{"id":9408,"date":"2019-04-02T19:07:59","date_gmt":"2019-04-02T12:07:59","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=9408"},"modified":"2019-04-02T19:36:56","modified_gmt":"2019-04-02T12:36:56","slug":"bisnis-kuliner-bisa-dimulai-dari-menu-rumahan-yang-otentik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/kuliner\/bisnis-kuliner-bisa-dimulai-dari-menu-rumahan-yang-otentik\/","title":{"rendered":"Bisnis Kuliner Bisa Dimulai dari Menu Rumahan yang Otentik"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> PERJALANAN kuliner <strong><em>Indonesiatripnews.com<\/em><\/strong> pada Sabtu (30\/3\/19) kemarin merupakan perjalanan yang tak hanya sekedar merasakan kuliner, tetapi sekaligus mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari dua acara sekaligus yang digelar Forum Wartapena, yakni \u201cTalkshow Interaktif dan Cooking Challenge\u201d.<\/p>\n<p>Bertempat di restoran Jepang Momiji, Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta, Talkshow dan Cooking Challenge yang mengangkat tema &#8220;Peluang Emas Bisnis Kuliner Street Food Nusantara&#8221; ini diikuti puluhan peserta kaum ibu yang tergabung\u00a0 dalam komunitas masak ternama di Indonesia, diantaranya NCC, (Natural Cooking Club), RCFC, ( Rudy Choiruddin Fans Club), Bakuliner, dan Kookpader. Sebagian, merupakan pebisnis kuliner berbasis online yang sedang berusaha agar bisnisnya\u00a0 &#8220;naik kelas\u201d.<\/p>\n<p>\u201cIsu ini menjadi salah satu topik bahasan menarik karena sektor kuliner paling banyak dilirik oleh mereka yang belum berkesempatan bekerja,\u00a0 dan\u00a0 ingin mendapatkan penghasilan secara mudah,\u00a0 dengan modal terbatas. Tahan krisis,\u00a0 karena orang\u00a0 membutuhkan makan, dinamis dengan banyaknya varian dan inovasi, serta tidak membutuhkan perijinan yang rumit,\u201d ujar Ketua Pelaksana Event Forum Wartapena, Budi Hartono membuka acara.<\/p>\n<p>Menurut Budi, Salah satu lini kuliner yang senantiasa dicari orang adalah <em>street food<\/em> atau dikenal pula dengan nama <em>hawker food,<\/em> alias makanan kakilima. <em>Street food<\/em> juga\u00a0 diistilahkan sebagai makanan <em>comfort food<\/em>, makanan yang membuat perasaan senang,\u00a0 dan senantiasa di rindukan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9410\" aria-describedby=\"caption-attachment-9410\" style=\"width: 774px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9410 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/04\/54206213_10217551793723430_1511058495045107712_n.jpg\" alt=\"\" width=\"774\" height=\"774\" srcset=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/04\/54206213_10217551793723430_1511058495045107712_n.jpg 774w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/04\/54206213_10217551793723430_1511058495045107712_n-150x150.jpg 150w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/04\/54206213_10217551793723430_1511058495045107712_n-300x300.jpg 300w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/04\/54206213_10217551793723430_1511058495045107712_n-696x696.jpg 696w, https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/04\/54206213_10217551793723430_1511058495045107712_n-420x420.jpg 420w\" sizes=\"(max-width: 774px) 100vw, 774px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-9410\" class=\"wp-caption-text\">Kiri ke kanan, Chef Abi, Ena, dan Budi Hartono pada acara talkshow di Jakarta. Foto. evi<\/figcaption><\/figure>\n<p>Di Indonesia, menunya mengacu kepada menu Nusantara yang diolah secara rumahan.\u00a0 Tradisi <em>street food<\/em> merata di berbagai belahan dunia dan menjadi ikon wisata kuliner yang menarik.\u00a0 Selain mudah diakses, menu khas bercitarasa rumahan nan otentik, harga murah dengan pelayanan ramah. <em>Street food<\/em> dijadikan referensi untuk mempelajari budaya kuliner suatu bangsa.<\/p>\n<p><em>Street Food<\/em> Indonesia diklaim menjadi produk unggulan yang kaya ragam, dan varian penyajian. Bisa dibayangkan, jika dari satu menu nasi goreng akan muncul ratusan varian nasi goreng otentik dan yang sudah dimodifikasi, lantas berapa banyak lagi menu street dari varian lainnya?.<\/p>\n<p>Singapura menjadi salah satu negara pelopor bisnis kuliner <em>street food<\/em> ternama. Menikmati kuliner di negeri ini senantiasa menghadirkan kenyamanan dalam bersantap yang dikemas dalam pengalaman yang tidak terlupakan.\u00a0 Mereka membesut usaha <em>street food<\/em> menjadi atraksi wisata mendunia dalam perhelatan akbar &#8220;Singapore\u00a0 Street Food Festival&#8221;.<\/p>\n<p>Awalnya, pemerintah Singapura sempat kewalahan dengan banyaknya pelaku usaha <em>street food<\/em> yang menjamur, menempati sarana publik seperti jalan dan trotoar serta merusak tata kota karena menghadirkan pemandangan yang kurang nyaman dilihat. Standarisasi rasa dan harga makanan pun menjadi\u00a0 sulit dikontrol. Akhirnya dibuat regulasi usaha street food yang bertujuan untuk menyelamatkan pedagang dan juga pembeli, serta upaya-upaya lain dengan menjadikan street food sebagai salah satu pendapatan negara terbesar di sektor pariwisata.<\/p>\n<p>Mereka memiliki konsep street food moderen, pedagang berseragam, kebersihan mutlak, diantaranya transaksi menggunakan kartu,\u00a0 bukan uang tunai,\u00a0 keamanan pangan yang tinggi, harga terjangkau dan tempat berjualan yang nyaman dengan pilihan\u00a0 konsep klasik dan moderen. Konsep Singapura dalam mengelola <em>street food<\/em> kemudian dijadikan <em>role model<\/em> oleh negara lain dan terbukti sukses.