JAKARTA, ITN- KAMAR dengan nomor 207 bernuansa Jawa klasik menjadi tempat bermalam Indonesiatripnews.com di MesaStila Resort & Spa.

Hari kedua Kamis (11/7/19) berada di Magelang merupakan hari yang padat dengan berbagai aktivitas, dimulai dengan mengikuti Yoga di MesaStila Resort & Spa dan dilanjutkan dengaan mengikut Coffee Plantation Tour. Tour yang dipandu Duty Manager MesaStila Resort & Spa, Yoyok menjadi pilihan menarik untuk mengenal lebih dekat perkebun kopi di Mesastila Resort & Spa.

Bersama Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) dan Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata  kurang lebih satu jam berjalan ke area kebun kopi di MesaStila menambah wawasan. Yoyok bercerita mulai dengan keberadaan MesaStila berdiri, jenis kopi yang tumbuh di area MesaStila hingga  area pemrosesan hasil panen.

Tak hanya itu ia juga menjelaskan lebih jauh tentang proses pengeringan, pengupasan kulit, penyimpanan di gudang, hingga penyangraian, dan penggilingan biji kopi menjadi bubuknya yang siap seduh.

“Silahkan dicoba mba, dikunyah biji kopinya. Kalau pahit bisa dicampur gula aren,” ujar Yoyok menawarkan kepada peserta tour.

Pukul 10.00 WIB perjalanan dilanjutkan dengan keluar dari area MesaStila, yakni menuju Ketep Pass.

Wisata Ketep Pass ini berada diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, dan menjadi spot yang pas untuk melihat keindahan kedua gunung tersebut.

Tak hanya melihat keindahan alam saja, dengan membayar tiket masuk Rp10.500  (week day) dan Rp12.500 (week end) pengunjung dapat mengenal lebih jauh tentang Gunung Merapi dengan masuk ke museum.  Uniknya setelah berjalan melihat replika Gunung Merapi, pengunjung dapat beristirahat sambil makan siang di restoran.

Selesai berhenti di Ketek Pass perjalanan dilanjutkan dengan mengendarai mobil VW Camat berkeliling Desa Wisata Borobudur dengan melihat kerajinan grabah dan atraksi budaya di Oemah Mbudur.

Di Oemah Mbudur, waktu pun dipergunakan untuk belajar membuat candi, serta arung jeram di Sungat Elo. Tepat pukul 19.00 WIB aktivitas hari kedua  berakhir di Desa Bahasa Ngargogondo, untuk kembali istirahat sekaligus untuk beristirahat dan makan malam. (evi)