JAKARTA, ITN- “DARI bibit dulu, Baru tumbuh berkembang, dari usaha dulu, baru bisa menuai hasilnya. Kuatin dulu akarnya, bila nanti waktunya datang, tidak akan gontai tertiup angin….”. Kalimat tersebut merupakan ungkapan filosofi Kedai Akar Kopi.

Mau ngopi di taman? Rabu sore (3/10/18) Indonesiatripnews.com mampir ke Kedai Akar Kopi yang terletak di dalam  AW 100, Karang Tengah Raya No 100, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Segelas Es Kopi Susu yang ditawarkan Kedai yang buka mulai pukul 15.30 – 01.30 WIB ini sekejap menghilangkan dahaga dan kepenatan setelah sehari berkeja.

Jorgy Pratama

Kedai Akar kopi yang baru dibuka oleh empat sekawan antara lain Uki, Jorgy  Pratama, Oki Tiana Awaludin, dan Rakha Sangkara ini baru berusia empat bulan. “Sebelumnya kami buka di Jalan Raya RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Namun tempat disana tidak memungkinkan  untuk lahan parkir dan terlalu dekat dengan perumahan warga, dimana setiap Jumat malam Sabtu kami menghadirkan live musik,” ujar salah satu pendiri Kedai Akar Kopi, Uki.

Pemilihan tempat di area AW 100 menurutnya sangatlah tepat, mengingat area kedai masuk ke dalam dengan lahan parkir yang luas. Suasana out door disisi kolam renang dengan pohon palem membuat pengunjung yang datang ke tempat ini tentu akan merasakan hommy.

Oki Tiana Awaludin

Sementara pada kesempatan yang sama Oki Tiana Awaludin yang menjadi barista di Kedai Akar Kopi mengatakan, “Buat kami membuat kopi adalah meditasi, buka matematika. Yang terpenting adalah kita tahu metode dasar penyeduhan”.

Menurutnya metode dasar penyeduhan ada lima variabel, seperti gramasi (ukuran berat kopi berapa yang kita butuhkan untuk satu cup kopi), green size (ukuran penggilingan kopi), suhu, rasio, dan pouring (penuangan air).

“Untuk penikmat kopi di Kedai Akar Kopi rata-rata pengunjung datang dari kalangan remaja, kru film ‘Tukang Ojek Pengkolan’ yang kebetulah sedang ada shooting dekat dengan Kedai Akar Kopi, dan ada juga komunita,” ujar pria asal Banten ini.

Rakha dan Uki

Oki mengatakan, “Es Kopi Susu paling banyak diminati pengunjung. Kopi untuk pagi  paling asyik kopi tubruk Arabika Toraja. Siang bisa menikmati Single Origin. Sore sambil menikmati senja bisa pilih coffe latte dan hot caphucino”.

Tips untuk menikmati kopi menurutnya kembali kepada selera konsumen masing-masing ada yang di nikmati aromanya, di sruput, dan ada juga yang langsung tenggak (langsung habis) biasanya kopi ekspresso.

“Saat ini Akar kopi memakai kopi Nusantara; Bondowoso, Sarongge, dan Gayo Kampung Kenawat. Harga kopi standar mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000. Di tempat ini pengunjung dari kalangan menengah kebawah hingga menengah ke atas bisa menikmatinya,” tutup Oki. (evi)