{"id":45377,"date":"2026-08-28T19:01:28","date_gmt":"2026-08-28T12:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=45377"},"modified":"2026-08-28T19:03:59","modified_gmt":"2026-08-28T12:03:59","slug":"menpar-kawal-dan-pastikan-pemulihan-desa-adat-sade-tetap-jaga-kearifan-loka","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/menpar-kawal-dan-pastikan-pemulihan-desa-adat-sade-tetap-jaga-kearifan-loka\/","title":{"rendered":"Menpar Kawal dan Pastikan Pemulihan Desa Adat Sade Tetap Jaga Kearifan Loka"},"content":{"rendered":"<p><strong>LOMBOK TENGAH, ITN<\/strong> &#8211; Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekaligus ekosistem pariwisata di desa tersebut.<\/p>\n<p>Kehadiran Menpar Widiyanti merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak sekaligus untuk memastikan proses pemulihan Desa Adat Sade dilakukan secara terkoordinasi dengan tetap menjaga nilai budaya, kearifan lokal, serta autentisitas arsitektur tradisional Sasak.<\/p>\n<p>\u201cHari ini saya datang ke Sade untuk hadir bersama masyarakat dan bertemu langsung dengan mereka, mulai dari ibu-ibu penenun hingga kepala desa. Saya ingin mendengar keluhan dan kebutuhan mereka. Terlebih, sebagian besar masyarakat Sade merupakan pelaku pariwisata yang selama ini menjaga tradisi sekaligus menjadi bagian penting dari wajah pariwisata Lombok,\u201d kata Menpar Widiyanti usai mengunjungi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, NTB, Kamis (27\/8\/2026).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-45378\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2026\/08\/KL1-3-e1787918418192.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"466\" title=\"\"><\/p>\n<p>Menpar Widiyanti turut menyampaikan keprihatinan dan empati mendalam kepada seluruh masyarakat Desa Adat Sade yang terdampak musibah kebakaran.<\/p>\n<p>Ia memahami bahwa dampak kebakaran tidak hanya berupa kerusakan bangunan, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat. Rumah-rumah tradisional di Sade bukan sekadar tempat tinggal, melainkan juga ruang untuk mencari nafkah serta bagian dari sejarah dan identitas masyarakat Sasak yang diwariskan lintas generasi.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, proses pemulihan Desa Adat Sade perlu dilakukan secara menyeluruh dengan tidak hanya memperhatikan pembangunan kembali secara fisik, tetapi juga keberlanjutan kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.<\/p>\n<p>&#8220;Kami dari Kementerian Pariwisata bersama Poltekpar juga membantu, kami akan rapatkan dengan Pemda tentang bagaimana memulihkan kembali dan membangun kembali dan tentu sama-sama melibatkan masyarakat. InsyaAllah kita bisa berkolaborasi,&#8221; kata Menpar Widiyanti saat berbincang bersama Kepala Adat dan Masyarakat Sade.<\/p>\n<p>Menpar Widiyanti kemudian menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal; Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda); Politeknik Pariwisata Lombok; mitra; serta para pemangku kepentingan dan unsur ekosistem pariwisata.<\/p>\n<p>Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan langkah dan memperkuat sinergi agar proses pemulihan Desa Adat Sade dapat berlangsung secara terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang.<\/p>\n<p>Kementerian Pariwisata akan mengambil bagian dan membersamai proses pemulihan sesuai dengan kewenangan yang dimiliki, khususnya dalam pemulihan ekosistem pariwisata, penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.<\/p>\n<p>Menpar Widiyanti menekankan bahwa pemulihan Desa Adat Sade tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali bangunan yang terdampak kebakaran. Masyarakat harus menjadi bagian utama dalam seluruh proses pemulihan agar kehidupan sosial dan ekonomi dapat kembali berjalan sekaligus memastikan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas Sade tetap terjaga.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan tersebut, terdapat sejumlah catatan penting terkait pembangunan kembali Desa Adat Sade. Adapun data sementara mengenai keluarga dan bangunan terdampak berdasarkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Kabupaten<br \/>\nLombok Tengah bersama Tim Lapangan Poltekpar Lombok.<\/p>\n<p>Per 27 Agustus 2026, terdapat 189 Kepala Keluarga dan 320 orang pelaku pariwisata di Sade yang terdampak. Sedangkan bangunan terdampak<\/p>\n<p>terdiri dari 75 unit Rumah Adat, 69 unit Artshop, 8 unit Lumbung Alang, 1 unit Menara Pantau, 4 Berugak Sekenam, 6 Berugak Sakepat, 1 unit Bale Beleq (Museum), dan sejumlah fasilitas lainnya.