{"id":15112,"date":"2020-09-17T22:33:29","date_gmt":"2020-09-17T15:33:29","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=15112"},"modified":"2020-09-18T16:40:19","modified_gmt":"2020-09-18T09:40:19","slug":"amji-attak-putra-dayak-patriot-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/nasional\/amji-attak-putra-dayak-patriot-indonesia\/","title":{"rendered":"Amji Attak, Putra Dayak Patriot Indonesia"},"content":{"rendered":"<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336296470\"><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Perjuangan Indonesia pada zaman Kemerdekaan telah melahirkan banyak\u00a0 Pahlawan Nasional. Demikian juga perjuangan pasca-Kemerdekaan RI memunculkan tokoh-tokoh membanggakan dan patut diteladani.<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336694281\"><\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336493228\">Dari sekian banyak Pahlawan dan tokoh-tokoh Nasional, terkadang karena berbagai sebab ada yang tidak diketahui oleh masyarakat kita.<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336702227\">\n<p><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336589726\">Ketika Operasi Dwikora mulai digaungkan pada Mei 1963 oleh Presiden Soekarno, Resimen Pelopor menugaskan beberapa agen andalannya melakukan tugas intelijen \u00a0ke negara tetangga, Singapura. Pada waktu itu Singapura masih bergabung dengan Malaysia hingga Thailand.\u00a0 Satu di antara agen intelijen andal itu, adalah Ipda Amji Attak, yang merupakan putra Dayak.<\/span><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336727875\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-15115\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0028.jpg\" alt=\"\" width=\"448\" height=\"459\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0028.jpg 996w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0028-293x300.jpg 293w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0028-696x713.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0028-410x420.jpg 410w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0028-356x364.jpg 356w\" sizes=\"auto, (max-width: 448px) 100vw, 448px\" \/>Amji Attak adalah alumnus Sekolah Ranger atau \u00a0Sekolah Pendidikan Mobile Brigade di Watukosek, Porong, Jawa Timur pada tahun 1959, Angkatan ke-2, Kompi 5995. Ia satu Angkatan dengan Anton Soedjarwo, yang kemudian menjadi Jenderal legendaris Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri tahun 1982-1986).<\/span><\/p>\n<p><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336747866\">Amji Attak bertubuh kecil, tapi tegap. Postur tubuhnya mungkin tak sampai 160 cm, sehingga orang awam sukar mengira ia seorang polisi,\u00a0 apalagi seorang anggota intelijen.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336702227\"><\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336702227\"><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336799151\">Setelah berkali-kali menyusup sebagai intel ke negeri jiran, Amji Attak kembali ditugaskan melakukan infiltrasi pada 10 Maret 1965 ke Malaysia.<\/span><\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336817689\">\n<p><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336825285\">Ipda Amji Attak dan kawan-kawannya dari Resimen Pelopor kemudian diberangkatkan untuk melakukan <em>infiltrasi<\/em> di Malaysia pada pertengahan Maret 1965, hampir bersamaan waktunya dengan penugasan Usman dan Harun (KKO Angkatan Laut). Usman dan Harun, dua Pahlawan KKO itu tertangkap setelah berhasil melakukan pengeboman di Singapura, kemudian dihukum gantung. Mereka gugur sebagai kusuma bangsa.<\/span><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336888187\">Dalam melaksanaka\u00a0 tugasnya, Amji Attak dan timnya naik perahu nelayan menembus ombak besar Laut China Selatan.\u00a0 Mereka berangkat lewat Belakang Padang di Tanjung Pinang. Saat sudah mendekati daratan di pesisir Malasia, mereka kemudian mendayung. Saat itulah mereka dihadang kapal <em>destroyer<\/em> patroli Inggris dan Selandia Baru.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336935147\">\n<figure id=\"attachment_15116\" aria-describedby=\"caption-attachment-15116\" style=\"width: 696px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-15116\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0027-1024x804.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"546\" title=\"\"><figcaption id=\"caption-attachment-15116\" class=\"wp-caption-text\">Christina memberikan buku Amji Attak pada seorang anggota Resimen Pelopor, Korps Brimob POLRI.<\/figcaption><\/figure>\n<p><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336939297\">Amji pantang mundur dan melakukan perlawanan <em>&#8220;rawe-rawe rantas, malang-malang putung&#8221;<\/em>. Mereka berjuang mati-matian, walau akhirnya gugur di medan tempur. Selain Amji, turut gugur dalam pertempuran tak seimbang di lautan itu adalah Aipda Kitam, Aipda Winarto, Aipda Sudarin, Aipda Surat, Abrip Amat Munawar, dan Abrip Partono. Mereka gugur pada 24 Maret 1965. Mereka telah mempersembahkan seluruh darah dan nyawanya untuk Ibu Pertiwi. Satu orang yang selamat dari Tim Menpor itu, Abrip Roebino.