{"id":8722,"date":"2019-01-18T22:12:01","date_gmt":"2019-01-18T15:12:01","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=8722"},"modified":"2019-01-19T21:07:18","modified_gmt":"2019-01-19T14:07:18","slug":"heritage-heritage-kerjasama-indonesia-dan-kamboja-di-bidang-pariwisata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/heritage-heritage-kerjasama-indonesia-dan-kamboja-di-bidang-pariwisata\/","title":{"rendered":"Heritage To Heritage Kerjasama Indonesia dan Kamboja di Bidang Pariwisata"},"content":{"rendered":"<p><strong>VIETNAM, ITN-\u00a0<\/strong> INDONESIA dan Kamboja kembali memperbaharui dan memperpanjang MoU Memorandum of Understanding (MoU) kedua negara yang sudah 20 tahun, sejak 1999. Perjanjian kerjasama itu, kesepakatan saling mempromosikan potensi wisata masing-masing negara. Baik Angkor Wat dan Candi Borobudur.<\/p>\n<p>MoU tersebut disepakati saat Menteri Pariwisata Arief Yahya diundang secara khusus oleh Menteri Pariwisata Kamboja Thong Khon, di sela-sela acara ATF 2019, ASEAN Tourism Forum 2019 di Ha Long Bay, Vietnam, Jumat, (18\/1\/19).<\/p>\n<p>\u201cKami mengusulkan tahun ini MoU itu sudah selesai ditanda tangani. Kami mengundang Pak Menteri Arief untuk datang ke Kamboja,\u201d kata Thong Khon, Minister of Tourism of the Kingdom of Cambodia sejak 2007 itu.<\/p>\n<p>Selain itu, Thong juga mengusulkan agar ada penerbangan langsung (<em>direct flight)<\/em> dari Phnom Penh ke Yogjakarta. Menurutnya, dulu tahun 1970-an, Royal Cambodia pernah terbang langsung ke Jogja, tetapi sudah lama berhenti. \u201cKami mengusulkan agar ada penerbangan kembali ke sana,\u201d ujar Thong.<\/p>\n<p>Ketiga, Menteri Thong juga mengusulkan kerjasama heritage to heritage, antara Angkor Wat dan Borobudur. Sama-sama world heritage yang sudah diakui UNESCO. \u201cKami mengusulkan agar kerjasama di bidang pariwisata diperkuat lagi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Selama ini sebenarnya ada program ASEAN, trail of civilization, antara Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, Myanmar dan Indonesia. Saat ini Srilanka, India, Pakistan, dan Bangladesh juga ingin bergabung dalam program heritage to heritage itu.<\/p>\n<p>Menpar Arief Yahya menyetujui beberapa usulan tersebut. \u201cSoal MoU, akan kami percepat untuk segera diperbaharui. Tahun ini juga akan dituntaskan,\u201d kata Menpar Arief Yahya.<\/p>\n<p>Kedua, soal program heritage to heritage, dengan mengedepankan jejak-jejak budaya dan peradaban yang hebat zaman dulu. Menpar Arief Yahya mengusulkan namanya Twin Temple Program.<\/p>\n<p>Ketiga, tentang direct flight, Menpar Arief Yahya menjelaskan bulan April 2019, Bandara Yogja yang baru sudah akan beroperasi, sehingga kapasitasnya lebih besar dan slot time-nya bisa bertambah lebih banyak.<\/p>\n<p>\u201cSelama ini kita tidak bisa mempercepat jumlah kunjungan wisman ke Borobudur, salah satunya soal akses, bandara Adi Sucipto Jogja masih sangat terbatas\u201d kata Arief Yahya.<\/p>\n<p>Presentasi Menpar Arief Yahya di Ministrial Meeting ATF 2019 kemarin, diperhatikan serius oleh Menteri Thong. Soal MPD (Mobile Positioning Data), untuk menghitung pergerakan wisman terutama di border area. Mereka minta agar Indonesia membantu Kamboja untuk menerapkan MPD tersebut.<\/p>\n<p>\u201cSaya akan bantu Kamboja, untuk menggunakan teknologi dalam menghitung pergerakan orang. Hasilnya lebih akurat, presisi, lebih pasti, karena menggunakan teknologi,\u201d ucap Arief Yahya. (*\/evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>VIETNAM, ITN-\u00a0 INDONESIA dan Kamboja kembali memperbaharui dan memperpanjang MoU Memorandum of Understanding (MoU) kedua negara yang sudah 20 tahun, sejak 1999. Perjanjian kerjasama itu, kesepakatan saling mempromosikan potensi wisata masing-masing negara. Baik Angkor Wat dan Candi Borobudur. MoU tersebut disepakati saat Menteri Pariwisata Arief Yahya diundang secara khusus oleh Menteri Pariwisata Kamboja Thong Khon, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8723,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-8722","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/8722","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=8722"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/8722\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/8723"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=8722"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=8722"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=8722"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}