{"id":6349,"date":"2018-02-02T18:37:15","date_gmt":"2018-02-02T11:37:15","guid":{"rendered":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/?p=6349"},"modified":"2018-02-05T23:24:56","modified_gmt":"2018-02-05T16:24:56","slug":"ykpi-undang-jurnalis-perempuan-lakukan-pemeriksaan-payudara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/ulasan-menarik\/ykpi-undang-jurnalis-perempuan-lakukan-pemeriksaan-payudara\/","title":{"rendered":"YKPI Undang Jurnalis Perempuan Lakukan Pemeriksaan Payudara"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA, ITN-<\/strong> KANKER payudara menempati posisi nomor satu dari 10 kanker terbanyak, lebih tinggi di atas kanker serviks. Saat ini kanker payudara dapat menyerang siapa saja, bahkan pada perempuan muda dengan faktor risiko rendah.<\/p>\n<p>Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan melalui periksa payudara sendiri (Sadari) atau periksa payudara secara klinis (Sadanis) artinya periksa dengan orang yang terlatih, setelah mendapat ceritanya lalu periksa ke dokter, atau melalui pemeriksaan mamografi.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6351\" aria-describedby=\"caption-attachment-6351\" style=\"width: 650px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-6351 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/02\/ykpi-e1517640853474.jpg\" alt=\"\" width=\"650\" height=\"488\"><figcaption id=\"caption-attachment-6351\" class=\"wp-caption-text\">Rekan jurnalis perempuan dari beberapa media di Jakarta bersama Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Memperingati Hari Kanker Internasional pada 4 Februari, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) mengadakan pemeriksaan mamografi gratis di kediaman Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar pada Jumat (2\/2\/18).<\/p>\n<p>\u201cAda banyak kegiatan yang diselenggarakan YKPI di bulan Februari, diantaranya pemeriksaan mamografi gratis, dan tahun ini kami mengundang rekan-rekan media dikarenakan ditemukan ada beberapa kasus dari rekan media yang terdiagnosa kanker payudara,\u201d ujar Linda Agum Gumelar.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6352\" aria-describedby=\"caption-attachment-6352\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-6352 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/02\/20180202_094816-e1517641138853.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\"><figcaption id=\"caption-attachment-6352\" class=\"wp-caption-text\">Linda Agum Gumelar saat memberikan penjelasan mengenai kegiatakn YKPI.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Linda mengatakan, \u201cSaya tahu kehidupan jurnalis yang sangat padat dan berkejaran dengan waktu, mungkin tidak punya waktu melakukan pemeriksaan sehingga dengan kegiatan ini kami berharap walaupun sedikit dapat membantu kesehatan rekan-rekan jurnalis\u201d.<\/p>\n<p>\u201cMelalui kegiatan ini sekaligus bisa sosialisasi tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara yang bisa dibantu rekan-rekan jurnalis untuk disampaikan melalui media masing-masing, juga kepada keluarga dan teman-temannya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kegiatan mamografi menurutnya dilakukan secara rutin setiap minggu. YKPI setiap tahunnya telah memiliki jadwal bekerjasama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais dan Puskesmas di Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cDengan pertimbangan-pertimbangan tertentu kami juga mendatangi kelompok-kelompok masyarakat yang membutuhkan dengan gratis, dan ada juga program permintaan dari swasta dan lain-lainnya yang tentunya ada biayanya namun lebih ringan dibandingkan dengan bayar pemeriksaan mamografi 50 orang pergi ke tempat pemeriksaan rumah sakit, ini jauh lebih murah,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6353\" aria-describedby=\"caption-attachment-6353\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-6353 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/02\/20180202_100448-e1517641339175.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\"><figcaption id=\"caption-attachment-6353\" class=\"wp-caption-text\">Dokter Martha menjelaskan pentingnya deteksi dini pemeriksaan payudara.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Seluruh kegiatan mobil mamografi kami ini menurutnya bekerjasama dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais, karena tenaga kedokterannya maupun tenaga perawatnya serta radiolognya dari rumah sakit tersebut. \u201cPerlu waktu dua minggu paling lama untuk menunggu hasilnya, \u00a0lalu kami informasikan kepada teman-teman yang melakukan pemeriksaan langsung. Apakah ada tindak lanjut atau tidak ada masalah,\u201d jelas Linda.<\/p>\n<p>Data Mamografi UMM-YKPI menyebutkan pada Januari \u2013 Desember 2017 jumlah pasien yang diperiksa sebanyak 3.160 orang. Dari jumlah tersebut terdapat 472 orang (15%) terkena tumor jinak dan 44 orang (1,4%) memiliki hasil curiga ganas.