{"id":13126,"date":"2020-04-22T03:16:46","date_gmt":"2020-04-21T20:16:46","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=13126"},"modified":"2020-04-22T03:16:46","modified_gmt":"2020-04-21T20:16:46","slug":"sri-dan-sofina-dua-dari-mahasiswa-ui-yang-menjadi-relawan-di-tengah-wabah-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/profil\/sri-dan-sofina-dua-dari-mahasiswa-ui-yang-menjadi-relawan-di-tengah-wabah-covid-19\/","title":{"rendered":"Sri dan Sofina, Dua dari Mahasiswa UI yang Menjadi Relawan di Tengah Wabah Covid-19"},"content":{"rendered":"<div id=\":nj\" class=\"a3s aXjCH \">\n<div dir=\"auto\"><strong>DEPOK, ITN-<\/strong> Penyebaran virus corona Covid-19 kian masif di Indonesia. Bahkan per Rabu (22\/4\/2020), angka positif sudah menembus 7.135 kasus yang menyebar di 32 provinsi. Rumah sakit sudah mulai kewalahan melayani pasien yang semakin banyak. Namun di tengah pandemi ini sejumlah tenaga kesehatan di berbagai pelosok membantu masyarakat, diantaranya Sri Agustin Tabara, Mahasiswa Magister Keperawatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) dan Sofina Izzah, Mahasiswa Program Profesi Ners FIK UI.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Mereka adalah dua dari 105 mahasiswa FIK UI yang terjun langsung menjadi relawan menangani pasien COVID-19 di sejumlah rumah sakit, salah satunya Rumah Sakit UI (RSUI).<\/div>\n<\/div>\n<div id=\":nj\" class=\"a3s aXjCH \">\n<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sri mendapatkan informasi bahwa RSUI membuka panggilan menjadi volunteer. Untuk itu ia mendaftarkan diri secara kolektif melalui Pusat Krisis FIK UI. Sejumlah tahapan ditempuhnya, seperti seleksi administrasi, wawancara online, serta <em>skrining<\/em> kesehatan. Menjadi relawan di situasi pandemi ini merupakan sebuah panggilan negara yang wajib dilakukan, apalagi ia sebagai seorang perawat. &#8220;Saya sangat terbebani ketika melihat meningkatnya kebutuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan karena pasien terus bertambah dari hari ke hari,\u201d ungkap Sri Agustin Tabara.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Meskipun telah menjadi relawan sejauh ini Sri belum mengalami kendala dalam menjalani kegiatan kuliahnya yang tengah menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). FIK UI membebastugaskan mahasiswa berpartisipasi dalam kuliah online saat menjadi relawan, namun untuk tugas-tugas tetap dikerjakan di saat free. Dalam seminggu, Sri bekerja selama 5 &#8211; 6 hari kerja dimana per harinya menjalani satu shift. Shift kerja terbagi dalam tiga yaitu, shift pagi dan shift siang, masing-masing sebanyak 7 jam, dan shift malam sebanyak 12 jam.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-large wp-image-13128 aligncenter\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2020\/04\/IMG-20200420-WA0002-1024x768.jpg\" alt=\"\" width=\"696\" height=\"522\" title=\"\">Sri, yang telah bergabung menjadi relawan sejak 6 April 2020, ditempatkan di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Covid-19 yang langsung berhadapan dengan pasien. Tugas Sri saat ini menjadi rekan kerja para perawat RSUI dalam memberikan perhatian kepada pasien dan membantu memenuhi segala kebutuhan pasien. Bagi Sri, pengalaman paling berkesan selama bekerja sebagai relawan adalah melihat keadaan umum pasien yang semakin hari semakin baik. Sri juga merasa bangga ketika memperoleh dukungan dari keluarga pasien maupun masyarakat. \u201cHal tersebut merupakan &#8216;vitamin C&#8217; bagi saya dan tenaga kesehatan serta tenaga medis lainnya. Juga merupakan sumber kekuatan dalam memberikan pelayanan yang terbaik,\u201d ujar Sri.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sri berpesan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan tidak memandang remeh virus Covid-19 ini. Juga, selalu menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) seperti mencuci tangan dengan benar dan bersih, menjalankan <em>social distancing<\/em>, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah, dan usahakan tetap di rumah saja. &#8220;Saya berharap agar stigma negatif terhadap pasien Covid-19, tenaga kesehatan serta tenaga medis dapat berhenti pula,\u201d ungkapnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Tidak berbeda jauh dengan Sri Agustin Tabara, Sofina Izzah juga mendaftarkan diri sebagai relawan ketika mengetahui RSUI membuka panggilan sebagai volunteers. Ia sudah bertugas sebagai relawan perawat di RSUI sejak 1 April 2020. Sofina menganggap menjadi perawat dalam masa pandemi ini adalah sebuah tindakan kepahlawanan bagi bangsa.