{"id":8423,"date":"2018-12-11T16:30:29","date_gmt":"2018-12-11T09:30:29","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=8423"},"modified":"2018-12-11T16:32:28","modified_gmt":"2018-12-11T09:32:28","slug":"bika-bogor-talubi-pastikan-tak-gunakan-bahan-pengawet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/perjalanan-wisata\/bika-bogor-talubi-pastikan-tak-gunakan-bahan-pengawet\/","title":{"rendered":"Bika Bogor Talubi Pastikan Tak Gunakan Bahan Pengawet"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN- <\/strong>MENDENGAR kata Bika akan teringat kue Bika Ambon dari Medan, Sumatra Utara, sejenis penganan asal Indonesia yang terbat dari bahan-bahan seperti telur, tepung, gula, dan santan. Bika Ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, durian, keju, dan cokelat. Namun berbeda dengan Bika Bogor Talubi yang didirikan pada tahun 2014 di Jl Raya Gadog sebelah Vimala Hills (Puncak-Bogor).<\/p>\n<p>Bika Bogor Talubi, pertama kali dibuat karena melihat hasil panen Talas dan Ubi yang melimpah di Kota Bogor. \u201cKamipun memanfaatkan hasil panen\u00a0 tersebut menjadi oleh-oleh khas Bogor, yaitu Bika Bogor Talubi,\u201d ujar Public Relation Bika Bogor, Ellen Sunaryo kepada <strong><em>Indonesiatripnews.com.<\/em><\/strong><\/p>\n<p>Nama Talubi sendiri menurutnya diambil karena bahan yang digunakan terbuat dari talas dan ubi asli. \u201cSelain di Jalan Raya Gadong, kami memiliki tiga outlet lainnya, yakni di Jalan Padjajaran 20 M Bogor,\u00a0 Jalan Sholeh Iskandar No 18 B Bogor, dan Jl Suryakencana No 278 Bogor,\u201d ungkap Ellen lebih lanjut.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-8425 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/12\/IMG-20181211-WA0013-e1544520593158.jpg\" alt=\"\" width=\"700\" height=\"700\">Bika Bogor Talubi hadir dengan ciri khas berbeda tidak menggunakan bahan dasar tepung, melainkan berbahan dasar talas dan ubi. Sehingga Bika Bogor Talubi mempunyai tekstur yang lembut saat dikonsumsi dan tidak membuat enek bila dimakan jumlah banyak. \u201cPerlu diketahui Bika Bogor Talubi tidak menggunakan bahan pengawet jadi hanya bertahan empat hari dari masa produksi,\u201d jelas Ellen.<\/p>\n<p>Bika Bogor memilili empat varian rasa, yaitu Bika Bogor Talas, Bika Bogor Ubi Madu, Bika Bogor Cocopandan, dan Bika Bogor Nangka.<\/p>\n<p>Selain itu, Bika Bogor Talubi juga hadir dengan inovasi yang kreatif, seperti ada Lapis Talubi Original, Lapis Talubi Cokelat, Lapis Talubi Greean Tea, Brownies Kukus Talas, New York Style \u201cBanana Cheese Cake\u201d, Pillsbury \u201cBanana Cake\u201d, Boston Brownie \u201cBrownies Ketan Kitam Talas\u201d, dan oleh-oleh khas Bogor lainnya. Untuk lebih jauh bisa melihat video cara membuat Bika Bogor Talubi\u00a0 <a href=\"https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Z4isa1z5ZdI&amp;t=15s\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=Z4isa1z5ZdI&amp;t=15s<\/a> dan Instagram dan facebook\u00a0 @bikabogor. (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- MENDENGAR kata Bika akan teringat kue Bika Ambon dari Medan, Sumatra Utara, sejenis penganan asal Indonesia yang terbat dari bahan-bahan seperti telur, tepung, gula, dan santan. Bika Ambon umumnya dijual dengan rasa pandan, durian, keju, dan cokelat. Namun berbeda dengan Bika Bogor Talubi yang didirikan pada tahun 2014 di Jl Raya Gadog sebelah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8424,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[65,1],"tags":[],"class_list":{"0":"post-8423","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kuliner","8":"category-perjalanan-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/8423","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=8423"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/8423\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/8424"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=8423"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=8423"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=8423"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}