidni pada acara virtual press conference Nestle DANCOW Nutritods “Dongeng Aku dan Kau: Indonesia Mendongeng 2021”, Kamis (2/9/21).

-iklan-

Menurutnya mendongeng adalah ‘seni mengatakan tanpa mengatakan’. Melalui sebuah cerita yang indah dan menarik, misalnya dengan dongeng-dongeng rakyat Indonesia, salah satunya di “Dongeng Aku dan Kau” ada banyak nilai-nilai baik yang menjadi pelajaran buat para buah hati.

Tips Agar Kegiatan Mendongeng Menjadi Lebih Seru dari Ariyo Zidni
Pendongeng, Kak Aio

“Contohnya aku dulu suka cerita rakyat Pangeran Palasara si lembut hati yang penyayang binatang, tanpa sadar kita tahu karakternya, perasaannya seperti apa, akhir ceritanya seperti apa, dan tanpa sadar kita jadi mengikuti dan memperkenalkan karakter-karakter baik,” ungkap Ariyo Zidni yang biasa disapa Kak Aio.

Dongeng dapat memperkaya kosa kata dan mengembangkan imajinasi anak. Ketika dongeng dilakukan secara langsung dengan bunda dan ayah akan ada bounding dan quality time yang tidak bisa tergantikan, bisa dekat dan bisa melihat ekspresinya, serta anak bisa nyaman dan merasa terlindungi.

“Bercerita bisa sesederhana, bahkan bisa membantu si buah hati memecahkan masalah, dan dapat menimbulkan keeratan antara bunda, ayah, dan si buah hati,” jelas Kak Aio lebih lanjut.

Agar pesan moral dapat terserap dengan baik, berikut tips mendongeng dari Kak Aio:

  1. Yang paling utama tentukan dahulu tujuannya untuk apa. Dengan begitu akan membantu cara apa untuk mendongengnya. Misalnya dengan buku, kita bacakan secara langsung dan menunjukkan gambarnya dan mendengarkan respon si buah hati. Atau bisa menggunakan buku dengan meceritakan versi kita, dan pada saat tidak membawa bukunya kita bisa mendongengkan tanpa buku.
  2. Orangtua sebaiknya tidak mencari waktu luang untuk dongeng, tapi luangkan waktu untuk dongeng.
  3. Pilih cerita yang kita sendiri suka kemudian lakukan dengan cara-cara kreatif dan nyaman, atau dengan alat bantu yang bisa digunakan.
  4. Lakukan ketika siap, yakni siap waktu, energi dan cerita yang dipilih. Dongen bisa dilakukan bila si buah hati sudah siap dan tidak memikirkan yang lainnya dan sudah sama-sama fokus. (evi)
- iklan -