JAKARTA, ITN– MEMASUKI rumah makan Nasi Pedes Cipete yang terletak di Jalan Cipete Raya No 8, Jakarta Selatan ini, pengunjung tentu akan melihat sederetan puluhan menu masakan rumahan dengan menu Nusantara dan empat magic com berisikan pilihan rasa nasi, serta satu pilihan nasi tanpa magic com.

Empat rasa nasi dalam magic com tersebut, diantaranya Nasi Kluwek, Nasi Kencur, Nasi Jeruk, dan Nasi Olive. Nasi Pepes Peda tidak masuk dalam magic com, karena nasi tersebut akan dipanaskan bila pengunjung memilih nasi tersebut. Sempat terlintas saat memasuki rumah makan ini bakal makan dengan rasa nasi yang pedas, ternyata tidak. Pengunjung tak perlu khawatir karena rasa pedas hanya ada di sambalnya.

Nasi Kencur, satu dari jenis lima rasa nasi yang ditawarkan di Rumah Makan Nasi Pedes Cipete.

Nasi Jeruk dengan lauk Paru Goreng Ketumbar, Tumis Pare Kecombrang, Perkedel Jagung, Urap, serta Sayur Asem menjadi pilihan Indonesiatripnews.com untuk bersantap siang sebelum akhirnya berbincang dengan pemilik Rumah Makan Nasi Pedes Cipete, yakni Lola Amaria.

Bintang film sekaligus produser serta sutradara ini tidak seperti artis lainnya yang mulai membuka bisnis kuliner langsung mempromosikan usahanya ke awak media. Lola Amaria baru mempromosikan bisnis rumah makannya setelah berjalan hampir tiga tahun. Nama rumah makannya pun tak menggunakan embel-embel namanya.

Makan siang pilihan Indonesiatripnews.com dengan menu Nasi Jeruk, Urap, Tumis Pare Kecombrang, Paru Goreng Ketumbar, dan Perkedel Jagung. (foto. evi)

Belum lengkap rasanya jika menu yang sudah dipilih di rumah makan berkapasitas 80 orang ini jika tidak ditambah sambal mengingat nama rumah makannya Nasi Pedes Cipete.  Ada tiga rasa jenis sambal, yakni Sambal Kecombrang, Sambal Gledek, dan Sambal Wangi yang ditawarkan.

Nasi Jeruk ini rasanya bikin nagih, apalagi dengan pilihan Sambal Kecombrang dan sedikit tambahan Sambal Gledek. Nasi Jeruk terbuat dari beberapa bumbu, seperti bawang merah, bawang putih, kaldu dan irisan daun jeruk.

Paru Goreng Ketumbar. (foto. evi)

Ada sekitar 20 jenis lauk, belasan sayur, delapan menu pendamping seperti Perkedel Jagung dan Tempe Mendoan, serta makanan ringan. Untuk jenis lauknya di bandrol mulai dari harga Rp10.000 hingga Rp30.000. Nasi mulai dari Rp7.000-Rp15.000, dan Sayur Rp8.000-Rp10.000. Pilihan lauk yang ditawarkan diantaranya Ayam Kecombrang, Ayam Garang Asem, Babat Iso Gongso, Rawon Buntur, Ayam Goreng Ketumbar, Paru Goreng Ketumbar, Gulai Kikil, Cumi Cabai Hijau, Kulit Ayam Pedas, dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk sayuran, Cah Kangkung, Daun Singkong Tumbuk, Tumis Kecipir Belacan, Tumis Jantung Pisang, Tumis Oncom Leunca, dll. “Lima rasa nasi disini best seller, untuk lauknya yang paling dicari pengunjung, yakni Cumi Hitam, Paru Goreng Ketumbar, Tumis Jantung Pisang, Kulit Ayam Pedas, Sayur Asem, dan Sambal Kecombrang,” ujar Lola.

Saat masuk pengunjun langsung dihadapkan dengan puluhan menu masakan Nasi Pedes Cipete. (foto. evi)

Lola mengatakan, “Tiap tiga bulan sekali kami ganti menu, biasanya menu yang diganti menu yang kurang diminati pengunjung. Nama Nasi Pedes itu diambil karena saya melihat tipikal orang Indonesia yang kalau makan pasti ada nasi dan sambal”.

“Menu Jantung Pisang saya pilih karena jantung pisang itu jarang dan susah di dapat. Menu ini pertama kali makan ketika traveling ke Manado, lalu saya coba untuk memasaknya sendiri, dan setelah dibilang enak baru saya tawarkan menjadi menu pilihan di Nasi Pedes Cipete. Pada dasarnya saya memang suka memasak dan mencoba serta meracik sendiri,” ungkap Lola.

Ketika ditanya filosofi memasak bagi Lola, Ia mengatakan, “Buat saya memasak itu passion dan memasak itu terapi, terapi stress. Memasak itu sama seperti membuat film karena kita harus riset, memilih bahan-bahan yang berkualitas, cara memasaknya seperti apa, dan tampilannya harus seperti apa. Sama juga seperti membuat film ketika kita memilih tema, kru, pemain, dan memilih lokasi yang kemudian di ramu yang nanti hasil akhir filmnya seperti apa menentukan, sama persis. Jadi antara film dan masakan itu sejalan”.

Tampak depan Rumah Makan Nasi Pedes Cipete. (foto. evi)

“Saya hobi memasak, biasanya saya kalau lagi stress masak. Ngotak-ngatik bahan makanan yang ada di kulkas, terus coba-coba dan gak dimakan sendiri, bawa ke kantor, yang jadi korban teman-teman di kantor, pada bilang enak,” ungkap Lola.

Selain di Jalan Cipete Raya, Nasi Pedes Cipete juga buka di Jalan Salihara No 16, Jakarta Selatan. Keduanya buka pukul 10.00 – 22.00 WIB. Buat yang tidak sempat mampir, bisa pesan melalui GoFood.

Maraknya rumah makan di sepanjang Jalan Cipete Raya tidak membuat Lola khawatir, karena ia juga telah mempersiapkannya dengan cara lain, seperti dengan membuka paket catering, paket prasmanan, paket tumpeng, dan lain sebagainya. “Kalau tidak habis, segera bisa dibawa pulang karyawan, karena masakan harus ganti baru untuk besoknya,” ungkap Lola yang memiliki 35 orang karyawan ini.

Untuk harga per paket (katering) Rp45.000 terdiri dari satu nasi, satu pilihan lauk, dua sayur, satu pendamping, satu air mineral, dan buah. Untuk Paket Prasmanan ditawarkan paket 20 pax seharga Rp1.250.000. Sedangkan Paket Tumpeng untuk 20 pax ditawarkan dengan harga Rp1.500.000. (evi)