JAKARTA, ITN- PADA Festival Jajanan Bango 2018 yang berlangsung Sabtu-Minggu (14-15/4/18) di Park & Ride Thamrin 10, Jakarta Pusat, Bango menghadirkan lima pemenang kompetisi “Bango Penerus Warisan Kuliner”.

Lima pemenang tersebut, yakni Ayam Bakar Roodfoodie-Semarang, Kepala Manyung Bu Fat-Semarang, Ayam Bakar Madu Sibangkon-Bandung, Pempek Ny Kamto-Yogyakarta, dan Tongseng Iga Sapi Spesial (Dapur Jawa Perawang)-Pekanbaru.

Kelima pemenang kompetisi tersebut merupakan lima dari 22 finalis terpilih dari 7.355 peserta di seluruh Indonesia.

IndonesiaTripNews.com memilih Pempek Ny Kamto sebagai menu pilhan pembuka. Ada berbagai jenis pempek yang ditawarkan mulai dari pempek selam, model, lenjer, adaan, lenggang, dsb. Pempek selam dan lenggang menjadi pilihan dengan tambahan cuka manis dan pedas.

Lanjut di sebelah stan Pempek Ny Kamto, aroma dari harum masakan dari stan  Kepala Manyung Bu Fat Semarang sangat menggugah selera. Masakan ikan asap berkuah santan khas Pantura ini sempat membuat pengunjung aneh dan bertanya jenis ikan apa yang dimasak.

Biasanya ikan asap menggunakan ikan pe atau ikan pari, namun Bu Fat lebih memilih ikan manyung atau lebih dikenal dengan jambal roti sebagai ikan asapnya. Kepala ikan jambal roti  seharga Rp50.000 menjadi pilihan untuk dibawa pulang.

Sementara Tongseng Iga Sapi Spesial (Dapur Jawa Perawang), Pekanbaru menjadi pilihan untuk makan siang. Restoran yang telah berdiri di Pekanbaru sejak 2 Maret 2015 ini menyajikan menu aneka masakan Jawa yang memang masih jarang ditemui di Perawang, Riau.

Berbeda dengan tongseng yang kebanyakan menggunakan daging kambing, tongseng di Dapur Jawa Perawang ini menggunakan daging sapi yang tidak hanya memiliki cita rasa khas Jawa, tetapi juga Melayu dan Minang. Hal itu terlihat dari penggunaan santan yang lebih kental, diimbangi dengan rasa manis dari kecap.

Dilanjutkan dengan Ayam Bakar Madu Sibangkong, Bandung milik Fajar Mandala. Ayam Madu Sibangkong yang diolah menggunakan resep asli dari Ibunda tercintanya ini sekilas terlihat seperti ayam bakar, tapi sebenarnya teknik pengolahannya adalah dengan digoreng.

Warna kehitaman khas ayam bakar dihasilkan dari olesan madu di permukaan ayam saat proses pengungkepan sehingga ketika digoreng hasilnya seperti ter- caramelized.

Untuk menyantap Ayam Bakar Madu Sibangkong dengan harga Rp20.000 ini tentunya akan lebih nendang dengan padanan sambal “Cingcalo” yang rasanya begitu pedas, gurih, dan segar terbuat dari sambal tomat, cabai, dll.

Terakhir yang menjadi pilihan IndonesiaTripNews.com, yakni Ayam Bakar Roodfoodie, Semarang milik Rudie Siswanto. Di Semarang warung ini terletak di Jalan Bima Raya No 118. Menu ayam bakarnya menggunakan dua bumbu, yakni bumbu khas Jawa Tengah yang rasanya manis dan bumbu khas Jawa Timur yang dikenal gurih dan asin.

Menu ayam bakar yang menjadi pilihan untuk dibawa pulang ini dilengkapi dengan serundeng serta enam pilihan macam sambal yang menggugah selera. Tidak hanya ayam bakar, di stan ini juga ditawarkan ayan goreng dan ayam ungkep. (evi)