{"id":9957,"date":"2019-05-24T08:36:12","date_gmt":"2019-05-24T01:36:12","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=9957"},"modified":"2019-05-24T09:05:28","modified_gmt":"2019-05-24T02:05:28","slug":"jakarta-solo-berdiri-di-pintu-kereta-api","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/jakarta-solo-berdiri-di-pintu-kereta-api\/","title":{"rendered":"Jakarta-Solo Berdiri di Pintu Kereta Api (Cerita Mudik Lebaran-1)"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> TRADISI mudik Lebaran atau pulang kampung di Indonesia\u00a0 benar-benar menjadi satu hal yang \u201cwajib\u201d buat para perantau di kota-kota besar.\u00a0 Ada kebanggaan tersendiri bagi perantau untuk pulang kampung menjelang Lebaran, setelah satu tahun bekerja. Begitu pula bagi orangtua, sanak keluarga, handai tolan, dan sahabat di kampung halaman akan merasa senang jika ada yang pulang kampung. Apalagi satu tahun satu kali. Karena itu, apapun akan dilakukan agar bisa mudik.<\/p>\n<p>Sebagai orang yang berasal dari kampung di Jawa Timur dan mencari nafkah di Jakarta lebih dari 40 tahun, saya juga mengalami hal itu. Pada hari-hari puasa Ramadhan seperti saat ini, persiapan mudik Lebaran sudah dilakukan. Berbagai oleh-oleh dari Jakarta telah dibeli. Kopor dan tas besar pun sudah siap. Tiket kereta api juga diburu, sehingga pulang kampung sesuai harapan.<\/p>\n<p>Berbeda dengan dewasa ini angkutan kereta api yang sudah sangat tertib, dulu orang yang akan menggunakan moda transportasi kereta api harus <em>berjibaku<\/em> dan terpaksa \u201cmelawan\u201d ribuan orang yang tujuannya sama: mudik Lebaran. Stasiun kereta api pasti sudah penuh dengan manusia. Kopor, tas-tas, bungkusan, dan bawaan menyertai mereka yang akan mudik.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9959\" aria-describedby=\"caption-attachment-9959\" style=\"width: 276px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9959 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/05\/ka1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"276\" height=\"183\"><figcaption id=\"caption-attachment-9959\" class=\"wp-caption-text\">foto.ist<\/figcaption><\/figure>\n<p>Belum adanya\u00a0 AC pada gerbong kereta api membuat suasana semakin sumpek. Begitu kereta api masuk ke jalurnya di stasiun, para calon penumpang berebut masuk ke dalamnya. Teriakan dan tangis anak-anak kecil yang tergencet sesama calon penumpang membuat suasana semakin panas.\u00a0 Karena itu tidak heran jika ada pemandangan orang yang mau pulang kampung harus menaikkan anaknya melalui jendela kereta api. Di dalam kereta api pun tidak kalah sumpeknya. Bangku dipastikan tidak ada yang kosong.\u00a0 Bahkan ruang WC-pun\u00a0 ditempati untuk penumpang. Pulang kampung menjelang Lebaran benar-benar memerlukan suatu perjuangan.<\/p>\n<p>Tahun-tahun \u201980-an, saya merasakan pengalaman menyedihkan. Waktu itu saya mau mudik naik kereta api dari Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada sore hari.\u00a0 Dalam keadaan\u00a0 masih puasa, saya berada di tengah ribuan masyarakat yang akan naik kereta api. Satu kopor besar yang berisi pakaian dan oleh-oleh \u201cmenemani\u201d saya. Ketika kereta api datang, para penumpang langsung \u201cmenyerbu\u201d-nya. Saya juga berusaha naik ke dalam kereta, tapi karena membawa kopor; saya mengalami kesulitan. Gerbong kereta api benar-benar penuh sesak. Menjelang kereta berangkat, saya hanya bisa naik di pintu kereta yang tidak bisa ditutup. Saya bersama beberapa orang penumpang terpaksa berdiri di tempat sempit itu.<\/p>\n<p>Kereta api pembawa para pemudik Lebaran itu mulai meninggalkan Stasiun Gambir. Entah karena capek, kepanasan, dan juga kehausan; tiba-tiba pandangan mata saya terasa gelap. Untungnya di kantong celana ada minyak angin. Minyak angin yang saya oleskan di hidung,\u00a0\u00a0 menyadarkan saya dan bisa melihat kembali. Saya masih merasa bersyukur karena tidak jatuh dari kereta api yang terus melaju. Ketika kereta api berhenti di suatu stasiun, saya baru bisa berbuka puasa. Itupun hanya minum \u201c<em>Fanta\u201d<\/em> yang dijajakan pedagang asongan.<\/p>\n<p>Stasiun demi stasiun disinggahi kereta api yang membawa saya menuju Surabaya. Suasana malam yang gelap dan angin kencang menyertai perjalanan panjang itu. Sebagian penumpang ada turun di stasiun tujuan, sehingga saya dan beberapa penumpang yang semula berdiri di pintu kereta api bisa masuk ke dalam. Ketika kereta api berhenti agak lama di Solo, saya turun dan membeli nasi bungkus. Saat itulah saya bisa berbuka puasa.<\/p>\n<p>Di stasiun itu juga saya tidak sengaja bertemu dengan teman yang juga akan pulang ke kampung halaman yang sama. Untuk kesekian kalinya saya mengucapkan syukur <em>alhamdulillah<\/em>, karena di gerbong yang dinaiki teman saya itu ada bangku kosong; jadi saya baru bisa duduk setelah berdiri di pintu kereta api dari Jakarta hingga Solo. (A Basori)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- TRADISI mudik Lebaran atau pulang kampung di Indonesia\u00a0 benar-benar menjadi satu hal yang \u201cwajib\u201d buat para perantau di kota-kota besar.\u00a0 Ada kebanggaan tersendiri bagi perantau untuk pulang kampung menjelang Lebaran, setelah satu tahun bekerja. Begitu pula bagi orangtua, sanak keluarga, handai tolan, dan sahabat di kampung halaman akan merasa senang jika ada yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9958,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-9957","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-cerita-perjalanan","8":"category-perjalanan-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9957","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=9957"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9957\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/9958"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=9957"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=9957"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=9957"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}