<\/p>\n<p>Bagaimana dengan perkembangan street food di Indonesia, walau hadir konsep street food moderen, hal ini masih bisa dihitung dengan jari dan hanya dilakukan oleh pelaku bisnis bermodal besar. Pelaku bisnis yang berkantong tipis melipir dan menjalankan usahanya di atas trotoar, pinggir jalan, halte bus,\u00a0 taman umum yang tidak terkena biaya sewa lahan. Sebagian lagi\u00a0 menggunakan gerobak dorong dan <em>door to door<\/em> memasarkan makanannya. Cenderung seadanya dan mengabaikan aspek keamanan pangan dari asal usul bahan, cara pengolahan, tempat berjualan,\u00a0 serta kenyamanan bersantap. Konsep ala kadarnya ini, kemudian menimbulkan permasalahan serius terhadap kesehatan, pencemaran lingkungan serta gangguan bagi pengguna jalan.<\/p>\n<p>Founder SaNiNa Art &amp; Culinary Center, Ena mengatakan, \u201cUntuk memulai bisnis kuliner ada tiga yang harus diperhatikan, yakni yang pertama target market, perencanaan bisnis, dan permodalan\u201d.<\/p>\n<p>Sementara pada kesempatan tersebut Sous Chef Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta, Chef Abi, menambahkan, \u201cBisnis kuliner yang penting dan utama adalah masalah kebersihan. Kalau makanan bersih insya Allah pembeli akan tertarik. Kebersihan terutama pada tangan penjual, penjual menggunakan sarung tangan atau alat untuk mengambil makanan\u201d.<\/p>\n<p><strong>Cooking Callange<\/strong><\/p>\n<p>Selesai talkshow, Ena mendemokan dua inspirasi menu street food yang diprediksi populer sepanjang tahun 2019 buat milenial, yakni Jamu Milenial dan Cassava Stick with Bolognaise Sauce.<\/p>\n<figure id=\"attachment_9415\" aria-describedby=\"caption-attachment-9415\" style=\"width: 700px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9415 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2019\/04\/IMG-20190402-WA00431-e1554208549305.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"394\"><figcaption id=\"caption-attachment-9415\" class=\"wp-caption-text\">Menu Cassava Stick with Bolognaise Sauce.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Jamu menurutnya mengakomodir gaya milenial untuk hidup sehat tetapi tetap nikmat ketika tengah menikmati jamu.\u00a0Jamu kunyit asam memiliki beragam khasiat diantaranya anti peradangan dan mengurangi produksi gas pada pencernaan.<\/p>\n<p>Pada kesempatn tersebut Ena mempraktikkan minuman herbal yang diolah dengan menggunakan produk\u00a0 pemurni air merek Cuckoo (khu-khu). Hasilnya Jamu Milenial tersaji lebih nikmat dan lezat dengan tambahan es krim vanila dan sari kelapa.<\/p>\n<p>Dianjutkan dengan menu kedua, yakni Cassava Stick with Bolognaise Sauce, menu ini sekaligus menjadi menu yang dilombakan bagi peserta talkshow.<\/p>\n<p>Terinspirasi dari menu street food populer\u00a0 Amerika, Ena mengganti kentang dengan singkong yang dipotong tipis memanjang, digoreng dan disiram dengan saus daging istimewa. Menurutnya singkong menjadi naik gengsi, bisa dijual dengan harga yang lebih baik, serta digemari kaum milenial.<\/p>\n<p>Pada kesempatan Cooking\u00a0 Challenge tiga orang juri, yakni Ketua Forum Wartapena, Solihin, Ena, dan Chef Abi memutuskan kelompok ibu\u00a0 dari Komunitas RCFC \u00a0(dari kategori komunitas) serta Indonesiatripnews.com dan Kartini online (dari kategori media).<\/p>\n<p>\u201cPenilaian utama dari lomba ini ada pada kekompakan saat memasak, kemudian citarasa,\u00a0 kebersihan, serta penyajian. Esensi dari kekompakkan ini mengandung pembelajaran, bisnis kuliner itu berat, banyak hal yang harus dikerjakan bersama tim oleh tim yang handal,\u201d ujar Solihin.<\/p>\n<p>Selain itu menata makanan di atas peranti saji dengan unsur estetika juga menjadi penilaian yang kuat. Pada kesempatan tersebut peserta lomba menggunakan wadah piring berdisain cantik Vicenza, penampilan singkong jadi terkesan sebagai sajian mewah. (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- PERJALANAN kuliner Indonesiatripnews.com pada Sabtu (30\/3\/19) kemarin merupakan perjalanan yang tak hanya sekedar merasakan kuliner, tetapi sekaligus mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari dua acara sekaligus yang digelar Forum Wartapena, yakni \u201cTalkshow Interaktif dan Cooking Challenge\u201d. Bertempat di restoran Jepang Momiji, Hotel Aston Priority Simatupang Jakarta, Talkshow dan Cooking Challenge yang mengangkat tema &#8220;Peluang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9409,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[69,65],"tags":[],"class_list":{"0":"post-9408","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-cerita-perjalanan","8":"category-kuliner"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9408","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=9408"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9408\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/9409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=9408"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=9408"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=9408"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}