JAKARTA, ITN— Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Perempuan Laju Perkasa (PALAPA) akan menyelenggarakan konser amal Simfoni Selalu ADA Harapan pada Sabtu (14/11/2026) di The Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta.
Menghadirkan kolaborasi musisi, penyanyi, dan tokoh masyarakat, pergelaran ini mengajak publik menjadikan musik sebagai sarana untuk memperluas kepedulian dan mendukung upaya penanggulangan kanker di Indonesia.
Konser ini akan menghadirkan DR. dr. Sonar Panigoro dan dr. Fransisca Badudu, Shelomita, Ronni Waluya dan Sarah Hadju, ADA Band, Krisdayanti, Vina Panduwinata, serta Yongky Vincent & Friends.
Ketua Umum PALAPA, Hetty Andika Perkasa, juga akan tampil membacakan puisi sebagai bagian dari rangkaian pertunjukan yang selaras dengan tema kepedulian dan harapan, menambah dimensi reflektif dalam pergelaran tersebut.
Lebih dari sekadar pergelaran musik, Simfoni Selalu ADA Harapan membawa pesan bahwa penanggulangan kanker membutuhkan keterlibatan bersama. Nama ADA juga merepresentasikan semangat Awareness, Deteksi Dini, dan Aksi—tiga elemen penting dalam membangun kesadaran, mendorong deteksi dini, dan menggerakkan kepedulian menjadi tindakan nyata.
Ketua Umum YKI, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menegaskan bahwa perjuangan menghadapi kanker tidak hanya menjadi tanggung jawab pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat luas.

“Kanker bukan hanya persoalan pasien dan keluarganya. Ini adalah persoalan kita bersama. Kita membutuhkan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata—mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga dukungan bagi mereka yang menjalani perjuangan melawan kanker. Melalui Simfoni Selalu ADA Harapan, kami mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam perjuangan tersebut,” ujar Prof. Aru dalam sambutannya secara online.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian penting dalam memperkuat upaya penanggulangan kanker secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, YKI berharap pesan mengenai pentingnya kesadaran kanker dan dukungan bagi para penyintas serta pasien dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Ketua Panitia Simfoni Selalu ADA Harapan, DR. dr. Sonar Panigoro, mengatakan bahwa konser ini dirancang untuk mempertemukan kekuatan seni dengan tujuan kemanusiaan.
“Kami ingin menghadirkan sebuah pergelaran musikal yang meninggalkan makna lebih panjang daripada pertunjukannya. Musik dapat menyatukan banyak orang, tetapi ketika kebersamaan itu diarahkan untuk membantu sesama, musik juga dapat menjadi kekuatan untuk menggerakkan perubahan. Itulah semangat Simfoni Selalu ADA Harapan,” kata Sonar saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Ia menambahkan bahwa partisipasi masyarakat, dunia usaha, dan komunitas diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap program-program YKI. Informasi mengenai mekanisme partisipasi dan donasi akan disampaikan melalui kanal resmi YKI.
Kolaborasi lintas komunitas untuk tujuan kemanusiaan
Ketua Umum PALAPA yang juga menjabat Ketua Bidang Organisasi YKI, Hetty Andika Perkasa, menyampaikan bahwa dukungan PALAPA terhadap konser ini merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Kepedulian tidak cukup hanya dirasakan; kepedulian perlu diwujudkan. Ketika banyak pihak bersedia menyumbangkan waktu, tenaga, kemampuan, dan jejaringnya untuk tujuan kemanusiaan, kita membangun sesuatu yang lebih besar daripada kontribusi masing-masing,” ujar Hetty.
Hetty mengatakan, “PALAPA mendukung YKI dalam pergelaran musikal ini sebagai mitra penyelenggara. Kami berharap Simfoni Selalu ADA Harapan dapat menggerakkan semakin banyak orang untuk peduli dan mengambil bagian”.
Dalam penyelenggaraan konser ini, PALAPA turut mendukung pelibatan para artis untuk bersama-sama menyuarakan kepedulian terhadap penanggulangan kanker. Partisipasi para pengisi acara menjadi wujud solidaritas melalui kontribusi seni dan kemampuan masing-masing bagi tujuan kemanusiaan.
Musik sebagai bahasa solidaritas
Keterlibatan para musisi menjadi salah satu unsur utama dalam menyampaikan pesan konser kepada masyarakat. Mewakili ADA Band, Indra Sinaga (Naga) dan Suriandika Satjadibrata (Dika) menyampaikan bahwa musik memiliki ruang untuk menghadirkan pesan yang melampaui hiburan.
“Bagi kami, musik bukan hanya tentang lagu yang didengar, tetapi juga tentang perasaan dan pesan yang dapat dibagikan. Melalui Simfoni Selalu ADA Harapan, kami ingin ikut menyampaikan bahwa di tengah tantangan yang dihadapi, kepedulian dan dukungan dari orang-orang di sekitar dapat memberikan kekuatan. Kami mengajak masyarakat untuk hadir, peduli, dan bersama-sama mendukung YKI,” ujar Naga.
Keterlibatan ADA Band dan para pengisi acara lainnya diharapkan dapat mempertemukan penikmat musik dengan gerakan kepedulian terhadap kanker dalam suasana yang hangat dan inklusif.
Naga mengatakan, “Kami akan membawakan 10 lagu dan akan disesuaikan dengan run down, beberapa lagu tersebut antara lain Yang Terbaik Bagimu, Langit Tujuh Bidadari, Selalu ADA, dan lain-lain”.
“Harapannya, konser ini dapat mengingatkan para pejuang kanker bahwa mereka tidak sendirian. Ada banyak orang yang peduli dan bersedia memberikan dukungan,” ujarnya.
Mengubah kepedulian menjadi aksi nyata
Melalui Simfoni Selalu ADA Harapan, YKI mengundang masyarakat, perusahaan, komunitas, dan para filantropis untuk berpartisipasi dalam upaya mendukung penanggulangan kanker di Indonesia. Informasi mengenai tiket, donasi, dan mekanisme partisipasi akan diumumkan melalui kanal resmi YKI.
YKI berkomitmen agar pengelolaan dan pemanfaatan dana kegiatan mengikuti peruntukan yang telah ditetapkan serta mekanisme pertanggungjawaban yang berlaku.
Pada akhirnya, Simfoni Selalu ADA Harapan membawa pesan bahwa harapan dapat tumbuh lebih kuat ketika kepedulian diwujudkan melalui tindakan bersama. Melalui musik dan kolaborasi lintas komunitas, YKI dan PALAPA mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam perjalanan menuju Indonesia yang lebih peduli terhadap kanker.











































