CIANJUR, ITN- CURUG atau biasa disebut air terjun merupakan kawasan wisata alam yang banyak diminati masyarakat. Tidak ketinggalan Curug Cibeureum yang berada di Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Konon curug ini dinamakan Cibeureum karena dahulu air yang dialirkannya berwarna merah. Ci (dalam bahasa Sunda, artinya air dan Beureum, artinya merah). Warna merah berasal dari dinding tebing curug yang ditumbuhi lumut merah.

Bagi Ramdan, anggota Komunitas Indonesia Trip (KIT) yang belum lama ini melakukan perjalanan ke Curug Cibereum dalam akun FB-nya kepada Indonesiatripnews.com mengatakan jika perjalanannya ke Curug Cibeureum bagaikan rasa gunung. Curug rasa gunung, Kok bisa?.

Rasa gunung, karena untuk sampai ke curug yang berada di kaki Gunung Gede di ketinggian 1.675 mdpl itu dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam atau sekitar 2,8 Km berjalan kaki dari pintu masuk Taman Nasional.

Ramdan mencoba duduk di di jembatan yang unik terdiri dari susunan kayu.

Di akhir perjalanan menurutnya pengunjung akan menemukan jembatan dari susunan kayu yang cukup bagus dan menarik di atas rerumputan liar, jarak jembatan itu cukup panjang. “Untuk yang ingin datang ke curug ini harus ekstra hati-hati, apalagi di Bogor lagi musim hujan, seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Dalam perjalanan menuju curug, Ramdan menemukan tiga pos, pos pertama bisa digunakan untuk beristirahat. Mencari informasi, karena terdapat papan informasi, serta disediakan juga toilet. Pada pos pertama ini, disepanjang perjalanan pengunjung akan menemukan tempat-tempat menarik yang berada disekitaran hutan.

Lanjut pada pos kedua yang berdekatan dengan Telaga Biru, telaga ini memiliki air berwarna biru kehijau-hijauan. Lalu masuk ke daerah jembatan kayu yang dapat digunakan untuk istirahat dan berswafoto. Selain berswafoto dengan jembatan yang unik, pemandangan disekitarnya pun cukup bagus.

Sementara pada pos ketiga, Ramdan menemui pertigaan jalan dengan sebuah papan informasi, yang menunjukkan belok ke kiri menuju air panas dan Kandang Badak. Belok ke kanan menuju arah Curug Cibeureum dan Puncak Pangrango.

Setelah melewati tiga pos tersebut, Ramdan menganjurkan untuk istirahat sejenak mengingat perjalanan setelah tiga pos tersebut merupakan jalan setapak, bebatuan, jalanannya menanjak dan menurun, sedikit agak terjal dan licin saat hujan karena lumut yang menampel di bebatuan. “Jika ada teman yang mengajak bicara, tetap pasang mata, sinis, atau diamkan saja, karena sangat menguras energi Anda,” ungkapnya.

Namun ketika sampai di Curug Cibeureum rasa lelah menurutnya akan terbayarkan dengan percikan air terjun yang begitu segar. “Bisa lansung mandi ataupun di minum airnya, karena airnya bersih,” tutup Ramda mengakhiri cerita perjalanannya. (*)