<\/p>\n<p>Untuk Rencana Jangka Panjang, terdapat empat langkah utama yang telah dibahas di dalam rakor tersebut.<\/p>\n<p>Pertama, Menpar Widiyanti menginisiasi untuk membentuk tim kerja lintas Pemerintah Pusat melalui Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah serta Mitra dan melibatkan masyakat adat, untuk mendata secara terperinci masyarakat dan pekerja yang terdampak agar penyaluran bantuan dapat lebih terarah.<\/p>\n<p>Kedua, perencanaan untuk membuka satu akun donasi sehingga pengumpulan dana dapat dilakukan melalui satu pintu untuk mendukung rekonstruksi desa. Ketersediaan bahan baku untuk membangun kembali rumah tradisional juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat adat saat ini.<\/p>\n<p>Ketiga, penyusunan Master Plan Rekonstruksi bersama para pemangku kepentingan dengan melibatkan masyarakat agar pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan desa serta tetap mempertahankan karakter dan identitas Sade.<\/p>\n<p>Menpar berharap master plan tersebut nantinya dapat menjadi proyek percontohan (pilot project) bagi desa-desa adat lainnya dalam memperkuat mitigasi risiko dan keselamatan tanpa menghilangkan<\/p>\n<p>karakter tradisional yang menjadi identitas masyarakat. Selain itu, di saat pembangunan kawasan ini, perlunya penyediaan Proteksi Kebakaran Terintegrasi dengan menyiapkan titik-titik Alat Pemadam Api Ringan (APAR) komunal yang didesain menyatu dengan estetika desa, serta pembuatan embung atau penampungan air darurat di area sekitar kawasan, menjadi sangat penting dalam pembangunan ini.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana teknologi yang ada sekarang bisa dimanfaatkan sehingga tersedia infrastruktur keselamatan dan bisa menjadi contoh bagi desa-desa adat lainnya.<br \/>\nMudah-mudahan ini tidak membutuhkan waktu lama,\u201d kata Menpar.<\/p>\n<p>Infrastruktur dasar, mulai dari amenitas, sanitasi, pengelolaan sampah, hingga sistem proteksi kebakaran, juga menjadi perhatian dalam proses rekonstruksi.<\/p>\n<p>Keempat, Pembangunan Rumah Layak Tinggal. Hal ini pernah dilakukan bersama Pemerintah Daerah dan Kementerian Pariwisata, yakni, membangun 40 unit Rumah Layak Tinggal bagi Masyarakat Adat Sade.<\/p>\n<p>Dalam Rakor ini, empat langkah jangka pendek pun telah dibahas dan akan ditindaklanjuti secara bertahap dan menyeluruh.<\/p>\n<p>Pertama, penyediaan dan distribusi stock makanan untuk para korban terdampak.<\/p>\n<p>Kedua, pembuatan Dapur Umum dan bantuan logistik, dimana Kementerian Pariwisata melalui Politeknik Pariwisata Lombok, bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, TNI\/POLRI, dan Palang Merah Indonesia (PMI).<\/p>\n<p>Ketiga, Program pemberdayaan bagi masyarakat dan pelaku pariwisata harus terus dilanjutkan dan diperkuat. Program pemberdayaan seperti: Trauma Healing bagi korban terdampak khususnya anak kecil, Memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) secara berkala kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan warga desa terkait prosedur Standard Operating Procedure (SOP) tanggap darurat dan evakuasi<br \/>\nwisatawan.<\/p>\n<p>Selain itu, perlunya penguatan pendampingan pembangunan usaha bagi masyarakat adat Sade dengan dukungan lintas sektor, seperti modal bekerja para pelaku usaha pariwisata, fasilitas pendukung alat menenun, dan realokasi tempat sementara untuk menghidupkan aktivitas ekonomi bagi masyarakat adat Sade secara bertahap.<\/p>\n<p>Dalam hal ini, Kementerian Pariwisata juga memberikan bantuan sejumlah alat tenun yang dibutuhkan kepada masyarakat Desa Adat Sade. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas ekonomi sekaligus mempertahankan perannya sebagai penjaga tradisi dan kearifan lokal Sasak.<\/p>\n<p>Keempat, rencana pembangunan museum sementara dan masjid. Museum diharapkan menjadi ruang bagi wisatawan untuk mengenal secara langsung dan autentik sejarah, nilai budaya Desa Adat Sade, serta kehidupan masyarakat SukuSasak. Sementara itu, masjid akan menjadi sarana ibadah bagi masyarakat adat sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan Muslim yang berkunjung. Pembangunan ditargetkan dapat diselesaikan menjelang peak season, khususnya momentum penyelenggaraan MotoGP di Mandalika.