{"id":9797,"date":"2019-05-10T12:24:55","date_gmt":"2019-05-10T05:24:55","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=9797"},"modified":"2019-05-10T13:13:57","modified_gmt":"2019-05-10T06:13:57","slug":"gelar-batik-nusantara-berlangsung-hingga-12-mei-2019","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/gaya-hidup\/gelar-batik-nusantara-berlangsung-hingga-12-mei-2019\/","title":{"rendered":"Gelar Batik Nusantara Berlangsung Hingga 12 Mei 2019"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> GELAR Batik Nusantara (GBN) 2019 yang berlangsung pada 8-12 Mei 2019 \u00a0diresmikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (8\/5\/19).<\/p>\n<p>Tema \u201cLestari Tak Berbatas\u201d diangkat demi mendorong pemasaran batik hingga ke pasar internasional.<\/p>\n<p>Airlangga Hartanto menargetkan ekspor batik tumbuh hingga 8 persen di 2019. Hal tersebut, dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor sebesar US Dollar (USD) 52,44 juta atau setara Rp734.160.000.000 pada 2018. Dengan pasar utama Jepang, Amerika, dan Eropa.<\/p>\n<p>Airlangga mengatakan, pihaknya akan terus berupaya mendorong pemasaran batik ke luar negeri. Sehingga nilai ekspor bisa terus merangkak naik.<\/p>\n<p>\u201cEkspor batik tentu mempunyai pasar yang cukup besar. Nilainya mendekati USD 60 juta per tahun, ini kita dorong terus,\u201d ujar Airlangga usai membuka GBN 2019.<\/p>\n<p>Menurutnya dibutuhkan inovasi pada produk batik, guna diminati hingga ke mancanegara. Tentu hal itu bisa dilakukan dengan dukungan teknologi. \u201cProduk ini kan sekarang punya perkembangan material. Bahannya apakah itu dari serat, rayon apakah itu dari biji kapas, dengan demikian ada teknologi pewarnaan. Kita lihat banyak kolaborasi desain bagaimana mencampur batik dengan yang lain seperti dengan tenun,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cMasih terdapat tantangan untuk memasarkan batik. Terutama soal desain. Desain batik harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Tantangan tentu desain, namanya lifestyle tergantung pada desain dan tergantung pada selera publik. Tapi kita lihat bahwa banyak batik yang sudah desain-desainnya modern,\u201d ujarnya lebih lanjut.<\/p>\n<p>Ia mengatakan, \u201cBatik menjadi identitas bangsa yang semakin populer dan mendunia. Batik saat ini bertransformasi menjadi berbagai bentuk fashion, kerajinan dan home decoration yang mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik di dalam maupun luar negeri\u201d.<\/p>\n<p>Dalam Gelar Batik Nusantara yang digelar selama 5 hari ini, Kemenperin juga terus memacu perkembangan Industri Kecil Menengah (IKM) pada sektor batik. Agar diharapkan memiliki peran penting bagi perekonomian nasional dan menjadi penyumbang devisa negara.<\/p>\n<p>Industri batik diketahui merupakan salah satu sektor pembuka lapangan pekerjaan, didominasi IKM yang tersebar di 101 sentra. Tak ayal, jumlah tenaga kerja yang terserap di sentra IKM batik mencapai 15 ribu orang pada 3.782 unit usaha. Tercatat jumlah tenaga kerja dari batik hingga hulunya menyerap tenaga kerja di tekstil sebanyak 680 ribu orang.<\/p>\n<p>Selain pameran, dalam kegiatan tersebut juga digelar workshop tentang batik yang diikuti 25 pelajar dari SMKN 27 Jakarta. Galeri Batik Nusantara tidak hanya dihadiri istri Wakil Presiden RI, Mufidah Jusuf Kalla yang mendapat penghargaan batik tertinggi, selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas). Pameran ini juga dihadiri Ketua Yayasan Batik Indonesia, Yultin Ginanjar Kartasasmita, juga para duta besar dari negara sahabat. (sishi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- GELAR Batik Nusantara (GBN) 2019 yang berlangsung pada 8-12 Mei 2019 \u00a0diresmikan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bersama istri Wakil Presiden Mufidah Jusuf Kalla, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (8\/5\/19). Tema \u201cLestari Tak Berbatas\u201d diangkat demi mendorong pemasaran batik hingga ke pasar internasional. Airlangga Hartanto menargetkan ekspor batik tumbuh hingga 8 persen [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9798,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[77,73],"tags":[],"class_list":{"0":"post-9797","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-fesyen","8":"category-gaya-hidup"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9797","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=9797"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9797\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/9798"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=9797"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=9797"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=9797"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}