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Saat ini Sofina juga ditempatkan di ICU RSUI yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19. \u201cTidak ada kekhawatiran dalam menangani pasien Covid-19, mengingat kami telah diperlengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Setiap harinya selama enam hari kerja, saya memperoleh shift kerja sebanyak delapan jam, dengan pembagian, sebanyak empat jam pertama saya bertugas di ruangan isolasi merawat pasien dengan APD lengkap, lalu setelah itu saya melepas APD, mandi, makan lalu melanjutkan sisa waktu yang ada untuk membantu tindakan yang bersifat administratif seperti laporan pasien bersama para perawat RSUI,\u201d ungkapnya.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Menghadapi perkuliahannya, Sofina tidak mengalami kesulitan dalam membagi waktu, karena ia tinggal menjalani dua mata kuliah ditambah tugas akhir. Kampus menurutnya juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa profesi yang menjadi relawan dengan menghitung kegiatan relawan sebagai satuan kredit semester (SKS) dan akan disetarakan SKS-nya.<\/div>\n<div dir=\"auto\">Kalaupun ada tugas, tidak memberatkannnya, karena para dosen sangat menghargai mahasiwa yang sudah mau menjadi relawan.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Mari bahu-membahu untuk menanggulangi pandemi ini dengan cara tetap di rumah saja jika tidak ada kepentingan yang mendesak. Berikan aura positif bagi tenaga kesehatan maupun relawan non tenaga kesehatan. Semoga tidak ada lagi stigma negatif yang tercipta bagi pejuang medis,&#8221; tambah Sofina.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\"><strong>RSUI Depok<\/strong><\/div>\n<div dir=\"auto\">Sesuai dengan arahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, RSUI merupakan rumah sakit yang didedikasikan untuk menangani pasien Covid-19 khususnya di wilayah Kota Depok. Untuk itu, RSUI membuka pendaftaran tenaga relawan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19. Pendaftaran relawan terbuka untuk umum dan dilakukan secara online melalui laman resmi RSUI ataupun melalui pusat-pusat krisis yang bekerja sama dengan UI. Selain menempuh tahapan seleksi dan skrining kesehatan &#8211; termasuk rapid test Covid-19. Para calon relawan juga akan dibekali orientasi berupa pengenalan RSUI, pelatihan penanganan kasus COVID-19, dan pembagian tugas sesuai pengalaman kerja sebelumnya atau sesuai posisi yang dipilih.<\/div>\n<div id=\":nj\" class=\"a3s aXjCH \">\n<div dir=\"auto\">\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">&#8220;Para mahasiswa UI telah mengamalkan bidang keilmuan yang selama ini ditempuh semasa perkuliahan dan ini merupakan sebuah tindakan terpuji,&#8221; ujar Rektor UI Prof Ari Kuncoro, SE, MA, PhD dalam keterangan tertulisnya di Depok, belum lama ini.<\/div>\n<div dir=\"auto\"><\/div>\n<div dir=\"auto\">Prof Ari juga mengimbau agar para mahasiswa tetap menjaga kesehatan, selalu memberi kabar kepada keluarga, dan senantiasa bersemangat. Diharapkan gerakan ini mampu memotivasi mahasiswa lainnya sebangsa dan setanah air untuk bersama-sama bergotong-royong memberikan kontribusi secara sukarela bagi masyarakat demi memerangi pandemi ini.<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>DEPOK, ITN- Penyebaran virus corona Covid-19 kian masif di Indonesia. Bahkan per Rabu (22\/4\/2020), angka positif sudah menembus 7.135 kasus yang menyebar di 32 provinsi. Rumah sakit sudah mulai kewalahan melayani pasien yang semakin banyak. Namun di tengah pandemi ini sejumlah tenaga kesehatan di berbagai pelosok membantu masyarakat, diantaranya Sri Agustin Tabara, Mahasiswa Magister Keperawatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":13127,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[122],"tags":[],"class_list":["post-13126","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-profil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts\/13126","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/comments?post=13126"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/posts\/13126\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/media\/13127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/media?parent=13126"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/categories?post=13126"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/json\/wp\/v2\/tags?post=13126"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}