<\/p>\n<p>Pemulihan Desa Adat Sade juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata berbasis masyarakat. Keberadaan masyarakat beserta tradisi, pengetahuan lokal, dan autentisitas kehidupan desa merupakan kekuatan utama yang menjadikan Sade memiliki nilai penting dalam pariwisata Lombok.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, Menpar menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh ekosistem pariwisata agar proses pemulihan tidak sekadar mengembalikan kondisi Sade seperti sebelum kebakaran, tetapi juga meningkatkan ketangguhan masyarakat dan keberlanjutan desa pada masa mendatang.<\/p>\n<p>\u201cMudah-mudahan melalui upaya, kolaborasi, dan gotong royong seluruh pihak, baik ekosistem pariwisata, pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun swasta, kita bisa bersama-sama membangun kembali desa ini. Tentunya masyarakat desa sendiri harus dilibatkan dalam seluruh prosesnya,\u201d kata Menpar.<\/p>\n<p>Dalam kunjungan tersebut, Menpar Widiyanti juga meninjau dapur umum yang dibuka oleh TNI. Mahasiswa Politeknik Pariwisata Lombok turut membantu proses memasak selama masa tanggap darurat. Bantuan berupa bahan makanan dan berbagai kebutuhan mendesak lainnya juga telah tersedia.<\/p>\n<p>Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi kepada Menpar beserta jajaran yang berkunjung langsung ke Lombok untuk membahas penanganan pascakebakaran Desa Adat Sade sekaligus memberikan arahan mengenai berbagai hal yang perlu menjadi prioritas, mulai dari persoalan kemanusiaan hingga rekonstruksi desa.<\/p>\n<p>\u201cIbu Menteri tadi sudah mengarahkan fondasi bagi kita untuk mulai berpikir jangka menengah dan jangka panjang, yaitu ke arah rekonstruksi untuk membangun Sade, mencakup penyiapan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan untuk keberlanjutan desa tersebut,\u201d kata Iqbal.<\/p>\n<p>Baca juga:\u00a0<a href=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kemenpar-perluas-pasar-wisata-selam-maratua-ke-malaysia-dan-singapura\/\">https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/kemenpar-perluas-pasar-wisata-selam-maratua-ke-malaysia-dan-singapura\/<\/a><\/p>\n<p>Salah seorang warga Desa Adat Sade, Amak Pani, menyampaikan terima kasih atas kehadiran, perhatian, dan dukungan seluruh pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, asosiasi, maupun para donatur yang memberikan bantuan material dan moral bagi masyarakat Desa Adat Sade.<\/p>\n<p>Ia bercerita bahwa aktivitas pariwisata masyarakat desa saat ini terhenti. Namun, Amak Pani tetap optimistis bahwa kolaborasi berbagai pihak dapat mempercepat pembangunan kembali Desa Adat Sade. Ia juga<\/p>\n<p>menegaskan komitmen masyarakat untuk memastikan pembangunan kembali rumah-rumah adat tetap mempertahankan nilai tradisional dan keasliannya.<\/p>\n<p>\u201cJadi kami tidak akan menghilangkan nilai tradisional dari bentuk rumah kami di sini. Saya selaku masyarakat Suku Sasak Sade mengucapkan matur tampiasih atas kunjungannya yang sudah membantu dan meliput kami. Semoga dengan adanya aktivitas ini banyak mengundang para donatur yang berkunjung ke tempat kami sehingga kami bisa membangun rumah tradisional kami seperti semula,\u201d ujar Amak Pani.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>LOMBOK TENGAH, ITN &#8211; Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana meninjau langsung Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat sekaligus ekosistem pariwisata di desa tersebut. Kehadiran Menpar Widiyanti merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat terdampak sekaligus untuk memastikan proses pemulihan Desa Adat Sade dilakukan secara terkoordinasi dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":45379,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,123],"tags":[],"class_list":["post-45377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts\/45377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/comments?post=45377"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts\/45377\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":45381,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts\/45377\/revisions\/45381"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/media\/45379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/media?parent=45377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/categories?post=45377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/tags?post=45377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}