- iklan -

LOMBOK, ITN- HARI kedua di Lombok, Kamis (21/2/19) Indonesiatripnews.con mengikuti workshop yg digelar Kementerian Pariwisata (Kemenpar).

Pada workshop bertema “Sosialisasi Promosi Pariwisata pada Media Nasional ” tersebut menekankan  strategi shifting to the front yang diterapkan Kemenpar untuk mendapatkan target 10 juta wisman sepanjang 2019. penerapan strategi ini merupakan target ‘geser ke depan’ dari sisi anggaran dan program untuk mencapai target kunjungan wisman.

Deputi Pengembangan Pemasaran II Kemenpar Nia Niscaya mengatakan, pihaknya menerapkan strategi untuk ‘habis-habisan’ lewat program Shifting to The Front atau “Geser ke Depan” yang diupayakan mampu mendorong seluruh pelaku usaha pariwisata Indonesia untuk menawarkan paket wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara (wisman).

“Strategi ini untuk mencapai target 10 juta wisatawan mancanegara di semester pertama tahun 2019,” ujar Nia Niscaya, di Katamaran Resort, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (21/2/19).

Menurut Nia beberapa strategi tersebut diterapkan dalam program ‘super-extra ordinary’, yang dijadikan senjata pamungkas dan mencakup tiga program, yakni Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal (LCT). Program ini sebagai strategi campuran dari tiga program, yakni ordinary, extra-ordinary, dan super-extra ordinary.

Nia mengatakan, “Hal ini sebagai program istimewa yang sengaja disimpan untuk menjadi senjata pamungkas dalam mewujudkan target akhir 10 juta di semester pertama dan 20 juta wisman tahun 2019”.

Program super-extra ordinary mencakup tiga program, yaitu Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal. Border Tourism dianggap penting karena merupakan cara efektif untuk mendatangkan wisman dari negara-negara tetangga.

“Alasannya karena pertama, wisman dari negara tetangga memiliki kedekatan (proximity) secara geografis sehingga wisman lebih mudah, cepat, dan murah menjangkau destinasi,” ungkapnya.

Kedua, menurutnya mereka juga memiliki kedekatan kultural/emosional, sehingga lebih mudah didatangkan, dan ketiga, potensi pasar Border Tourism ini masih sangat besar baik dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, Papua Nugini, maupun Timor Leste.

Sementara program Tourism Hub dikatakannya sebagai strategi “menjaring di kolam tetangga yang sudah banyak ikannya”.  Artinyanya, wisman yang sudah berada di hub regional seperti Singapura dan Kuala Lumpur ditarik untuk melanjutkan perjalanan berlibur ke Indonesia.

Lebih lanjut Nia mengatakan, “Salah satu persoalan pelik pariwisata kita adalah minimnya ‘direct flight’ dari originasi. ‘Direct flight’ kita misalnya dari originasi China mencapai 50 persen, artinya 50 persen sisanya masih transit dari Singapura, Kuala Lumpur, atau Hong Kong”.

Sementara itu untuk program low cost terminal diterapkan tahun depan. “Selama ini kita salah memilih instrumen untuk konektivitas udara, di mana kita harus tumbuh tinggi, tetapi lebih banyak menggunakan instrumen yang tumbuhnya rendah,” ubgkapnya.

Wisman yang datang ke Indonesia pada 2017, tercatat lebih dari 55 persen menggunakan Full Service Carrier (FSC) dan sisanya menggunakan Low Cost Carrier (LCC). Namun ternyata pertumbuhan FSC rata-rata hanya 12 persen, jauh di bawah LCC yang tumbuh rata-rata 21 persen per tahun.

“LCC adalah senjata ampuh untuk mendorong pertumbuhan jumlah wisman, di mana maskapai berbiaya rendah ini menyumbang kontribusi peningkatan kunjungan wisman sebanyak 20 persen. Untuk mendorong pertumbuhan LCC, Indonesia harus mempunyai Low Cost Terminal (LCT),” katanya.

Nia mengatakan, “LCT, merupakan salah satu penentu utama keberhasilan target kunjungan 20 juta wisman pada 2019. Kemenpar sendiri menargetkan 10 juta wisman di semester pertama 2019 dari berbagai negara. Wisman asal China ditargetkan menjadi penyumbang turis terbanyak ke Tanah Air”.

Dari China 3,570 juta, disusul secara berurutan wisman asal Eropa 2,580 juta, India 820 ribu, Jepang 720 ribu, Amerika Serikat 560 ribu, Timur Tengah dan Arab Saudi 320 ribu, Taiwan dan Hong Kong masing-masing menyumbang 310 ribu dan 130 ribu wisatawan. (evi).

- iklan -