{"id":9192,"date":"2019-03-09T09:00:07","date_gmt":"2019-03-09T02:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=9192"},"modified":"2019-03-09T09:00:58","modified_gmt":"2019-03-09T02:00:58","slug":"aplikasi-investasi-uang-receh-hadir-di-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/gaya-hidup\/teknologi\/aplikasi-investasi-uang-receh-hadir-di-indonesia\/","title":{"rendered":"Aplikasi Investasi Uang Receh Hadir di Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> UANG recehan bisa jadi sarana investasi. Dengan uang recehan tersebut kita bisa mengakses instrument investasi reksa dana. Namun sayangnya, belum banyak masyarakat Indonesia yang paham bahwa investasi itu tak selalu membutuhkan modal besar.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Stask, hingga bulan Mei 2018 terdapat 190,5 juta penduduk berusia 15 tahun ke atas di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 17,8 persen atau sekitar 33,9 juta penduduk yang setidaknya memiliki satu rekening bank.<\/p>\n<p>Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyebutkkn sampai dengan bulan Juli 2018 jumlah investor Reksa Dana di Indonesia baru mencapai sekitar 820.000 orang. Tingkat inklusi keuangan yang masih rendah ini akhirnya membuat masyarakat kehilangan banyak peluang, terutama dalam\u00a0 mempersiapkan masa depan.<\/p>\n<p>\u201cTidak banyak yang mengetahui bahwa mereka sebenarnya dapat mulai berinvestasi dari\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 jumlah uang yang kecil, tanpa harus mengubah gaya hidup mereka,\u201d ujar\u00a0 Chief Executive Officer Raiz Invest Indonesia, Melinda N Wiria menandai peluncuran aplikasi Raiz di Jakarta, baru-baru ini.<\/p>\n<p>Sebagai contoh, menurutnya uang receh yang didapatkan dari kembalian belanja mereka setiap hari. Biasanya, banyak yang hanya menyimpan uang receh tersebut di dalam stoples atau celengan, dan seiring berjalannya waktu, tanpa terasa uang yang terkumpul ternyata cukup signi\ufb01kan jumlahnya. \u201cBerinvestasi dengan uang receh, dengan kata lain, sebenarnya memungkinkan mereka untuk mewujudkan mimpi mereka,\u201d ungkapnya lebih lanjut.<\/p>\n<p>Melalui aplikasi Raiz, pengguna dapat mengumpulkan uang receh dan menginvestasikannya\u00a0 secara otomas di pasar modal. Diluncurkan dengan nama Acorns di Australia pada Februari\u00a0 2016, aplikasi ini kemudian berganti nama menjadi Raiz Invest pada April 2018. Hingga\u00a0 Januari 2019, aplikasi Raiz di Australia telah diunduh sebanyak lebih dari satu juta kali dan\u00a0 memiliki lebih dari 175.000 pengguna aktif.<\/p>\n<p>Cara kerja aplikasi Raiz Invest adalah dengan mengumpulkan uang receh pengguna yang\u00a0 diperoleh dari selisih pembelanjaan. Saat mereka mendaftararkan diri di Raiz, pengguna dapat menghubungkan kartu debit dan\/atau e-wallet yang mereka miliki.<\/p>\n<p>Setiap kali pengguna berbelanja\u00a0 dengan kartu debit atau dompet elektronik tersebut, Raiz akan melakukan pembulatan ke atas terhadap seap transaksi ke kelipatan Rp 5.000 terdekat, dan keka pembulatan yang terkumpul mencapai Rp 10.000, maka jumlah tersebut akan diinvestasikan secara otomas ke Reksa Dana.<\/p>\n<p>Misalnya, bila pengguna berbelanja Rp23.000, maka akan dibulatkan menjadi Rp25.000 sehingga yang diambil untuk membeli instrument reksa dana hanya Rp2.000. Bila belanja Rp14.999, Raiz hanya membulatkan Rp15.000 sehingga hanya Rp1 yang diambil untuk investasi.<\/p>\n<p>Saldo yang diambil lama-lama akan terkumpul sampai Rp10.000 untuk dibelikan instrument reksadana sesuai keinginan pengguna. Bila belum mencapai Rp10.000, maka saldo tersebut akan tersimpan di aplikasi.<\/p>\n<p>\u201cDi Australia, Raiz telah menjadi game changer khususnya bagi kaum millennial dalam\u00a0\u00a0 menciptakan kebiasaan berinvestasi. Aplikasi Raiz sangat cocok bagi siapa pun yang belum memahami investasi atau tidak tahu bagaimana caranya untuk mulai berinvestasi,\u201d ujar \u00a0CEO of Raiz Invest Australia pada kesempatan yang sama.<\/p>\n<p>Aplikasi ini menurutnya meningkatkan kesadaran serta membuka kesempatan untuk berinvestasi, khususnya di kalangan generasi muda. Selain itu, aplikasi ini juga mendidik masyarakat tentang\u00a0 \u00a0keuntungan berinvestasi secara teratur dalam jumlah kecil.<\/p>\n<p>Setelah sukses di Australia, Raiz berekspansi ke Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai negara tujuan ekspansi pertamanya. Di Indonesia, Raiz Invest memposisikan diri sebagai\u00a0 produk yang memberikan pengalaman langsung bagi masyarakat untuk belajar tentang\u00a0 literasi keuangan dan inklusi keuangan.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat antusias dapat menghadirkan Raiz Invest di Indonesia. Kami percaya bahwa\u00a0 sebagaimana di Australia, Raiz Indonesia dapat membantu mengubah cara masyarakat berinvestasi. Kami berharap Raiz Invest dapat menjadi solusi inovaf bagi siapa saja yang ingin berinvestasi, namun belum pernah memulainya,\u201d ujar\u00a0 George Lucas.<\/p>\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana Raiz Invest Indonesia dapat membantu Anda\u00a0 mengambil langkah awal menuju literasi keuangan, daarkan diri Anda di situs resmi Raiz\u00a0\u00a0\u00a0 www.raizinvest.id\u00a0 dan like Facebook fanpage resmi Raiz di @raizinvesd. (sasha)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- UANG recehan bisa jadi sarana investasi. Dengan uang recehan tersebut kita bisa mengakses instrument investasi reksa dana. Namun sayangnya, belum banyak masyarakat Indonesia yang paham bahwa investasi itu tak selalu membutuhkan modal besar. Berdasarkan data Badan Pusat Stask, hingga bulan Mei 2018 terdapat 190,5 juta penduduk berusia 15 tahun ke atas di Indonesia. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":9193,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[78],"tags":[],"class_list":{"0":"post-9192","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-teknologi"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9192","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=9192"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/9192\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/9193"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=9192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=9192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=9192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}