- iklan -

LOMBOK, ITN- Agenda sport tourims MotoGP Mandalika menjadi momentum untuk mengangkat perekonomian masyarakat, khususnya bagi pelaku industri pariwisata.

Industri pariwisata menjadi andalan penghasilan di Pulau Lombok, salah satunya obyek wisata Senggigi yang menjadi salah satu poros wisata di Pulau Lombok, dengan lokasi yang sangat strategis bersebrangan langsung dengan Pulau Bali.

-iklan-

Tahun 1990-an bisa dibilang masa keemasan Senggigi, turis mancanegara dan domestik banyak berwisata di kawasan ini. Namun kawasan ini mulai lesu saat terjadi gempa bumi yang menggoyang Pulau Lombok pada 2018.

Sempat mulai bangkit kembali, namun pandemi Covid-19 pertengahan 2020 membuat keramaian di Senggigi senyap kembali.

Senggigi Butuh Lahan Area Pagelaran Budaya Lokal dan Pusat Parkir
pengunjung menikmati sunset di Pantai Senggigi.

Fokus pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi “pekerjaan rumah” bagi Pemprov NTB, khususnya Dinas Pariwisata agar tidak hanya fokus pada pembangunan wisata di Lombok Tengah, tetapi harus mempertahankan aset berharga yang namanya sudah terkenal lebih dahulu, yakni Senggigi.

Dengan adanya perhelatan balapan motor internasional di Mandalika Kabupaten Lombok Tengah ini, maka seluruh obyek wisata ikut berbenah diri dan melakukan persiapan menyambut potensi pengunjung yang datang.

Melihat hal tersebut pengembangan dan pelestarian obyek wisata Senggigi tentunya tetap membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

Senggigi Butuh Lahan Area Pagelaran Budaya Lokal dan Pusat Parkir
Aktivitas area pembersihan pantai.

“Khusus di Senggigi, penataan, perawatan, dan perbaikan sarana prasarana obyek wisata tetap dilaksanakan walaupun dengan keterbatasan dan beberapa kendala. Di antaranya pembersihan area pantai dari sampah, juga penataan parkiran perahu nelayan, hingga penataan UMKM,” ujar Kepala Kantor UPT Pelabuhan Senggigi, Herman Zulkifli kepada indonesiatripnews.com.

Herman berharap pihak pemerintah, UMKM, dan masyarakat lokal ikut berperan aktif. “Setiap pagi, terlihat aktivitas pembersihan sampah oleh penggiat usaha, seperti yang dilakukan Karim dan Ahmad, pemilik warung kopi, penyewaan perahu kano, dan guide snorkeling. Banyak sampah daun, ranting pohon, hingga sampah sisa makanan minuman yang secara rutin dibersihkan demi kenyamanan pengunjung yang duduk-duduk santai di sekitar area pantai. Inisiatif rutin ini demi kelangsungan usaha mereka juga, pengunjung pasti butuh kenyamanan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Herman mengatakan, “Ada pengembangan Senggigi yang dibutuhkan, di antaranya Senggigi butuh lahan yang bisa dijadikan sebagai area pagelaran budaya lokal yang bisa dijadikan daya tarik wisata secara terjadwal”.

Kemudian juga menurutnya dibutuhkan public parkir atau lahan pusat parkir, agar kenyamanan dan keamanan pengunjung yang membawa kendaraan roda dua atau roda empat lebih tertata dan bisa menambah pendapatan daerah.

Senggigi Butuh Lahan Area Pagelaran Budaya Lokal dan Pusat Parkir
Kepala Kantor UPT Pelabuhan Senggigi, Herman Zulkifli

“Semoga pemerintah daerah dan pemerintah pusat memberikan perhatian dalam pengembangan obyek wisata Senggigi,” tuturnya.

Obyek Wisata Senggigi

Kawasan Senggigi berada di Kabupaten Lombok Barat, atau kurang lebih memakan waktu sekitar 30 menit berkendaraan roda empat dari pusat Kota Lombok.

Pantai berpasir kuning ini memang tak seluas Pantai Kuta di Bali, namun pemandangannya tak kalah cantik.

Senggigi Butuh Lahan Area Pagelaran Budaya Lokal dan Pusat Parkir
Area Pantai Senggigi di depan Hotel Merumata.

Spot wisata di Senggigi diantaranya area pantai berpasir kuning, pantai yang landai dan aman untuk berenang. Ada juga spot untuk snorkeling, surfing, dayung perahu kano, jetski, sunset point, Senggigi Harbour atau Dermaga Cicak, beragam instagramable foto booth, spot pancing, hingga ada dua menara rambu suar Senggigi yang difungsikan sebagai area alat pendeteksi tsunami.

Penginapan sampai tempat makan juga bisa dengan mudah menemukannya di kawasan ini. Untuk hotel jenisnya beragam ada hotel bintang lima sampai homestay. Restoran juga menunya beragam dari makanan khas Lombok sampai Italia. Yuk ke Senggigi….Geliat Wisata Senggigi!. (Erna-KIT Lombok).

- iklan -