{"id":7466,"date":"2018-06-26T14:03:53","date_gmt":"2018-06-26T07:03:53","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=7466"},"modified":"2018-06-26T14:14:47","modified_gmt":"2018-06-26T07:14:47","slug":"nias-dikembangkan-menjadi-destinasi-utama-kelas-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/berita\/nias-dikembangkan-menjadi-destinasi-utama-kelas-dunia\/","title":{"rendered":"Nias Dikembangkan Menjadi Destinasi Utama Kelas Dunia"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> Atraksi Lompat Batu Nias atau yang biasa disebut Fahombo Batu menjadi pembuka acara yang meriah pada peluncuran Festival Ya\u2019ahowu Nias 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Satpa Pesona, Jakarta Pusat, Senin Malam (25\/6\/18).<\/p>\n<p>Fahombo Batu pada mulanya dilakukan oleh seorang pemuda Nias untuk menunjukkan bahwa pemuda yang bersangkutan sudah dianggap dewasa dan matang secara fisik, lompat batu juga untuk menguji ketangkasan seorang prajurit di medan perang.<\/p>\n<p>Tiga pemuda Nias secara bergantian melompati batu di depan Menteri Pariwisata \u00a0(Menpar) Arief Yahya, Menteri Hukum dan HAM yang juga tokoh masyarakat Nias, Yasona Laoly serta sejumlah tamu undangan yang hadir. Tak hanya itu Bupati Nias Selatan\u00a0 Hilarius Duha menjadi orang yang pertama didaulat untuk melompati batu tersebut meski akhirnya ia tak dapat melompatinya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7468\" aria-describedby=\"caption-attachment-7468\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-7468 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/06\/IMG-20180626-WA0016-e1529996047597.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"434\"><figcaption id=\"caption-attachment-7468\" class=\"wp-caption-text\">Atraksi melompat batu pada malam peluncuran Ya&#8217;Ahowu Nias dan World Surfing League Nias Pro 2018 di Gedung Sapta Pesona, Balairung Soesilo Soedarman, Kemenpar, Jakarta Pusat, Senin (25\/6\/18).<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam sambutannya Menpar mengatakan, Kepulauan Nias, Sumatera Utara (Sumut) layak dikembangkan menjadi destinasi utama kelas dunia, dan diproyeksikan tahun 2024 mendatang akan dikunjungi 1 juta wisatawan dari posisi sekarang baru sekitar 60 ribu wisatawan.<\/p>\n<p>\u201cBila dari 1 juta wisatawan tersebut, 10 persennya atau 100 ribu adalah wisatawan mancanegara (wisman) akan diperoleh devisa langsung \u00a0Rp1,1 triliun dan ini akan menyejahterakan masyarakat Nias,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kunci menjadi destinasi utama kelas dunia menurut Arief Yahya, yakni dengan meningkatkan fasilitas unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesbilitas). Untuk atraksi Nias mempunyai keunggulan budaya <em>(culture), <\/em>dan alam<em> (nature)<\/em>.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7469\" aria-describedby=\"caption-attachment-7469\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-7469 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/06\/IMG-20180626-WA0012-e1529996283288.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"434\"><figcaption id=\"caption-attachment-7469\" class=\"wp-caption-text\">Menpar Arief Yahya mendapat pakaian adat Nias Selatan.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Festival Ya\u2019ahowu Nias 2018 yang masuk dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) \u00a0dan event World Surfing League (WSL), menurutnya\u00a0cukup kuat untuk mendatangkan wisatawan. \u201cApalagi pantai Sorake Nias masuk 10 tempat\u00a0surfing\u00a0terbaik dunia. Event World Surfing yang berlangsung di sana akan mendatangkan banyak wisman,\u201d ujarnya lebih lanjut.<\/p>\n<p>Sementara dari sisi amenitas \u00a0cukup dibangun <em>homestay<\/em> sebagai akomodasi yang cocok di sana, sedangkan untuk aksesibilitas Nias harus memiliki bandara internasional. \u201cBandara internasional menjadi kunci untuk menjadi destinasi kelas dunia, dan ini telah dibuktikan di tempat lain yakni \u00a0Banyuwangi pariwisatanya tumbuh 300% karena memiliki bandara internasional.