JAKARTA, ITN- SEIRING dengan perjalanan waktu kini Vinski Tower yang diresmikan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI), Drs HM Jufus Kalla pada 23 July 2016 lalu, telah menjadi pusat Anti Aging dunia dan menjadi tujuan Medical Tourism.

Dibawah komando, CEO dr Natasya Vinsky yang berlokasi di Jalan Ciputat Raya No. 22A, Pondok Pinang  Jakarta Selatan, Gedung Vinski Tower memiliki 10 lantai yang menjadi simbol kesehatan masa kini, di dalamnya juga terdapat kantor sekreatariat  Badan Akkreditasi Anti Aging Dunia (WOCAPM) dengan 74 anggota di mana Dr Deby Vinsky, MScAA, PhD sebagai presidennya.Bersamaan dengan pengukuhan Dr Deby Vinsky sebagai Profesor pertama di dunia bidang kedokteran anti aging di Barcelona, Vinsky Tower menggelar hari ulang tahunnya yang kedua di lantai 2 pada Senin (23/7/18).

Hadir para tamu yang diantaranya para Icon Anti Aging Indonesia, seperti Cici Paramida, Terry PUtri dan Sonny Tulung, serta Mien Uno (Ibunda dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno) dan Ira Jufuf Kalla (putri dari Wakil Presiden RI), serta orangtua dan keluarga Dr Deby Vinski.

Dr Deby Vinski menggelar syukuran atas dikukuhkannya ia sebagai Guru Besar Anti Aging dari EFHRE.
Gelaran rasa Syukur ini bersamaan dengan hari ulang tahun kedua Vinski Tower di Jalan Ciputat Raya No. 22A, Pondok Pinang Jakarta Selatan, Senin (23/7/18).

Untuk yang kesekian kalinya, pakar anti aging yang sudah mendunia yang dijuluki sebagai “The Queen Of Anti Aging” ini kembali mengharumkan nama bangsa, ia menorehkan sejarah menjadi Profesor dibidang kedokteran anti aging yang pertama di dunia, dan menjadi satu-satunya Profesor Anti Aging yang ada di Indonesia.

Pada 22 Juni 2018 lalu, melalui hasil pertimbangan Borad of Senate EIU (EFHRE International University, Barcelona), menilai kepakaran pimpinan Vinski Towe, Dr Deby Vinsky, MScAA, PhD,  memadai untuk dikukuhkan sebagai  Guru Besar anti aging.

Pidato pengukuhannya berjudul “The role of Preventive, Regenerative and Anti Aging Medicine : An Integral Part of Modern Health Profession in Fulfilling Word Expectation Toward the Wellbeing of Manking. Dan pidatonya ini mendapat penerimaan yang sangat baik.

Dalam sambutannya Dr  Deby mengatakan, “Saya sangat berbahagia atas anugerah ini. Semua ini tidak luput dari dukung semua pihak diantaranya kedua orang tua saya, keluarga, Ibu Mien Uno darinya saya banyak belajar dari saya kuliah hingga kini anak saya pun dr Natasha Vinski menjadi muridanya, juga mas Sonny Tulung terima kasih. Dan  terutama pula kepada sahabat-sahabat media yang juga turut membesarkan nama saya”.

“Penobatan saya menjadi Profesor dibidang Anti Aging berdua dengan Prof Dr Eric dari Monaco, Perancis. Di EHRE University ada beberapa yang menjadi professional yang dikukuhkan. Dan Alhamdulillah dari Indonesia menjadi profesor yang paling tinggi. Dan mohon doa restunyanya, semoga gelar profesor  itu adalah bukan pencapaian akademis tertinggi tetapi gelar di mana kita dengan rendah hati mengajarkan generasi muda, ” ungkapnya lebih lanjut.

Menurutnya Deby sepak terjangnya mendalami ilmu kedokteran regeneratif ini terjadi yang saat itu ia menjadi pengusaha memutuskan meninggalkan bisnisnya dan memilih berbakti dan berusaha menyembuhkan ayahnya dari stroke.

Ternyata bakti seorang berbuah manis, dokter ahli ini lulus terbaik di program AAMS diploma  Paris. Lalu meraih Master preventive & anti aging medicinenya di Dresden International Universirty di Jerman.

Tidak hanya berhenti sampai disitu saja, ia melakukan riset di Negara Rusia untuk tingkat doctoral di Saint Petersburg, lagi-lagi kembali meraih lulusan terbaik.

September 2016, dokter yang selalu low profile kepada siapa saja ini, telah menulis 2 buku yang laris di pasaran yaitu Perpect Beauty Anti Aging Book dan The Power Of A Man, yang membahas kesehatan pria dan Men Vitality.

Risetnya mengenai stem cell dan peptide untuk memperpanjang telomere dan pengaruh Sirtuin gen di Rusia langsung dibimbing oleh penemu peptide bioregulator, Prof Vladimir Khavinsion, MD, Phd.

Jabatan Presiden WOCPM atau badan Akreditasi Anti Aging dunia pun disandangnya. WOCPM berpusat di Paris dengan anggota 74 negara. Dan Dr. Deby menggoreskan sejarah dan namanya terdapat pada buku di Perpustakaan di Oxford, UK.

Prof Dr Deby Vinski, MScAA, Phd, dr. Natasha Vinski (CEO Vinski Tower) serahkan nasi tumpeng kepada Mien Uno.

Dr Deby lahir dari keluarga cinta damai dan bertoleransi, hal ini diwujudkan dengan produksi film religi favorite Assalamualaikum Calon Imam. “Dalam 2 tahun Vinski Tower berkembang sangat pesat, Dan saya juga telah memproduksi satu film religi terpopuler kedua setelah ayat-ayat  cinta yang diproduksi oleh Vinski Production dengan judul Assalamualaikum Calon Imam,” ujarnya.

Deby menegaskan, “Bagi saya Islam adalah agama yang baik dan mengajarkan cinta kasih itu yang ingin saya promosikan”.

Dokter kalangan VVIP negeri ini, menjadi Profesor bukan semata professor biasa. Seperti diungkapkan Prof Jaime Rodriguez, Rektor EIU Barcelona, gelar Profesor di Spanyol memiliki empat ranking dan Dr. Deby dikukuhkan sebagai Profesor tertinggi, yakni Professor Catedratico de Universitade.

“Saya sangat bangga, ada perempuan Indonesia yang menjadi Profesor Catedratico  terakreditasi dan memang yang paling tertinggi, dan saya kagum dengan orasi ilmiah Dr Deby Vinski yang langsung diwujudkan dengan launching master program of anti aging medicine di mana Dr Deby menjadi Direktur Post Graduate di EIU,” ujar mantan ketua APTISI (Asosiaso Perguruan Tinggi) dan mantan Rektor UPN Jakarta, Prof Dr Jafar Basri.

Dilanjutkan dengan sambutan Mien Uno yang  mengungkapkan bahwa Dr Deby Vinski merupakan perempuan yang sangat tawadhu, sangat menempatkan diri dan selalu ingin belajar.

“Ini merupakan satu cara membuat Indonesia semakin maju, serta dr Natasha Vinski sejak dia kecil dari matanya saya mlihat dengan yakin bahwa dua anak ini yang bisa menjadikan Indonesia  mempunyai nama di dunia,” ungkap Mien Uno dengan mata yang berkaca-kaca dan menangis terharu.

Mien Uno menambahkan, “Ini merupakan prestasi yang istimewa nama Indonesia menjadi sangat dihormati dan harum oleh prestasi anak bangsa bernama Dr Deby Vinski”. (evi)