<\/p>\n<p>\u201cDi Indonesia informasi tentang Sadari masih kurang, seperti masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah kepulauan dan di daerah-daerah terpencil. Ada juga yang sudah tahu tetapi tidak melakukan, ini juga persoalan lain lagi. Mereka menganggap ini penyakit orangtua,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut Linda mengatakan, \u201cSaat ini sudah ada dokter yang bergabung dalam yayasan kami yang mendapatkan pasien di usia muda. Ada yang usianya 17 tahun, artinya\u00a0 dengan perubahan gaya hidup ada kecenderungan walaupun pada umumnya masih di usia 30-an\u201d.<\/p>\n<p>Untuk pemeriksaan mamografi menurutnya di usia 36-40 tahun ke atas. \u201cTetapi kami memakai patokan usia 36 tahun, nanti kami akan lihat lagi dan akan dikoordinasikan kembali dengan Rumah Sakit Dharmais atau Persatuan Radiolog. Kalau usia masih muda dibawah 36 tahun cenderung jaringan payudaranya masih padat sehingga sulit untuk di deteksi secara awal dengan mamografi dimana mamografi juga pakai sinar, sebaiknya bisa dilakukan melalui Sadari, Sadanis atau melalui USG,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>USG menurutnya bukan alat screening, baru melihat saja. Untuk kepastiannya memang harus melalui mamografi dan ebaiknya pemeriksaan mamografi dilakukan dua tahun sekali.<\/p>\n<p>YKPI merupakan yayasan nirlaba yang didirikan oleh survivors kanker payudara, dokter bedah onkology, dan relawan peduli kanker payudara, dengan visi misi Indonesia bebas kanker payudara stadium lanjut tahun 2030. Dideklarasikan pada seminar Nasional tahun 2015 dengan Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (Peraboi).<\/p>\n<figure id=\"attachment_6350\" aria-describedby=\"caption-attachment-6350\" style=\"width: 600px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-6350 size-full\" src=\"https:\/\/indonesiatripnews.com\/files\/2018\/02\/20180202_114703-e1517640346362.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"450\"><figcaption id=\"caption-attachment-6350\" class=\"wp-caption-text\">Mobil Mamografi<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong><em>Indonesiatripnews.com<\/em><\/strong> merupakan salah satu peserta yang mengikuti pemeriksaan mamografi gratis yang diselenggarakan YKPI. Pemeriksaan awal dilakukan oleh dokter Martha. Dilanjutkan dengan pemeriksaan mamografi di sebuah bus (Mobil Mamografi). Ternyata tidak perlu takut melakukan mamografi, prosesnya cepat, tidak sakit, dan hasilnya akurat.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama dokter Martha mengatakan, \u201cMengapa Sadari harus dilakukan? Karena Sadari merupakan salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya kelainan pada payudara. Pemeriksaan ini dilakukan sendiri oleh pasien setiap bulan. Bagi wanita yang masih haid, pemeriksaan dilakukan setelah selesai haid\u201d.<\/p>\n<p>\u201cBila sudah monopause Sadari dilakukan setiap tanggal tertentu yang mudah diingat, misalnya setiap tanggal 1 atau setiap tanggal kelahiran,\u201d ujarnya lebih lanjut.<\/p>\n<p>Menurutnya pada saat melakukan Sadari yang harus diperhatikan, antara lain bila terasa benjolan, penebalan kulit, perubahan ukuran dan bentuk payudara, pengerutan kulit, keluar cairan dari puting susu, nyeri, pembengkakan lengan atas, dan teraba benjolan di ketiak atau di leher.<\/p>\n<p>\u201cJika ditemukan kelainan-kelainan seperti hal\u00a0 tersebut atau terasa ada perubahan dibandingkan dengan keadaan pada bulan sebelumnya, maka segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut,\u201d tutup dokter Martha. (evi)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA, ITN- KANKER payudara menempati posisi nomor satu dari 10 kanker terbanyak, lebih tinggi di atas kanker serviks. Saat ini kanker payudara dapat menyerang siapa saja, bahkan pada perempuan muda dengan faktor risiko rendah. Deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan melalui periksa payudara sendiri (Sadari) atau periksa payudara secara klinis (Sadanis) artinya periksa dengan orang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":6350,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[74,2],"tags":[],"class_list":{"0":"post-6349","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kesehatan","8":"category-ulasan-menarik"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/6349","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/comments?post=6349"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/posts\/6349\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media\/6350"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/media?parent=6349"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/categories?post=6349"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/indonesiatripnews.com\/jason\/wp\/v2\/tags?post=6349"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}