JAKARTA, ITN- Menjelang penyelenggaraan balap MotoGP Mandalika 2026 Pertamina Grand Prix of Indonesia yang akan digelar pada 9-11 Oktober 2026, merek kacamata Police mengumumkan kerja sama dengan Enea Bastianini, Rider Red Bull KTM Tech3, sebagai brand ambassador.
Kolaborasi dengan Enea Bastianini menjadi langkah Police untuk memperkuat keterkaitan brand dengan dunia olahraga sekaligus memperluas ekspresi merek ke ranah lifestyle.
Bagi Police, dunia balap tidak hanya berbicara mengenai kompetisi dan kecepatan. Ada keberanian untuk mendorong batas, presisi dalam mengambil keputusan, serta kebebasan untuk menunjukkan karakter. Nilai-nilai tersebut dinilai memiliki kesamaan dengan karakter yang selama ini dibangun Police sebagai brand lifestyle asal Italia.
Pemilihan Bastianini juga bukan semata karena statusnya sebagai pembalap MotoGP. Police melihat karakter personal pembalap asal Italia tersebut memiliki kesesuaian dengan identitas brand.
“Bastianini dikenal memiliki karakter agresif ketika berada di lintasan. Namun, di luar balapan berbeda. Dia sangat berani, sangat agresif. Dia punya nama panggilan ‘The Beast’ atau ‘Bestia’. Jadi dia sangat agresif di trek, tetapi dalam kehidupannya dia sangat ramah dan sedikit pemalu. Itu yang kami rasakan sebagai perspektif baru dari nilai Police,” ujar Regional Marketing Manager for APAC at De Rigo, Valentina Oliver saat konferensi pers di Jakarta (6/10/2026).

Perpaduan tersebut menjadi bagian dari daya tarik Bastianini bagi Police. Di satu sisi, ia memiliki keberanian dan determinasi yang terlihat di lintasan. Di sisi lain, gaya personalnya yang sederhana dan natural memberikan karakter yang lebih dekat dengan dunia fesyen dan lifestyle.
“Bastianini dikenal memiliki gaya yang sederhana, tegas, dan natural. Karakter tersebut membuatnya mudah dikenali dan dianggap merepresentasikan nilai yang menjadi bagian dari DNA Police sejak awal,” ujar Giorgio Pratadaja, Direktur PT Inti Katamata selaku distributor Police di Indonesia.
Menurutnya, Bagi Police, dunia balap bukan hanya tentang kompetisi dan kecepatan. Di balik setiap balapan terdapat keberanian untuk mendorong batas, presisi dalam setiap keputusan, serta kebebasan untuk menunjukkan karakter. Nilai-nilai tersebut menjadi titik temu antara Police dan Enea Bastianini.
Mempertemukan Kecepatan dan Gaya
Police kemudian menerjemahkan kolaborasi tersebut melalui pesan yang mempertemukan dua karakter. Kecepatan dan gaya, adrenalin dan attitude, serta performa dan ekspresi diri menjadi nilai yang ingin dibawa melalui kerja sama dengan Bastianini.
Strategi tersebut menempatkan olahraga bukan hanya sebagai ruang eksposur, tetapi juga sebagai bagian dari narasi brand. Kehadiran pembalap MotoGP memungkinkan Police membawa karakter yang identik dengan dunia balap ke dalam konteks yang lebih luas, termasuk fashion dan aktivitas sehari-hari.
Salah satu elemen yang diperkenalkan dalam kolaborasi ini adalah koleksi Police Unlocked. Koleksi tersebut menghadirkan interpretasi baru terhadap salah satu simbol ikonik Police, yakni eagle.
Menurut Valentina, simbol tersebut tidak hanya ditempatkan sebagai logo, tetapi diterjemahkan menjadi bagian dari struktur desain eyewear. Detail metal yang menghubungkan bagian depan frame dengan temples dibuat menyerupai sayap yang terbuka.
Pendekatan tersebut memberikan karakter visual yang lebih dinamis sekaligus memperkuat identitas koleksi. Tiga model kacamata Police yang menjadi pilihan Enea Bastianini adalah SPLU77, SPLU78, dan SPLU79. Ketiganya membawa karakter desain yang berbeda.
SPLU77 hadir dengan bentuk rectangular dan frame berbahan acetate. Detail metal berbentuk sayap menjadi elemen utama yang memperkuat identitas Police Unlocked.
Sementara itu, SPLU78 menawarkan pendekatan yang lebih urban dan modern melalui garis desain yang lebih fluid, struktur ringan, serta sentuhan titanium. Model ini menekankan keseimbangan antara kenyamanan dan tampilan yang sophisticated.
Adapun SPLU79 memadukan karakter urban dengan sentuhan fashion yang lebih kuat. Bentuk geometrisnya memberikan tampilan distinctive bagi konsumen yang ingin tampil berbeda sekaligus mengikuti perkembangan tren.

Ketiga model tersebut menunjukkan bagaimana Police membawa simbol eagle ke dalam bahasa desain yang lebih kontemporer. Identitas tersebut tidak hanya hadir sebagai elemen visual, tetapi menjadi bagian dari arsitektur eyewear.
Dari Lintasan Balap ke Gaya Hidup
Sepanjang 2026, Police akan hadir bersama Enea Bastianini dalam berbagai aktivitas, mulai dari paddock MotoGP™ di berbagai negara, official events hingga berbagai lifestyle moments di luar lintasan.
Kolaborasi ini menjadi pertemuan antara dua dunia yang memiliki energi serupa: kecepatan dan gaya, adrenalin dan attitude, performa dan ekspresi diri. Melalui Enea, mereka kembali menegaskan identitasnya sebagai brand yang tidak hanya berbicara tentang eyewear, tetapi juga tentang karakter dan cara seseorang mengekspresikan dirinya.
Strategi ini memperluas ruang bagi Police untuk mengasosiasikan brand dengan karakter Bastianini dalam berbagai konteks. Jika lintasan MotoGP menjadi representasi performa dan adrenalin, aktivitas lifestyle memberikan ruang bagi Police untuk menerjemahkan karakter tersebut ke dalam gaya dan ekspresi personal.
Bagi Police, perpaduan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi sebagai brand yang tidak hanya menawarkan produk eyewear, tetapi juga membawa pesan mengenai karakter dan kebebasan seseorang dalam mengekspresikan diri.
Kolaborasi dengan Bastianini pada akhirnya menjadi pertemuan antara dua dunia yang memiliki energi serupa. Kecepatan bertemu gaya, adrenalin bertemu attitude, sementara performa diterjemahkan menjadi ekspresi diri.
Melalui figur Bastianini, Police mencoba membawa semangat dunia balap keluar dari lintasan dan masuk ke dalam konteks lifestyle yang lebih luas.











