<\/span><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337049695\">Nama Amji Amtak kemudian diabadikan sebagai nama Ksatrian Brimob di Kelapadua. Patung Amji Attak dan Taboki Takuda dibangun gagah di gerbang Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337050616\"><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337053025\">Amji Attak, patriot Indonesia ini lahir pada tahun 1933 di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Ia putra ke ke-7 dari 8 anak, seorang petani bernama Atak (Ayah) dan Ipah (Ibu), keduanya dari sub suku Dayak Kanayan.<\/span><span class=\"im\"><span class=\"im\"><br \/>\nKariernya berangkat dari Kalimantan Barat. Resimen Pelopor Korps Brimob Polri adalah Kesatuan kebanggaannya, dalam keseharian ia berdinas di Kompi 5995 berkedudukan di Mako Brimob Kelapadua Depok.<\/span><\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft wp-image-15131\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0029-1-768x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"473\" height=\"631\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0029-1-768x1024.jpg 768w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0029-1-225x300.jpg 225w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0029-1-696x928.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0029-1-315x420.jpg 315w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/09\/IMG-20200917-WA0029-1.jpg 864w\" sizes=\"auto, (max-width: 473px) 100vw, 473px\" \/>Hingga kini Ikatan Keluarga Ex Tawanan Pejuang Dwikora terus berjuang, agar kerangka jenazah para pejuang Dwikora di Malaysia,\u00a0 dapat dimakamkan di Taman Makam Pahlawan di Tanah Air.<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337094858\">\n<p><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337096256\">Buku Amji Attak adalah kisah epic perjuangan Putra Dayak dalam ikut mempertahankan kedaulatan NKRI.\u00a0 Buku &#8220;Amji Attak &#8211; Kisah Perjuangan Sang Bhayangkara Resimen Pelopor Korps Brimob Polri&#8221; ini juga sebagai wujud sumbangsih penulis untuk suku Dayak. <\/span><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337125850\">Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) melalui Presidennya, Drs. Cornelis, S.H, M.H, menyatakan rasa bangganya \u00a0akan sosok Amji Attak. Sang Ksatria Dayak\u00a0 yang telah berjuang \u00a0untuk kedaulatan bangsa dan negara Indonesia.\u00a0<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337094858\">MADN \u00a0mendukung agar \u00a0Presiden Republik Indonesia \u00a0menganugerahkan\u00a0 gelar Pahlawan Nasional kepada Amji Attak.<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337094858\">\n<p><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600336188848\">Christina Lomon Lyons, penulis buku ini meniti<\/span><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337245426\">\u00a0karier di dunia wartawan sejak 1984 (freelance), kemudian menjadi reporter hingga mencapai karier sebagai Pemimpin Redaksi di Tabloid &#8220;Wanita Indonesia&#8221;.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<div id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337094858\"><span id=\"m_-7185467039024574871yMail_cursorElementTracker_1600337260505\">Buku yang ditulis Christina ini enak dibaca dan mampu menggambarkan kilas balik perjuangan Amji Attak. Kisah heroik perjuangan dan kepahlawannya bisa menjadi cermin bagi para Bhayangkara-bhayangkara muda, terutama Brimob Polri di seluruh persada Nusantara. (ori)<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Perjuangan Indonesia pada zaman Kemerdekaan telah melahirkan banyak\u00a0 Pahlawan Nasional. Demikian juga perjuangan pasca-Kemerdekaan RI memunculkan tokoh-tokoh membanggakan dan patut diteladani. Dari sekian banyak Pahlawan dan tokoh-tokoh Nasional, terkadang karena berbagai sebab ada yang tidak diketahui oleh masyarakat kita. Ketika Operasi Dwikora mulai digaungkan pada Mei 1963 oleh Presiden Soekarno, Resimen Pelopor menugaskan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":15130,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[123],"tags":[],"class_list":["post-15112","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts\/15112","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/comments?post=15112"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts\/15112\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/media\/15130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/media?parent=15112"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/categories?post=15112"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/tags?post=15112"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}