JAKARTA, ITN- STARBUCKS dengan fokus utamanya di dunia kopi, terus menerus berinovasi dengan minuman baru yang berbasis espresso menghubungkan kopi dan petani kopi.  Di bulan Maret ini, melalui kampanye ‘Art in a Cup’, Starbucks mengajak konsumennya untuk menikmati nikmatnya citarasa dan keindahan estetika minuman espresso.

Ada empat minuman spesial yang ditawarkan, yakni Caramel Cream Frappuccino, Caramel Macchiato, Vanilla Sweet Cream Cold Brew, dan Iced Matcha & Espresso Fusion. Espresso tetap menjadi dasar utama dalam variasi minuman tersebut.

Dengan jarak yang sangat jauh antara gerai Starbucks dan perkebunan kopi, hal ini tidak menghentikan komitmen Starbucks untuk membantu komunitas di perkebunan kopi.

Melalui kampanye ‘Art in a Cup’, Starbucks berkomitmen untuk mendukung perkebunan kopi di Sumatra dengan menyumbangkan sebagian hasil penjualannya yaitu menanam satu pohon kopi dari setiap 10 gelas minuman spesial yang terjual tersebut.

Selain itu, 10% penjualan dari kemasan biji kopi Sumatra juga akan disumbangkan untuk kesejahteraan warga di lingkungan perkebunan kopi di Sumatra mulai dari perbaikan fasilitas sekolah sampai dengan tempat tinggal.

“Komitmen Starbucks membantu petani kopi di negara penghasil kopi senantiasa menciptakan hubungan yang baik antara karyawan dan petani kopi. Sumatra telah menjadi sumber biji kopi bagi Starbucks selama lebih dari empat dekade dan sejak awal memahami bahwa hubungan kami merupakan investasi jangka panjang dalam dunia kopi,” ujar Direktur Starbucks Indonesia, Anthony Cottan dalam siaran pers yang diterima IndonesiaTripNews.Com.

Akan tetapi menurutnya hal itu hanyalah permulaan. Para petani adalah awal dari komitmennya di Sumatra. “Selanjutnya kami sadar akan peran serta masyarakat dan petani kopi yang memungkinkan keberhasilan tumbuhnya kopi tersebut. Kami mengapresiasi mereka yang terlibat dalam perjalanan ini dan kami sadar pencapaian ini berkat kerja sama dan komitmen dengan segala pihak,” ujarnya.

Lebih lanjut Anthony mengatakan, “Pada tahun 2004 lalu, saya mendapatkan suatu kehormatan untuk mengunjungi perkebunan kopi pertama kalinya di Lintong, Sumatra Utara dan menyaksikan perjalanan kopi dari hilir ke mudik serta mengenal petani kopi dan warga yang tidak kalah pentingnya terlibat dalam perjalanan menghasilkan kopi yang berkualitas. Sejak saat itu, pandangan saya berubah dan begitu menghargai secangkir kopi yang disajikan dan saya nikmati setiap hari”.

Untuk memperluas jangkauan dan bantuan kepada petani kopi, Starbucks Green Coffee Department telah mendirikan Farmer Support Centre (FSC) di sembilan daerah penghasil kopi utama, dimana salah satunya berada di Sumatra yang didirikan pada 2015.

“FSC menyediakan pengetahuan dan pelatihan bagi petani lokal yang bertujuan untuk membekali mereka dengan membantu menurunkan biaya produksi, pencegahan hama dan penyakit, meningkatkan kualitas kopi sesuai dengan standar Coffee and Farming Equity (CAFE) Practices dan meningkatkan hasil kopi yang premium,” ujar Kepala Ahli Agronomi Starbuck Farmer Support Center, Surip Mawardi menambahkan. (*/sishi)