- iklan -

JAKARTA, ITN- Mendaki gunung sampai ke puncak lalu turun lagi, itu sudah biasa alias standar. Agar pendakian ke atap-atap bumi ini punya nilai plus atau di atas rata-rata, diperlukan kreativitas dan upaya lebih. Banyak cara memberikan pendakian gunung jadi bernilai plus, misalnya yang paling sering dilakukan antara lain pendakian gunung bernilai konservasi misalnya aksi bersih sampah.

Hal itu diungkapkan Adji Kembara @adjitropis pendaki lawas, pendiri komunitas pegiat alam Kembara Tropis di Jakarta, saat menjadi pembicara tunggal di acara bertema “Kiat Bikin Pendakian Gunung Bernilai Plus” yang diadakan komunitas Asah Kebaikan di IG Live @asahkebaikan setiap Kamis pukul 20.00 WIB, baru-baru ini.

Dulu aksi bersih sampah biasa dilakukan kelompok pendaki dalam pendakian massal atau penmas, bisa 50 orang ke atas. “Tapi setelah pandemi Covid-19, jelas penmas tidak bisa diterapkan tapi aksi bersih sampah masih tetap bisa dilakukan, misalnya dalam pendakian kelompok kecil alias small group atau minimal membawa turun sampah sendiri,” ungkap Adji yang juga pemilik komunitas Pro Konservasi.

Pendakian Gunung Bernilai Plus Jadi Dambaan, Ini Kiat MengemasnyaSelain bersih sampah di jalur pendakian mulai dari kaki gunung, di pos-pos pendakian sampai puncak, aksi bernilai konservasi lainnya adalah dengan reboisasi atau aksi menanam pohon di lokasi yang sudah gundul di kawasan gunung.

Menurut speaker yang berprofesi sebagai wartawan/blogger/fotografer dan pegiat aktif media sosial (medsos) ini, pendakian gunung bernilai sosial juga bisa membuat pendakian menjadi tidak biasa atau bernilai plus.

“Misalnya sebelum pendakian, membuat acara bakti sosial atau baksos antara lain menyumbang peralatan tulis/sekolah untuk SD/madrasah/pesantren di kaki gunung,” jelasnya.

Pendakian bernilai edukasi juga bisa dilakukan di gunung antara lain berbagi ilmu pengetahuan/wawasan dan keahlian/keterampilan misalnya memberikan teknik menulis news/feature perjalanan/petualangan/pendakian, tehnik memotret di alam bebas, membuat konten kreatif tips seputar pendakian untuk ragam medsos Instagram (IG)/Tiktok/YouTube, dan lainnya.

Pendakian bernilai religi juga bisa membuat pendakian gunung menjadi tidak biasa. Contohnya dengan melakukan shalat wajib berjamaah di pos/shelter maupun di puncak. “Bisa juga shalawatan bareng di puncak atau berzikir selama pendakian dengan membaca “Allahu Akbar” ketika melewati jalan mendaki dan mengucapkan “Subhanallah” saat melintasi jalur pendakian yang menurun,” terangnya lagi.

Pendakian Gunung Bernilai Plus Jadi Dambaan, Ini Kiat Mengemasnya
Pendakian gunung yang dilakukan Adji Kembara di Indonesia.

Disamping memberikan kiat pendakian gunung bernilai plus, pembicara yang pernah menjadi pimpinan redaksi (pimred) Majalah Travel Club lalu mengelola weblog Travelplus Indonesia sejak tahun 2000 hingga sekarang ini juga menyampaikan sederet tips terkait pendakian gunung antara lain tips buat orang tua yang punya anak (SMA/mahasiswa) ingin mendaki gunung, tips mendaki gunung bersama anak (TK dan SD), tips mengurangi sampah logistik sebelum pendakian, dan tips mendaki gunung saat berusia senja (50 tahun ke atas).

Buat orangtua yang anak remajanya ingin mendaki gunung, Adji menyarankan sebaiknya diberi ijin namun dengan sejumlah persyaratan.

Orangtua harus tahu gunung apa yang akan didaki, bagaimana kondisi gunung itu apakah sekarang jalur pendakiannya dibuka/ditutup, apakah status gunung tersebut aman/normal atau waspada dan lainnya dengan cara mengecek di IG gunung tersebut.

“Orangtua juga harus tahu dengan siapa dan operator trip pendakiannya siapa, apakah temannya berpengalaman mendaki gunung atau tidak,” ungkapnya.

Orangtua menurut Adji juga patut tahu apakah anaknya sudah melakukan persiapan fisik, peralatan dan dana serta tahu protokol kesehatan (prokes) yang berlaku di gunung tersebut pada era pandemi ini. “Mereka juga harus mengingatkan anaknya untuk membawa turun sampahnya kembali, dan sejumlah wejangan positif lain,” ujarnya lebih lanjut.

Pendakian Gunung Bernilai Plus Jadi Dambaan, Ini Kiat Mengemasnya
Adji Kembara sebagai speaker (bawah) dan Evi @yivaii sebagai host IG Live @asahkebaikan bertema “Kiat Bikin Pendakian Gunung Bernilai Plus”.

Pembicara yang berpengalam melakukan pendakian gunung sejak era 80-an sampai sekarang ini juga menjelaskan sederet keuntungan mengikuti organisasi pecinta alam dan manfaat melakukan pendakian gunung.

“Keuntungan ikut organisasi pecinta alam baik di SMA, kampus ataupun diluar instansi pendidikan antara lain dapat bekal materi pendidikan dan latihan dasar pecinta alam atau Diklatsar PA, tahu isi Kode Etik Pecinta Alam dan Kode Etik Lingkungan,” paparnya.

Menurut Adji yang pernah melakukan pendakian solo (seorang diri) ke beberapa gunung dan pernah menemukan hal-hal mistik (horor) selama pendakian, banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental dengan melakukan pendakian gunung.

“Selain itu juga membentuk mental yang kuat, tangguh, dan pantang menyerah saat mengaalami atau menghadapi masalah dan kondisi terentu di kehidupan keseharian, memberi kesempatan keluar dari zona nyaman sehingga mendidik kemandirian serta mendapatkan banyak ilmu dan wawasan seperti ilmu geografi, vulkanologi, konservasi/ramah lingkungan, budaya, sosial, menanamkan cinta tanah air, kepariwisataan, dan lainya,” tambah Adji.

Acara Live IG @asahkebaikan yang dipandu Evi @yivaii salah satu pendiri Komunitas Indonesia Trip, Founder Indonesiatripnews.com, dan pemilik akun IG@dapursangkara, ini diikuti sejumlah warganet beragam profesi seperti mahasiswa, wartawan, fotografer, kepala taman nasional, dan lainnya yang berasal bukan hanya dari Pulau Jawa, tapi juga dar Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan daerah lainnya. (Sishi)

- iklan -