\u00a0 Begitu pula Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara, pariwisata di sana sekarang tumbuh tiga kali lipat,\u201d kata Menpar Arief.<\/p>\n<p>Saat ini Bandara Binaka Nias, baru dikembangkan dengan panjang landasan pacu 2.200-2.500 meter dan lebar 30 meter sehingga baru bisa didarati pesat\u00a0Bombardier\u00a0CRJ 1.000 berkapasitas 100 penumpang. \u201cUntuk menjadi bandara internasional minimal panjang landasan 2.500 meter lebar 45 meter dengan kekuatan menahan beban 56 PCN supaya dapat didarat pesawat jenis \u00a0Boeing 737-800,\u201d kata Menpar Arief.<\/p>\n<figure id=\"attachment_7470\" aria-describedby=\"caption-attachment-7470\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-7470 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/06\/IMG-20180626-WA0014-e1529996555575.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"434\"><figcaption id=\"caption-attachment-7470\" class=\"wp-caption-text\">Menpar mengapresiasi Festival Ya&#8217;ahowu Nias 2018 sebagai event masuk dalam 100 CoE WI 2018.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pariwisata Nias sudah menunjukkan kemajuan hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang tahun lalu hanya sekitar 40 ribu wisman, kini meningkat menjadi 60 ribu, dan tahun depan menargetkan 100 ribu. \u201cTahun 2024 akan mencapai target 1 juta wisman,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menpar menegaskan, \u201cPantai Sorake menjadi pantai nomor dua terbaik di dunia untuk aktivitas surfing setelah Hawaii\u201d.<\/p>\n<p>Yasona Laoly pada kesempatan mengajak pemerintah daerah (4 kabupaten dan 1 kota) dan masyarakat Nias bergandeng tangan untuk memajukan pariwisata. \u201cFestival Ya\u2019ahowu Nias 2018 menjadi agenda pariwisata andalan Nias harus diselenggarakan secara konsiten dan terus ditingkatkan kualiatasnya. Juga \u00a0World Surfing League sebagai event yang membawa Nias dikenal ke seluruh dunia,\u201d kata Yasona Laoly.<\/p>\n<p>Bupati Nias Selatan\u00a0 Hilarius Duha menambahkan, \u201cFestival Ya\u2019ahowu Nias 2018 akan berlangsung di Nias Selatan pada 16-20 November 2018, sedangkan Nias World Surfing League di Pantai Saroke akan berlangsung 24-28 Agustus 2018 mendatang. Dua event andalan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nias\u201d.<\/p>\n<p>Festival Ya\u2019ahowu Nias 2018 menargetkan sekitar 50.000 pengunjung. Para wisatawan ini akan menikmati berbagai rangkaian ancara di antaranya; pameran pembangunan, produk unggulan dan kuliner Nias; Ya\u2019ahowu Nias parade (pawai budaya keliling kota Teluk Dalam dengan\u00a0 menampilkan busana daerah dari setiap peserta, kendaraan hias, marching band); atraksi budaya dari kabupaten kota se-Kepulauan Nias (Famozi Gondra, Orahu,\u00a0 Fame Afo, dan atraksi budaya lainnya); batu kolosal yang\u00a0 didukung oleh 100 orang pelompat batu dan akan masuk\u00a0 rekor MURI;\u00a0 serta aneka festival di antaranya Ono Niha Sea Food &amp; Barbeque Festival; serta aneka lomba di antaranya lomba volley pantai. (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- Atraksi Lompat Batu Nias atau yang biasa disebut Fahombo Batu menjadi pembuka acara yang meriah pada peluncuran Festival Ya\u2019ahowu Nias 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Satpa Pesona, Jakarta Pusat, Senin Malam (25\/6\/18). Fahombo Batu pada mulanya dilakukan oleh seorang pemuda Nias untuk menunjukkan bahwa pemuda yang bersangkutan sudah dianggap dewasa dan matang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7467,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[84,124],"tags":[],"class_list":{"0":"post-7466","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-berita","8":"category-wisata"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/7466","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=7466"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/7466\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/7467"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=7466"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=7466"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=7466"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}